
" Kakak..." ucapnya pelan sembari menundukkan kepalanya,dia tak mampu untuk memandang sang kakak yang berdiri di depannya.
Davin masuk kedalam kamar tersebut, dan langsung duduk di sofa yang ada di kamar hotel itu, di ikuti dengan Clara dan Laura.
" Kak, kenapa kakak memberitahukan kalau aku ada disini dengan kak Davin, kakak kan sudah berjanji tidak akan memberi tahu kan semuanya pada kak Davin "
" Aku tidak memberitahukan pada Davin kalau kamu ada di hotel ini, tapi dia tahu sendiri kalau kamu berada di sini "
" Laura kenapa kamu tidak pulang kerumah ? dan kenapa kamu sudah datang dari luar negeri kamu tidak bilang sama kakak, ada apa Laura ? apakah kamu tidak sayang sama mamah ?kamukan tahu keadaan mamah seperti apa menjaga Keyra,mamah berharap kamu ada di samping mamah menemani mamah, tapi nyatanya kamu datang ketanah air tidak bilang sama kami dan malah menginap di sini, ada apa dengan kamu Laura " tanya Davin seraya menatap Adiknya dengan penuh tanda tanya.
Laura hanya terdiam dan dia tidak bisa menjawab pertanyaan kakaknya. Davin terus menatap sang adik yang tidak menjawab pertanyaannya tersebut.
Terdengar isak tangis Laura, Davin langsung mendekati sang adik dan merangkulnya.
" Ada apa sama kamu dek, katakan pada kak Davin " ucap Davin seraya membelai kepala adiknya tersebut yang masih menangis sesegukkan.
Namun Laura hanya bisa terdiam di dalam rangkulan sang kakak dia tidak bisa berbicara apa yang dia alami.
" Davin, mungkin Laura masih tidak bisa mengatakannya langsung, biar aku yang akan ceritakan padamu Vin. " ucap Clara mendekati Davin dan duduk didepannya.
Davin yang mendengar perkataan Clara langsung saja menoleh kearah Clara dan menatap Clara dengan lekat ke mata beningnya Clara mencari penjelasan di sana.
Clara mengerti, dan dia pun tersenyum pada orang yang sebenarnya sangat di cintainya tersebut.
" Waktu itu Laura aku temukan di jalan sepi dengan sebuah mobil milik temannya seorang diri, Aku tidak tau kalau Laura ini adalah adik kamu Vin." Clara menarik nafasnya dengan pelan dan melanjutkan kembali bicaranya.
" Saat itu aku melintasi jalan itu dan berlawanan arah dengan Laura kala itu,dan aku melihat Laura seperti hilang arah dan terlihat ketakutan sekali, aku pun menghampirinya dan menanyakan apa yang terjadi, awalnya dia tidak mengatakan apa-apa hanya terdiam saja dan langsung lemah terduduk di aspal,langsung aja aku ajak dia ke mobil ku dan mobil temannya di bawa sopirku.Sesampinya di hotelku ini aku suruh tinggal sementara dulu di sini."
" Apa masalahnya sampai dia di tempat itu ? cepatlah katakan pada ku Clara apa penyebabnya. "
Clara menarik nafasnya dengan pelan dan menghembuskannya dengan perlahan.
" Aku harap kamu tidak terkejut saat aku kasih tahu kebenarannya. "
__ADS_1
" Nggak usah berbelit-belit cepatlah ceritakan padaku ada apa "
" Laura melakukan tabrak lari pada seorang ibu-ibu dan ibu itu sekarang tidak tahu kabar beritanya apakah korban tersebut meninggal dunia atau bisa terselamatkan "
" Apa?! tabrak lari ? Astagfirullahhalazim ..." ucap Davin dan langsung menatap Adiknya.
" Kamu sudah membuat kesalahan Laura, seharusnya kamu itu menolong sang ibu itu dan membawanya kerumah sakit terdekat, dan kamu harus mempertanggung jawabkan kesalahan kamu Laura. "
" Nggak kak!!...Laura ngak mau di penjara " tangisnya pecah
" Tidak Laura!! kamu harus pertanggung jawabkan semuanya..." ucapnya lagi.
" Kapan Laura kejadian nya? " tanya DAvin.
" Sekitar 5 bulan yang lalu kak, satu bulan kejadian itu Laura diantar oleh kak Clara balik keluar negeri sebentar mengurus berhenti kuliah sementara karena Laura takut kak, Laura trauma." ucapnya seraya menatap sang kaka yang juga menatapnya dengan tajam.
" Apa ?! kamu berhenti sementara kuliah? kamu memang kebangetan Laura, kamu juga salah Clara seharusnya adik ku sudah melanggar hukum seperti itu seharusnya kamu jangan melindunginya dan kamu seharusnya juga memberikan kabar kepada ku " ucapnya marah.
Davin langsung terduduk di sofa, dan menutup sebagian wajahnya dengan kedua tangannya seraya bertumpu di atas kedua pahanya. terdengar tarikan nafas yang berat dan Laura sang adik langsung bersimpuh di kaki sang kakak.
" Kak...maafkan Laura kak, maafkan Laura. " ucapnya di isak tangis nya.
Davin hanya terdiam, dan membiarkan sang adik menangis kesesugukkan.
" Ya Allah, cobaan apa lagi ini yang menimpa keluarga ku." gumamnya.
" Laura " panggilnya.
Laura menatap sang kakak dan mendongakkan kepalanya kearah kakaknya tersebut.
" Dimana mobil yang kamu kendarai itu"
" Ada kak di garasi hotel ini. "
__ADS_1
" Kata Clara mobil itu punya teman kamu, kenapa masih ada di hotel ini ? ucapnya seraya menatap sang adik.
" Davin, tenang! mobil itu ada di garasi hotel ini karena mobil itu memang aku sembunyikan di sana, terpaksa mobil itu aku beli dari temannya Laura. " terang Clara.
" Barapa kamu beli ?" tanya Davin.
" Murah Vin, memang kenapa?" tanya Clara.
" Chat aja harganya biar aku bisa mengganti uang kamu, dan mobil itu biar aku bawa pulang kerumah, dan terimakasih sudah menyembunyikan adik ku, yang sebenarnya itu adalah sikap yang salah" ucapnya seraya berdiri.
" Laura, kemasi barang barang mu kita pulang sekarang." ajaknya.
" Davin ! aku nggak meminta ganti rugi akan pembelian mobil itu, aku murni hanya menolong Laura karena aku sudah menganggap Laura adalah adik ku sendiri." ucapnya.
" Terimakasih Clara, tapi aku tidak ingin berhutang pada siapa pun, tetap aku tunggu chat kamu ke aku,berapa nominal pembelian mobil itu, Laura kakak tunggu di depan" ucapnya kemudian berlalu dari hadapan mereka berdua.
" Cowok ini memang keras kepala, tapi aku suka dengan sikapnya itu. " gumamnya seraya tersenyum tipis.
Davin melangkah menuju keluar dan sesampainya di luar dia meremas rambutnya seraya berteriak pelan, dia tidak peduli dengan tatapan heran pengunjung hotel yang melihat dirinya seperti orang banyak masalah, yah ! memang dia sudah banyak masalah yang di tanggungnya, dari komanya istrinya sampai mamahnya sendiri menyuruh dia mencari pengganti Sherly dan sampai akhirnya masalah adiknya yang melakukan kesalahan tabrak lari yang menimpa seorang ibu-ibu yang sekarang tidak tahu keberdaannya saat ini.
" Aku akan mencoba menyelidiki siapa sebenarnya yang sudah di tabrak oleh Laura, apakah sudah meninggal atau masih hidup, aku tidak yakin kalau sampai selamat karena tertabrak mobil, kemungkinan selamat sangat kecil, mudah mudahan saja tidak meninggal " gumamnya.
" Kakak " panggil Laura.
Davin menoleh kearah suara.
" Kamu sudah siap ? "
Laura mengangguk dan mereka berdua berjalan menyebrangi jalan menuju kearah mobil Davin yang terparkir di seberang jalan.
tapi sebelumnya mereka berpamitan dengan Clara.
Clara tersenyum penuh arti menatap kepergian Laura dan Davin, senyuman penuh artinya hanyalah dia yang tahu.
__ADS_1