
Di salah satu lounge yang ada di Bandara , Papi Haryono , Mami Lastri , Adit , Sofi , Rere dan kekasihnya Dave sedang menunggu kedatangan pasangan Jackson dan Cinta beserta asistennya Geby .
" Dit , telponin si Geby lagi . Udah dimana mereka ? Bisa telat nih . " Keluh Papi Haryono .
Adit menghubungi ponsel Geby namun tak ada jawaban . Selagi Ia terus mencoba menghubungi ponakannya itu , tak lama muncullah Jackson dan Cinta menyapa semuanya .
" Selamat pagi semuanya . " Ucap Jackson tak merasa bersalah .
Sementara Cinta , Ia segera menyalami dan memeluk kedua mertuanya secara bergantian .
Lalu beralih memeluk Sofi dan Rere , dan menyapa Adit dan Dave .
" Maaf Mami , Papi . Kami kesiangan , untung ada Geby yang bangunin . Aku sampai gak sempat make up dulu karena waktunya mepet . "
Geby yang baru datang dengan napas masih memburu , segera mengambil hairdryer portable yang tadi sengaja Ia bawa saat melihat rambut bosnya masih basah saat akan berangkat ke Bandara .
" Bu... keringin rambutnya dulu , bisa kena flu kalau dibiarin . " ucap Geby .
Cinta mengangguk setuju dan membiarkan Geby melakukan tugasnya .
Geby memang asisten multi talent . Sejak ada Geby , Cinta lebih sering mempercayakan Geby untuk menata rambutnya .
" Pasti ini kerjaan Jackson kan ? Gak ingat waktu kalau udah main . Istri lagi hamil kok , awas aja dibuat kelelahan apalagi sampai kurang tidur . " Omel Mama Lastri pada putranya yang duduk disamping Cinta .
" Mami malah nyalahin Jackson . Debay lagi kangen Daddy nya , makanya aku tengokin . " Jawab Jackson .
" Gak usah bawa bawa cucu papi yah . Itu emang kamunya aja yang selalu nyari nyari alasan . " Ucap Papi .
Yang lainnya juga ikut ikutan mendukung Papi Haryono .
Riasan wajah tipis dan tatanan rambut Cinta sudah selesai bersamaan dengan datangnya salah satu petugas bandara yang meminta mereka untuk naik ke pesawat yang akan membawa mereka menuju Malang .
Sementara di rumah Ayah dan Bunda , semua persiapan sudah selesai . Memang tak seheboh dan tak semewah saat acara di kediaman keluarga Haryono , tapi persiapan acara kali ini juga tidak bisa dibilang sederhana .
Tenda besar yang telah terpasang di depan rumah menarik perhatian beberapa tetangga .
Di dalam rumah juga sudah penuh dengan dekorasi .
Hidangan makanan kali ini disiapkan khusus oleh chef dari hotel milik Haryono Grup yang ada di Malang .
Begitu juga dengan semua persiapan pesta mulai dari tenda dan dekorasinya semua disiapkan oleh karyawan yang ditugaskan langsung oleh Jackson .
Ayah dan Bunda awalnya menolak , tapi Jackson memaksa karena tak ingin menyusahkan kedua mertuanya .
Rombongan Cinta dan Jackson baru saja tiba , segera di sambut oleh Ayah , Bunda , Mbak Amel dan suaminya . Tak lupa si kecil Lila yang langsung berhambur memeluk Jackson .
" Lila udah gede sekarang . " Ucap Jackson .
" Iya dong Om , Lila rajin minum susu dan makan nasi . Makanya Lila cepet gede . " Jawab Lila polos mengundang tawa yang lainnya .
Setelah makan siang bersama , Mami dan Bunda mulai sibuk memeriksa kembali persiapan untuk acara adat nujuh bulanan yang akan berlangsung besok .
Sementara Papi dan Ayah mengisi waktu mereka dengan bermain catur .
Ketiga pasangan yang lain kini sedang mengobrol santai di teras rumah Cinta .
Jackson tak pernah menjauhkan tangannya dari perut buncit istrinya .
" Bang Sultan , sebenarnya gue masih penasaran deh . " Ucap Sofi membuka obrolan mereka sore itu .
" Penasaran tentang apa ? " tanya Cinta .
__ADS_1
" Bang Sultan tahu dari mana kalau adek bayinya mau di jenguk ? Emang bayi di dalam kandungan udah bisa ngomong ? " tanyanya dengan raut wajah serius .
Semua orang yang mendengar pertanyaan Sofi tertawa , kecuali Adit yang kini menunduk sambil memijit keningnya .
" Sof.. sof.. kenapa dibawa serius sih ucapan Jackson . " Ucap Rere .
" Ohh .. jadi tadi Bang Sultan cuma bercanda . Kirain beneran bayinya bisa ngomong . " ucap Sofi lega .
" Eh.. siapa bilang gue bercanda ... gue serius kok .. " Sela Jackson , Ia berniat mengerjai Sofi .
Sofi dibuat bingung . " Loh yang benar yang mana nih ? "
" Gue lah . Lu kalau mau buktiin gampang kok . Coba lu elus elus nih perut , terus lu ajak ngobrol deh . Pasti di jawab sama debaynya . " Ucap Jackson .
Ternyata Sofi percaya dan melakukan apa yang dikatakan Jackson .
Dengan lembut Ia mengelus perut Cinta , " Halo adek bayi ... kenalin ini Aunty Sofi yang cantik . " ucapnya lembut .
Cukup lama Sofi menempelkan telinganya di perut Cinta . Keningnya mengernyit , " kok debaynya gak jawab ? "
" Masa sih ? Jangan jangan debaynya gak mau kenalan lagi sama Lu . " ucap Jackson .
" Debaynya ngambek kali , dia tahu nih kalau lu suka rempongin emaknya . " Timpal Rere ikut ikutan mengerjai Sofi .
" Jadi debaynya gak suka ma gue yah ? Gitu ? " ucapnya lirih .
Adit yang menyadari jika kekasihnya kini berubah murung segera menghiburnya .
" Gak kok ... debaynya cuma lagi bobo siang aja . Makanya gak jawab salam kamu sayang . Iya kan Cin ? " ucapnya meminta dukungan Cinta .
" Iya .. iya ... debaynya lagi bobo . " ujar Cinta dengan senyum .
Sofi akhirnya kembali tersenyum . " Ya udah lu bilang yang kalau debay udah bangun , gue mau nyapa lagi . " ucapnya polos .
Yang lainnya kembali tertawa melihat tingkah kekasih Adit itu .
" Awas lu yah Jack ... bakal repot nih gue bentar jelasinnya gimana . " keluh Adit membuat yang lainnya makin tertawa karena penderitaan Adit .
( Jika ada yang tanya Geby dimana , Geby lagi kabur dari kejaran Lila . Karena Lila terus terusan menakuti Geby dengan kucing gendut piaraannya . )
Malam harinya setelah makan malam bersama , rombongan kembali ke hotel untuk beristirahat .
Kecuali Cinta dan Jackson akan tetap tinggal di rumah Ayah dan Bunda .
Mereka semua sudah tidak sabar untuk acara nujuh bulanan besok .
__ADS_1
Hari yang dinantikan telah tiba . Semua keluarga dan sahabat dari Cinta dan Jackson yang bertindak sebagai tuan rumah sudah siap memyambut para tamu dengan menggunakan pakaian adat jawa .
Tamu undangan tidak sebanyak saat syukuran 4 bulanan Cinta . Kali ini hanya kerabat Ayah dan Bunda , juga tetangga dan teman teman masa sekolah Cinta dulu .
Acara dimulai dengan pengajian bersama anak yatim piatu dari beberapa panti asuhan .
Setelah itu dilanjutkan dengan acara adat . Diawali dengan Cinta yang berganti pakaian siraman lengkap dengan bando melati .
Hal itu sukses membuat Jackson tak berkedip saat menatap Cinta .
Jackson mendampingi Cinta berjalan menuju gubuk siraman , didahului dengan orang tua keduanya yang berjalan di depan mereka .
" Sayang ... kamu cantik banget pakai baju ginian . Ihh.. rasanya pengen kuculik masuk ke kamar deh . " ucap Jackson berbisik .
Namun sayang ucapannya barusan terdengar oleh Mami Lastri . Wanita paruh baya itu segera menengok kebelakang " awas aja kamu macam macam yah Jack . " Ancamnya .
Setelah sampai di gubuk siraman , satu per satu acara adat dilakukan , mulai dari siraman . Kemudian Cinta juga berganti kain sebanyak 7 kali , dilanjutkan Jackson meloloskan telur kedalam kain putih yang sudah di sarungkan pada Cinta . Ayah juga ikut meloloskan belut kedalam kain sebanyak 7 kali .
Kemudian dilanjutkan dengan Jackson melakukan beberapa tahapan acara adat menggunakan kelapa . Mulai dari memilih kelapa yang sudah di gambar sampai dengan membelah kelapa .
Jackson dan Cinta mengikuti satu per satu acara adat tersebut dengan sabar penuh rasa haru , bahagia , dan syukur .
Kini mereka sedang berganti baju , dan siap siap untuk berjualan rujak . Masih salah satu dari tahapan acara adat .
Suasana acara yang awalnya tenang dan khidmat tiba tiba menjadi riuh saat para tamu mulai memperebutkan uang hasil penjualan rujak tersebut .
Jackson sangat bahagia dan terhibur dengan acara adat seperti ini . Ini adalah pertama kali baginya melihat rangkaian acara adat seperti ini . Apalagi kini bukan hanya melihat , Ia sendiri yang melakukannya .
Setelah acara adat selesai , para tamu mulai menikmati hidangan yang disajikan .
Cinta sedang menyapa dan berterimakasih atas kedatangan teman teman lamanya .
" Selamat yah Cin atas kehamilannya . Semoga semuanya lancar sampai persalinan . " ucap salah satu teman SMA Cinta .
" Cin , nanti kalau anakmu lahirnya beneran laki jodohin sama anakku yah .. hehehe " timpal salah satu teman wanita Cinta yang sedang menggendong bayi perempuan .
Cinta hanya tersenyum tak menanggapi candaan temannya .
" Ye .... sekalinya kamu tahu kalau anak Cinta bakalan jadi pemilik hotel nantinya kalau udah gede' seenaknya aja kamu mau jodoh jodohin . " Sela temannya yang lain .
Cinta mendengar itu hanya bisa menghela napasnya . Walaupun Ia tahu jika itu hanya candaan dari teman temannya tapi Ia tetap merasa tak nyaman .
Ternyata bukan hanya teman temannya saja , beberapa tetangga bahkan sampai bertanya langsung pada Cinta mengenai berita yang beredar jika untuk nujuh bulanan kali ini apa benar bayi yang dikandung Cinta menerima hadiah dari keluarga suaminya berupa sebuah hotel mewah yang berlokasi di Malang .
Cinta tak menjawab pertanyaan ibu ibu kepo itu . Ia memilih masuk ke dalam rumah untuk menemui suaminya dan menceritakan semuanya .
" Terus gimana ? Lah emang benar kan , papi emang ngasih hadiahnya itu buat anak kita . " Ucap Jackson .
" Iya ... tapi ... aku gak suka aja anak aku di omongin bahkan saat dia masih di dalam kandungan . " elak Cinta .
Jackson memeluk Cinta erat . Mendekap istrinya sambil mengelus lembut punggung Cinta .
Sesekali Ia mengecup puncak kepala Cinta untuk menenangkan istrinya .
" Gak usah dipikirin . Biarin aja . Yang penting adalah kesehatan kamu dan anak kita sayang . " Ucap Jackson bijak .
Cinya tersenyum dalam dekapan Jackson .
" Ada yang bilang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya sayang , jadi jangan heran jika anak kita nantinya akan menjadi pusat perhatian sama seperti daddy nya . " lanjut Jackson membanggakan dirinya .
Akhirnya Cinta bisa kembali tertawa setelah mendengar ucapan sang suami . " Kamu yah , dari dulu selalu over PD . " ucapnya sambil terus tertawa .
.
.
.
.
.
.
"Cinta itu saling menguatkan jika engkau ikhlas dalam kebersamaan."
.
.
.
.
.
To be continue
__ADS_1