Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson

Cinta Pandangan Pertama Milik Jackson
Bab 94. Cinta dan Bisnis


__ADS_3

Malam ini Jackson dan Adit memilih untuk menginap di salah satu hotel yang letaknya cukup jauh dari rumah Sofi  , karena hanya itu satu satunya hotel yang akhirnya di setujui Jackson setelah sekian banyak hotel/penginapan yang mereka singgahi .


" Sayang ... aku kangen kamu , pengen dipeluk soalnya disini dingin banget  . Airnya dingin , gak ada air panasnya . " Adu Jackson pada Cinta saat mereka sedang terhubung lewat panggilan video .


" Makanya cepat pulang dong sayang . " Balas Cinta .


" Sabar yah , besok kami usahain lagi ketemu orang tua Sofi . Aku gak tega sama Adit , walaupun dulunya dia bren*sek tapi sekarang dia udah tobat dan dia juga berhak bahagia sayang . " Ucap Jackson .


" Yang ngomong sadar diri dong , gue juga bren*sek belajar dari Lu dulunya . " komentar Adit tak terima .


Setelah itu Adit lebih memilih keluar dari kamar dan duduk melamun di teras luar hotel .


Ia memikirkan apa mungkin Ia harus merelakan cinta yang pertama kali Ia rasakan ini .


" Benar kata Jackson ,  gue juga berhak bahagia . Gue harus perjuangin Sofi . "


Di saat asik melamun , ponsel Adit berbunyi ternyata Ia mendapat telepon dari Sofi .


Sofi menggunakan ponsel kerabatnya untuk menghubungi Adit .


Namun yang membuat Adit terkejut karena ide yang Sofi utarakan .


" Sayang , bagaimana jika kita kawin lari aja . " Ucap Sofi dengan santainya .


" Kawin Lari ? " Ulang Adit .


" Iya kawin lari . Bukan nikah sambil berlarian loh sayang , tapi kita kabur berdua terus nikah diam diam deh . Gimana ? " Jelas Sofi .


" Iya aku paham kok . Tapi Sayang , aku pacarin kamu serius karena mau tobat sayang . Kalau sampai kawin lari sama aja aku gak ada berubah berubahnya dong . Aku cinta sama kamu , aku mau hubungan kita mendapat restu dari orang tua kamu . " Adit mencoba memberi penjelasan pada Sofi .


" Kamu udah gak cinta sama aku . Pokoknya besok aku mau kabur aja . Aku gak mau di jodoh jodohin . "


" Sayang , jangan asal deh . Sabar , aku pasti.... " Adit tak bisa lagi menyelesaikan ucapannya karena Sofi sudah memutus panggilan mereka .


Adit hanya berdoa semoga Sofi tidak benar benar dengan ucapannya . Karena sudah bisa dipastikan jika itu terjadi maka Adit akan semakin dibenci oleh keluarga Sofi .



Disaat keadaan langit masih gelap , tidur nyenyak Jackson yang belum cukup lama harus terganggu oleh suara gedoran di pintu kamarnya .



Yah , hanya Jackson yang bisa tidur lelap karena Adit sendiri sejak tadi hanya  duduk di Sofa mencari tahu soal pria yang akan di jodohkan dengan Sofi .



" Dit... siapa sih yang gedor gedor , masih jam 2 ini loh ...  Lu bukain deh ... " ucap Jackson dengan suara seraknya .



" Hemm .. sabar napa Jack , nih gue juga mau bukain . " Balas Adit .



Ceklek .



" Sofi ? " ucap Adit tak percaya melihat sang kekasih ada di hadapannya .



Sofi berhambur masuk ke dalam kamar tak memedulikan Adit yang masih terbengong di depan pintu .



" Eh ada bang sultan juga yah .... " ucap Sofi .



Jackson yang mendengar suara seorang wanita segera bangun dan duduk di tempat tidur .



" Sofi ? Kok lu bisa disini sih ? " Tanya Jackson .



Adit kini ikut bergabung dengan Sofi yang sudah duduk di sofa .


__ADS_1


" Gue mau kawin lari . " Ucap Sofi santai sambil menatap Adit .



" What ???? Gila kalian . Dit , kok lu gak ngomong dulu rencana kalian ini . Dikirain kita nyulik anak orang gimana . " Komentar Jackson heboh .



" Ssssttt diam dulu deh Jack . " pinta Adit .



" Sayang , kamu gak serius kan ? Kamu bercanda kan ? " tanya Adit lembut pada Sofi .



Sofi menggeleng .



" Aku serius . Ayo buruan , kita kabur terus nikah . " Ucap Sofi dengan yakin .



" Sayang , bukannya aku gak mau nikah dengan kamu . Tapi aku mau mendapatkanmu dengan cara yang baik sayang . " Adit memberi pengertian pada kekasihnya .



" Ya udah kalau kamu gak mau kawin lari , aku mau pergi aja. Aku akan kabur sendiri .  Wulan aja bisa kabur , aku juga pasti bisa kok . " Balas Sofi dan hendak berdiri namum segera di cegah oleh Adit .



Jackson sejak tadi mondar mandir bak setrikaan . " Beneran nekat Lu Sof . Gak ada kabur kaburan . Gue trauma tau gak sama acara kabur kaburan gini . "



" Terus kamu memangnya bisa terima, kamu rela kalau aku di jodohin dengan pria lain ? " tanya Sofi pada Adit yang kini memeluknya erat .



" Tentu saja tidak . Aku akan perjuangin kamu sayang . "




" Aku udah cari tahu soal pria yang mau di jodohin sama kamu . Dia itu anak dari pedagang beras terbesar di desa . " ucap Adit .



Jackson terlihat berpikir sejenak . " Lu udah cari tahu , apa ada pedagang lain yang jadi saingannya ? " tanya Jackson .



Adit mengangguk . " Ada . " Jawabnya singkat lalu saling berpandangan dengan Jackson seolah hanya dengan tatapan saja keduanya sudah saling memahami apa isi otak masing masing .



" Kok kalian malah bahas bisnis sih ... aku kabur aja lah . Udah paling pas . " Sela Sofi .



" Gak sayang , aku sama Jackson akan selesain ini dengan cara kami . Kamu tenang aja . " ucap Adit .



" Yang penting sekarang kamu harus mau balik ke rumah yah . Kalau orang tua kamu tahu kamu pergi dari rumah, mereka malah makin menyalahkan kita dan tidak akan memberi restu . " Lanjut Adit memberi penjelasan dengan pelan dan lembut . Tahu sendirikan bagaimana lambatnya loading seorang Sofi .



Sofi terdiam cukup lama . " Hemmm ... jadi aku kaburnya gak jadi nih ? " tanyanya sambil menatap Adit dan Jackson bergantian .



" Bener bener yah, baru kali ini gue temuin orang mau kabur tapi izin dulu . " komentar Jackson .



Sofi hanya tersenyum mendengar ucapan Jackson . " Tapi baliknya pagian aja yah , aku ngantuk dan capek . Tadi kesininya aku naik sepeda minjem punya anak tetangga . "


__ADS_1


Wanita itu lalu dengan santainya berjalan ke tempat tidur lalu berbaring .



Jackson tak bisa berkata kata lagi melihat kelakuan Sofi .



" Sumpah Dit , cewek Lu benar benar luar biasa . " komentar Jackson sebelum mendaratkan tubuhnya di sofa untuk melanjutkan tidurnya .



Sesuai dengan janji , paginya Jackson dan Adit mengantar Sofi kembali ke rumahnya .


Dan benar saja suasana rumah Sofi penuh ketegangan karena hilangnya Sofi yang jika sesuai rencana sebentar lagi akan di jodohkan dengan seorang pria .


Ayah Sofi yang melihat putrinya kembali diantar Adit dan Jackson segera menghampiri mereka.


" Kamu lagi .... " ucapnya penuh emosi sambil menunjuk wajah Adit .


" Maaf Pak . Sebelum Bapak salah paham lagi , akan saya jelaskan situasinya . Semalam Sofi datang ke penginapan saya dengan mengendarai sepeda sendirian . Dia meminta saya untuk membawanya pergi dari rumah .  " ucap Adit .


Pak Bachtiar sudah ingin melampiaskan kemarahannya saat mendengar jika putrinya ingin di bawa pergi .


" Sebenarnya bisa saja saya membawanya Pak , tapi itu tidak saya lakukan. Putri Bapak terlalu berharga untuk mengalami hal itu . Saya mencintai putri bapak dan menginginkan kehidupan bahagia bersamanya , dan saya yakin semua itu hanya bisa terjadi jika kami mendapat restu dari Bapak dan Ibu . " Ucap Adit dengan tenang .


" Berhentilah bicara ingin serius dengan putriku . Sebentar lagi dia akan saya nikahkan . " tolak Pak Bachtiar , ayah Sofi .


Di tengah ketegangan yang terjadi , ada seorang pria paruh baya berlari menemui Ayah Sofi . Ia lalu membisikkan sesuatu pada Ayah Sofi .


Terlihat ketegangan di wajah Ayah Sofi . Wajahnya  berubah menjadi merah , " Enak saja . Mentang mentang dia orang kaya , seenaknya saja mau membatalkan tanpa pemberitahuan . "


Ayah Sofi sudah akan beranjak pergi dengan emosi , namun Ia segera dicegah oleh Adit .


" Pak , ku harap Bapak bisa menyadari betapa berharganya putri Bapak . Kenapa Bapak harus menggantungkan hidupnya pada pria yang tidak bertanggung jawab seperti itu . "


Ayah Sofi terdiam . Terlihat di wajahnya raut penyesalan .


" Jika Bapak mengizinkan , saya akan membawa Mama saya untuk melamar Sofi . Yang penting tidak ada kesalah pahaman lagi , saya juga menghawatirkan kesahatan Mama saya . " Lanjut Adit .


Sofi yang terharu mendengar keseriusan Adit segera memeluk sang Ayah .


" Pa... ku mohon . Biarkan aku memilih calon suamiku sendiri . Aku ingin menikah dengan orang yang ku cintai . Tolong terima Adit Pa . " ucap sofi sambil terisak memeluk ayahnya .


Dengan mata berkaca kaca  , Pak Bachtiar balas memeluk putrinya . " Maafkan Bapak Nak . Sekarang Bapak serahkan semua pilihannya padamu . Jika memang menurutmu dia yang terbaik dan bisa bertanggung jawab , maka Bapak dan Ibu akan menerimanya . "


Adit dan Jackson akhirnya bisa bernapas lega .


Jackson ikut bahagia karena usaha mereka semalam tidak sia sia . Dengan sedikit uang dan gertakan , mereka bisa mengendalikan situasi .


Adit berbalik menatap Jackson  , keduanya hanya bisa bertukar senyum penuh arti .


" Ck... ck... ck...Untuk memenangkan cinta sekarang juga bisa dengan berbisnis  . " Gumam Jackson lirih .


.


.


.


.


.


.


"Perjuangan dalam membangun dan menjaga esensi dari cinta, karena cinta bukan ditemukan melainkan ditentukan lewat kehendak untuk membangun."


.


.


.


.


.


.


To be continue

__ADS_1


__ADS_2