Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 75


__ADS_3

Sesampainya dirumah sakit Rahman langsung berlari menuju kearah ruang UGD dan langsung diarahkan keruang ICU karena sang mamah dirawat diruangan ICU tersebut.


Rahman menuju ruangan tersebut dan hanya bisa melihat sang Mamah dalam keadaan tidak sadar didalam ruangan itu, dan diapun hanya bisa melihat orang tua satu-satunya itu dari luar kaca ICU karena dia tidak diperbolehkan masuk kedalam.


Rahman menyandarkan dahinya dikaca Tersebut sembari memejamkan matanya dia merasa sangat sedih sekali melihat sang Mamah, dia dikejutkan oleh suara dr Ratna yang menangani sang Mamahnya, Rahman menoleh karena bahunya disentuh pelan sang dokter


" Apakah Bapak keluarga pasien?"


Rahman mengangguk.


" Saya Anaknya dok, bagaimana keadaan Mamah saya dok?"


" Pasien harus dirawat disini beberapa hari kedepan, karena serangan jantung yang diderita pasien sangat menghawatirkan."


" Menghawatirkan dok?"


Dr Ratna mengangguk.


" Pasien dalam keadaan kritis."

__ADS_1


" Apa dok? Kritis?"


" Iya...kami akan berusaha semampu kami." Ucapnya sembari menatap kearah Rahman yang seketika lemas dan terduduk di kursi yang ada didepan ruang ICU.


" Bapak nggak apa-apa?"


Rahman hanya menganggukkan kepalanya sembari menundukkan kepalanya dan menangkupkan kedua tangannya tersebut, kemudian dr Ratna meninggalkan Rahman seorang diri.


" Ada apa demgan Mamah? Siapa yang membuat Mamah seperti ini? Siapa kedua orang tersebut? " ucapnya dengan pelan sembari masih dengan posisinya.


Kemudian dia mengambil ponselnya dan menghubungi nomer pak RT yang telah memberitahunya tadi.


" Saya kurang tahu Mas."


" Maksud saya ciri-cirinya gitu, siapa tahu pak RT mengingatnya."


Pak RT pun langsung menceritakan ciri kedua orang lelaki yang keluar dari rumah Rahman, setelah pak RT selesai dengan keterangannya itu dia langsung berdiri dan terlihat kemarahan diwajahnya karena dia sudah bisa menebak siapa kedua orang yang sudah datang kerumahnya itu.


" Kalian memang keterlaluan! Kalian berdua harus tanggung akibatnya!" Ucapnya berlalu dari ruangan ICU menuju kearah tempat tinggal kedua orang tersebut.

__ADS_1


Dengan kecepatan tinggi dia melajukan mobilnya tersebut tanpa mengutamakan keselamatannya dijalan raya, padahal banyak kendaraan yang hilir mudik dijalan itu, tidak sedikit yang mengumpat pada Rahman tapi dia tidak peduli karena dia ingin segera sampai ditempat kedua orang yang sudah dikatakan pak RT ciri-cirinya.


Karena kurang hati-hati hampir saja dia menabrak sebuah mobil kontainer yang berada didepannya, namun dia bisa menghindarinya namun naas baginya ban mobilnya mengalami kebocoran, Rahman terpaksa menghentikan mobilnya tersebut dipinggir jalan sembari menendang pintu mobil itu sambil mengumpat pada mobilnya sendiri.


Dia menghela nafasnya dengan pelan dan menarik rambutnya sendiri dengan kekesalannya, diapun langsung menyapu jalanan itu dengan pandangannya itu, dia langsung melihat beberapa orang berada di seberang jalan yang sedang nongkrong duduk diatas motor dengan menyeberang jalan dia langsung menghampiri beberapa orang itu.


" Mas, maaf? bisa saya menyewa motor salah satu dari kalian? Mobil saya mengalami bocor ban." Terangnya, beberapa orang itupun langsung menatap kearah Rahman.


" Lama nggak kamu nyewanya?"


" Saya belum tahu berapa lamanya, saya akan bayar dua kali lipat dari bayaran sewa motor yang ada dikota ini."


Mereka saling pandang.


" Baiklah, bayar dimuka terlebih dulu.." ucapnya.


Kemudian Rahman mengangguk dan menyerahkan uang sewa motor tersebut dan salah satu orang tersebut menyerahkan motor yang dia duduki sekarang ini.


Tanpa pikir panjang lagi dia pun melajukan motor itu menuju arah yang dituju.

__ADS_1


__ADS_2