Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 22


__ADS_3

" Davin...apa yang kamu pikirkan? " tanya Haris merasa heran karena Davin sepertinya merasa terkejut mendengar ceritanya.


" Aku langsung kepikiran dengan kejadian yang dialami Laura, aku langsung kearah sana karena kamu mengatakan kalau ibunya Fatimah mengalami kecelakaan dan mengalami koma." ucapnya dan dianggukkan Haris.


" Bisa jadi itu, kalau kamu bisa menikahi Fatimah kamu akan tahu tentang kisah ibunya dan kecelakaan yang dialaminya itu. ucap Haris sembari menatap sang bos.


" Bisakah kamu yang menanyakannya pada Fatimah?" tanya davin meminta pada Haris.


" Jangan aku dong, kan tidak enak jadinya, bukan aku tidak mau membantu kamu, tapi alangkah baiknya kamu menyetujui tentang keinginan tante Santi yang ingin bermenantukan Fatimah, dengan begitu kamu bisa mengetahui lebih banyak lagi tentang Fatimah." ucap Haris sembari menatap kearah Davin.


" Maafkan aku Davin, bukannya aku tidak ingin membantu kamu dengan menanyakannya dengan Fatimah secaa langsung tapi karena ini adalah keinginannya tante Santi agar membujuk kamu supaya kamu mau menikah dengan Fatimah." gumamnya sembari mengingat pembicaraan dirinya dengan tante Santi ibu Davin.


** Flasback On **


Bu santi masuk ruangan Haris disaat dia hendak pergi berbelanja dengan Fatimah dan Fatimah disuruhnya menunggu didalam mobil, karena bu Santi melihat Haris sudah mengenal Fatimah yang baru saja bertandang kekantor Davin.


" Haris bisakah kamu menolong tante ? " pinta bu Santi pada Haris yang sedang duduk diruangannya.


Haris yang terkejut karena nyonya besarnya berada diruangannya itu, dia mengira nyonya besarnya itu sudah pergi berangkat berbelanja ternyata dia malah menemuinya diruangannya.

__ADS_1


" Oh iya tante apa yang bisa Haris batu, kalau haris bisa akan haris bantu."


" Begini nak Haris, bisakah kamu membujuk Davin untuk menikah lagi?" tanyanya sembari duduk didepan haris.


Haris tertegun dengan ucapan bu Santi, dia tidak menyangka kalau bu Santi menaruh harapan besar pada sang anak agar anaknya itu bisa mengecap kebahagian yang layak dengan istri barunya tersebut.


" Hmmmm, bukannya Haris tidak mau membantu tante untuk membujuk Davin tapi sudah berulang kali Haris katakan agar dia bisa mencari pengganti Sherly agar Keyra ada yang menjaga dan merawatnya serta menyayanginya sepenuh hatinya, tapi tante tahukan sikap dan sifat Davin belakangan ini setelah Sherly koma begitu panjangnya, dia betah sendiri dan menghabiskan waktunya hanya untuk bekerja dan menjenguk Sherly dirumah sakit, bahkan dia percaya kalau sebenarnya Sherly masih hidup bukan tiada, karena dia berpikiran dengan peralatan medis yang berada ditubuh istrinya itu mampu mempertahankan hidup istrinya dan mampu membuka kedua mata istrinya, tapi harapan itu tinggal harapan hari demi harinya Sherly masih betah menutup matanya. Tapi tenang aja tante, Haris akan berusaha untuk membujuknya sampai dia mau menikah lagi, tapi ngomong-ngomong siapa kandidatnya tante? pilihan tante atau Davin disuruh mencari sendiri, tapi kalau Davin diberi kepercayaan untuk mencari sendiri saya rasa tidak mungkin dapat dengan cepat tante, lebih baik tante yang mencarikannya." ucap Haris panjang lebar pada bu santi, karena Haris menganggap bu santi adalah ibunya sendiri jadi dia berbicara tidak merasa canggung


Bu santi tersenyum,,,


" Tante sudah ada calonnya Ris, tapi tante belum tahu apakah Davin menyukainya atau tidak, tapi tante sangat menyukainya dan sangat menginginkannya sebagai istri Davin, bukannya tante tidak ingin berharap Sherly sadar, tapi sudah berapa tahun Sherly betah menutup matanya, dia hidup dengan bantuan alat medis seperti itu dan tante tidak tega dengan keadaannya makanya tente tidak kuasa melihatnya." ucap Bu santi terlihat sedih dengan ucapannya.


" Iya tante benar apa kata tente Santi, yang membuat Sherly bertahan hanya dengan alat medis itu, selebihnya hanya doa dari kita semua, oh ya tante siapa kandidatnya?"


" Fatimah?" ucap Haris terkejut karena dia tidak menyangka kalau Bu santi menyukai kepribadian Fatimah.


Haris menganggukkan kepalanya.


" Memangnya kenapa dengan Fatimah, dia baik, dan dia juga sopan, tante suka dengannya dimasa mudanya dia berjuang demi sang ibunya yang sedang dirawat dirumah sakit karena mengalami kecelakaan dan mengalami koma." Terang Bu Santi.

__ADS_1


" Apa? koma? jadi selama ini dia sering kerumah sakit ibunya koma, kenapa tante?"


" Jelasnya tante juga tidak tahu penyebab kejadiannya, karena dia hanya bercerita kalau ibunya itu koma karena mengalami kecelakaan, dan dia memerlukan uang banyak karena sering menebus obat diluar rumah sakit jika persediaan obat tidak tersedia dirumah sakit."


Haris mnganggukkan kepalanya mengerti dengan apa yang dikatakan Bu santi.


" Naiklah tante Haris akan bantu membujuk Davin sampai mau menerima Fatimah sebagai istrinya.'


" Ini semua juga demi Keyra, yang sangat menyayangi Fatimah dan dia juga sudah terlihat bahagia bila berada disamping Fatimah, tante tidak ingin Keyra kehilangan lagi kasih sayang seorang ibu yang didapatnya dari Fatimah."


** Flasback off **


Haris menghela nafasnya dengan pelan terlihat Davin menatap dia dengan lekat.


" Ada apa kamu menatapku seperti itu, aku bukan tak mau membantu kamu, tapi aku benar tidak mau menanyakannya pada Fatimah, takut dia salah paham dan tersinggung, tapi kalau kamu yang menanyakannya secara langsung itu akan membuat dia berterus terang,tapi sebelumnya kamu nikahi dulu dia, mudahkan? untuk mencari tahu kebenarannya, siapa tahu kecurigaan kamu tentang kecelakan ibu Fatimah benar adanya berkaitan dengan kejadian yang menimpa Laura. Jadi mudah bangetkan kalau iya itu terjadi, mempermudah kamu dalam mencari solusi penangan kejadian Laura kalau memang benar adanya kalau korbannya adalah ibu Fatimah, tinggal kamu aja lagi yang bertindak seperti apa kedepannya, dan aku rasa juga pihak yang berwajib masih mencari tahu dan menyelidiki kasus ini, sebelum terungkap nikahi Fatimah dan cari tahu tentang keadaan ibunya yang sampai kecelakaan itu terjadi, kalau aku yang mencari tahu dengan menanyainnya secara langsung ya nggak mungkin dong, bisa-bisa Fatimah curiga ada apa-apanya nantinya dipikiran Fatimah, dan lagi jangan sampai Clara mengganggu kamu terus,kalau kamu sudah punya istri lagi, bagaimana menurut kamu?" ucap Haris panjang lebar, padahal dia merasa kasihan dengan sahabatnya itu, tapi mau gimana lagi ini semua demi kebahagiaan dirinya dan anaknya, disatu sisi agar sahabatnya itu merasa bahagia ada yang mengurusnya, dan disisi lain ada anak kecil yang harus mendapatkn kasih sayang dari sang Mamah yang belum pernah didapatkan selama tiga tahun terakhir.


Davin terdiam dia mencerna apa yang dikatakan sahabatnya itu.


" Baiklah Vin, aku kembali keruanganku, segeralah tanda tangani kerjasama itu, setelah itu aku ijin pulang cepat ya, karena calon tunanganku datang dari kalimantan." ucapnya berdiri dan meninggalkan Davin yang tidak bersuara sama sekali dan hanya menganggukkan kepalanya saja.

__ADS_1


Davin menghela nafasnya dengan berat seberat beban yang dia rasakan.


" Sayang, maafkan aku, kalau seandainya aku menyetujui untuk menikah lagi, tapi aku janji padamu aku tidak akan menyentuh wanita lain selain dirimu, aku berharap setelah kamu sadar nanti aku akan melepaskan wanita itu dan kita akan hidup bersama, aku tidak ingin mengecewakanmu sayang, aku sangat mencintai kamu, tidak akan ada yang bisa menggantikanmu dihatiku..." ucapnya berbicara sendiri dan dia pun mengambil berkas yang diberikan Haris padanya dan membawanya kemeja kerjanya, tapi dia tidak langsung menandatanganinya tapi dia meletakkan begitu saja berkas itu diatas mejanya dan mengambil jasnya yang berada di sandaran sofa dan kontak mobilnya, dia pun bergegas pulang kerumahnya untuk menjenguk sang anak, padahal jam didinding ruangan kerja itu baru menunjukkan jam tiga sore lebih seperempat belum waktunya untuk pulang kantor, tapi karena pikiran dia kacau antara Fatimah dan Sherly yang berkecamuk dikepalanya membuat dia memilih untuk pulang kerumah, dia melajukan mobil pribadinya dengan kecepatan sedang dan dipersimpangan dia ngurungkan niatnya untuk pulang kerumah dan dia menuju kesebuah cafe langgananya dimana dia sering nongkrong bersama dengan Haris, dia pun melajukan kendaraannya tersebut menuju arah cafe itu.


__ADS_2