
Biasanya Jackson selalu menunggui Cinta tidur lebih dulu barulah Ia juga ikut tertidur , namun malam ini entah mengapa matanya tak bisa diajak bekerja sama .
Sudah satu jam sejak Jackson tertidur , tapi mata Cinta belum juga ikut terpejam . Entah mengapa perasaannya gelisah . Pinggangnya terasa sakit , sudah tiga kali Ia berbalik kiri dan kanan tapi tetap saja rasanya masih tidak nyaman .
Cinta mencoba tidur terlentang walaupun Ia akan merasa sedikit sesak , namun tiba tiba rasanya perutnya mengalami kontraksi .
Cinta meremas seprei untuk menahan rasa sakit akibat kontraksi itu . Hanya beberapa detik lalu rasa sakitnya menghilang .
" Apakah ini sudah waktunya kami bertemu kamu baby ? " batin Cinta .
Cinta memutuskan untuk menunggu kontraksi berikutnya barulah Ia membangunkan Jackson .
Cukup lama Ia menunggu , 30 menit berlalu tidak ada tanda tanda kontraksi lagi . Cinta turun dari tempat tidur dan berjalan bolak balik di samping tempat tidurnya . Meminum segelas air putih lalu kembali duduk di tepi tempat tidur .
Sudah 1 jam berlalu , masih tidak ada tanda tanda akan kontraksi lagi . Cinta akhirnya kembali berbaring dan memaksa matanya terpejam .
Baru sesaat matanya terpejam , rasa sakit yang sama kembali terasa di perutnya .
" Aauuucchhh..... " Keluh Cinta .
Rasa sakitnya masih sama , hanya beberapa detik lalu menghilang . Hal yang sama berulang beberapa kali dengan jarak waktu sekitar 1 jam . Cinta tak bisa lagi memejamkan matanya . Ia melirik jam di atas nakas sudah pukul 2 pagi .
Rasa sakit yang Ia rasakan di perutnya kini semakin sering muncul dengan durasi yang lebih lama .
Ia duduk bersandar , menahan rasa sakit yang kini muncul lagi . Yang aneh baginya mengapa Ia merasa seprei tempat tidurnya menjadi lembab .
Cinta menyalakan lampu di atas nakas , betapa terkejutnya Ia saat melihat ada cairan yang merembes dari pangkal pahanya membasahi seprei .
Masih menahan sakit , Ia coba membangunkan Jackson . Ia menepuk nepuk lengan suaminya . Namun tak ada respon .
" Saa... yaanng... auucchhh.... bangun . " Ucapnya disela sela rintihannya menahan sakit .
Jackson masih tetap memejamkan matanya .
Karena rasa sakit yang semakin kuat , Cinta tak sadar malah menarik rambut Jackson tak kalah kuat .
Jackson sontak terbangun karena rasanya kepalanya akan botak setelah ini .
" Sayang apa apaan sih , kenapa menarik rambutku . " keluh Jackson masih dengan mata yang belum membuka sempurna .
Cinta meringis .. " Itu... baasaahh ... baaasaahhh sayang . " ucapnya terbata .
" Basah ? Itu ? Itu apa ? Kamu kepengen lagi ? " tanya Jackson menafsirkan lain ucapan Cinta .
Jackson menekan saklar lampu yang tak jauh dari tempat tidurnya , dan betapa terkejutnya Ia saat melihat Cinta sedang meringis menahan sakit , dengan piyama dan seprei yang sudah basah .
" Sayang ..... Astaga..... " Teriaknya panik .
" Bagaimana ini ? " tanya Jackson pada dirinya sendiri . Ia mulai panik apalagi saat Ia melihat istrinya meringis menahan sakit sambil terus mengatur napasnya .
" Sebentar .... sebentar ... jika istri akan melahirkan maka yang dilakukan adalah ..... "
Jackson bergumam sambil mengingat ingat pelajaran yang Ia terima saat mengikuti kelas persiapan persalinan bersama Cinta .
__ADS_1
" Akkkhhh... kenapa malah lupa sih . " gerutunya .
" Apa yang kamu lakukan ? Kenapa malah mondar mandir . " tegur Cinta pada suaminya saat rasa sakitnya kembali menghilang .
" Hah ?? Maaf sayang aku lupa pelajarannya . " ucap Jackson menyesal sambil menggenggam tangan Cinta .
Cinta menghela napasnya . " Ambil tas yang sudah kusiapkan di lemari , lalu kita kerumah sakit . " ucap Cinta perlahan agar Jackson paham .
Jackson mengangguk . Ia segera berlari ke walking closet mengambil tas yang Cinta maksud lalu memakai jaket dan mengantongi ponselnya .
Ia juga memakaikan Cinta jaket lalu menggendongnya menuju mobil . Di dalam perjalanan Jackson menghubungi Mami dan Papi . Lalu menghubungi Adit agar membuat persiapan di rumah sakit .
Jackson melakukannya semua sendiri dalam keadaan panik . Ia bahkan tidak lagi mengunci pintu rumah dan gerbangnya .
Rasa sakit di lengannya akibat cengkraman tangan Cinta tak terasa lagi bagi Jackson . Sesekali Ia melirik Cinta yang begitu tenang mengatasi rasa sakit karena kontraksi .
Tak butuh waktu lama , kini Cinta dan Jackson sudah tiba di rumah sakit . Dokter yang sudah mendapat kabar dari Adit sudah menunggu di depan lobby IGD .
Jackson segera menggendong Cinta dan membaringkannya di atas brankar . Menitipkan kunci mobilnya pada sekuriti , lalu ikut mendorong brankar istrinya menuju ruang persalinan .
Dokter yang akan membantu proses persalinan sudah tiba . Ia segera melakukan pemeriksaan .
" Sudah pembukaan 7 yah Bu .... sedikit lagi . Mohon bersabar . "
Cinta mengangguk lemah .
Jackson dengan setia mendampingi di sisi brankar Cinta . Mengelus lembut kepala istirnya sambil terus membisikkan hal hal yang bisa menyemangati Cinta .
" Sayang , kamu kuat yah . Sebentar lagi kita akan bertemu anak kita . " Ucapnya .
Cinta hanya mengangguk dan tersenyum . Ia bersyukur Jackson ada di sisinya kini .
Tak lama Mami dan Papi tiba dengan tak kalah paniknya .
" bagaimana Jack ? " tanya Mami .
" Sudah bukaan 7 ,sebentar lagi kata dokter . " Jawab Jackson singkat .
Mami ikut menggenggam tangan Cinta , memberi dukungan bagi menantu kesayangannya .
Mami sungguh bangga pada Cinta , selama Ia disana tak sekalipun Ia mendengar teriakan Cinta menahan sakit . Cinta hanya sedikit meringis , lalu kembali mengatur napasnya .
Dokter kembali melakukan pemeriksaan , " Sudah siap persalinan , mohon Bapak dan Ibu menunggu diluar . " ucap Dokter pada Mami dan Papi .
Setelah siap, dokter mulai memberikan aba aba . Cinta mengikuti instruksi dokter dengan baik sambil terus menggenggam tangan Jackson kuat kuat .
Mata Jackson sudah berkaca kaca melihat perjuangan istrinya untuk membawa buah hati mereka ke dunia .
Dan setelah mengedan dengan kuat yang ketiga kalinya , barulah terdengar suara tangisan bayi .
" ooeeekkk .... oeeekkk .... "
Mendengar suara tangisan buah hati mereka membuat Jackson dan Cinta tak kuasa menahan air mata bahagia .
__ADS_1
Jackson menciumi kening istrinya yang basah karena peluh . " Terimakasih sayang , terimakasih . Kamu hebat , kamu luar biasa , Aku mencintaimu dan anak kita . " Ucap Jackson .
Cinta tersenyum sambil mengangguk pelan .
Sementara di depan pintu ruang bersalin , Mami Lastri , Papi Haryono , Adit , Sofi dan Geby secara bersamaan mengucap syukur ketika mendengar suara tangisan bayi dari dalam ruangan . Papi segera menarik Mami yang menangis haru kedalam dekapannya . Begitu juga Sofi yang berhambur kedalam pelukan Adit sambil sesekali menyeka hidungnya yang berair karena menangis bahagia . Sedang Geby , tentu saja dia juga ikut menitikkan air matanya karena ikut merasakan kebahagian bosnya . Tapi di sisi lain , Geby juga merasa sedih karena saat ini tidak ada seseorang yang bisa Ia peluk seperti Papi dan Mami atau Adit dan sofi .
( readers ada yang mau gak di peluk Geby ? )
~ Kembali ke dalam ruang bersalin ,
" Selamat yah Bu Cinta dan Pak Jackson , bayi kalian laki laki , sehat dan sangat tampan . " ucap dokter memecah suasana haru diantara pasangan tersebut .
" Sayang ... kamu dengarkan ... kata dokter Jackson junior sangat tampan , tentu saja Ia akan mengikuti ketampanan daddy nya . " Ucap Jackson mengundang tawa dari dokter dan perawat yang membantu persalinan Cinta .
Setelah di bersihkan dan di periksa oleh dokter anak , bayi mereka kini diletakkan di dada polos Cinta . Air mata Cinta luruh saat merasakan sentuhan kulit dengan putranya untuk pertama kali .
Jackson juga kini tengah mengadzani putranya . Terselip doa di hati Jackson untuk Anaknya . Rasa syukur yang tak bisa Ia ungkapkan membuatnya menitikkan air mata .
" Sayang , Daddy dan Mommy sangat menyayangimu . " Bisiknya pelan di telinga putranya saat Ia selesai mengadzani .
Jackson menatap lekat dua orang yang kini menjadi tujuan di setiap langkah dalam hidupnya .
Tidak ada kebahagiaan yang pernah Jackson rasakan seperti saat ini .
Melihat senyuman kebahagiaan di wajah Cinta membuatnya jadi teringat bagaimana pandangan pertama yang berhasil membuatnya menjatuhkan hati pada wanita itu .
Dan tadi ketika pertama kali Ia mendengar tangisan putranya , Jackson sadar bahwa putranya telah berhasil membuatnya jatuh cinta dan menyanyanginya bahkan sebelum mereka bertemu .
.
.
.
.
.
" Setiap anak harus selalu bersyukur karena lahir dari seorang Ibu yang luar biasa . "
.
.
.
.
.
The END
( Terimakasih yang sebesar besarnya buat para pembaca yang sudah meluangkan waktu kalian yang berharga untuk membaca karya saya yang masih sangat jauh dari kesempurnaan . Terimakasih dukungan kalian semuanya , dan maaf jika masih terdapat banyak kesalahan dan kekurangan di dalamnya . Semoga ke depannya , aku bisa membuat karya yang lebih baik . )
__ADS_1
Ps : Othor masih bimbang , apa perlu buat ext chapt lagi gak ? menurut kalian gimana ?