Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 32


__ADS_3

" Kenapa ini sangat menyiksaku, Apa yang harus aku lakukan..." Ucap Davin kemudian berjalan kearah sofa dan merebahkan kembali tubuhnya.


Diapun tertidur dengan pikiran berkecamuk antara Sherly dan perkataannya.


Tepat jam lima pagi Fatimah langsung membersihkan dirinya dikamar Keyra, dia menggunakan peralatan mandi dan sehelai pakaian yang diberikan Asisten rumah tersebut yang sudah disediakan untuk para tamu yang menginap dirumah besar itu.


Setelah dia menyelesaikan mandinya dan berpakaian, dia kemudian merapikan kamar Keyra dan membenarkan selimut gadis mungil tersebut yang masih tertidur.


Karena Keyra masih tertidur dia ingin membatu Asisten Rumah tangga yang lain, saat dia keluar kamar Keyra, tiba-tiba saja dia kerkejut melihat Laura yang berada diluar sejak tadi menunggu Fatimah keluar, seketika saja Laura mendorong tubuh Fatimah kearah dalam, dan langsung saja pintu kamar Keyra ditutup rapat oleh Laura, karena kurang keseimbangan Fatimah terjatuh dan memegangi dadanya karena terlalu keras Laura mendorong tubuhnya.


" Aduh! " Ucapnya sambil meringis dan berusaha bangun dari terjatuhnya.


" Ada apa Mbak Laura, kenapa Mbak Laura menyakiti saya?" Tanya polos Fatimah seraya menatap kearah Laura, dengan tatapan sinisnya Laura menatap Fatimah dengan marah.


" Dasar gadis kampung! Sudah tahu salah malah bertanya lagi, sok nggak tahu dengan kesalahan sendiri!!" Ucap Laura.


" Maaf Mbak, kalau saya ada salah dengan Mbak mohon dimaafkan."

__ADS_1


" Maaf?! Enak aja kamu bilang Maaf, emang enak hah, kalau di permalukan oleh kakak sendiri didepan orang lain! Masih lupa ya dengan kejadian kemaren, gara-gara kak Fatimah aku dimarahi dan dibentak sama kak Davin didepan kak Clara, malu ku itu tak bisa aku tutupi tau nggak sih!! Kak Clara itu adalah orang yang terpandang!! Malu tau akunya!!" Ucap Laura dengan ucapan kemarahannya itu pada Fatimah.


" Maafkan saya Mbak...saya tidak bermaksud agar Mbaknya dimarahi Tuan Muda, tapi karena Tuan Muda yang melarang saya, saya tidak bisa berbuat apa-apa Mbak, tolong maafkan saya Mbak." Ucap Fatimah seraya menangkupkan kedua tangannya tanda permintaan maafnya pada Laura.


Dia langsung meraih wajah Fatimah dengan kasar, dan Fatimah langsung memegang tangan Laura,dia meringis karena terlalu kencang cengkraman tangan Laura diwajahnya tepatnya di kedua pipinya, Laura terlihat sangat marah sembari berkata.


" Jangan hanya bisa bicara doang dengan kata maaf!! Maaf kamu tidak akan pernah aku terima!! Semanjak kamu ada dirumah ini kak Davin bisa membentak ku dan memarahiku didepan orang lain!! Dia lebih membela kamu gadis kampung! Ingat saja ini adalah awal dari derita kamu!! Aku tak sudi memaafkan kamu! Cih! Dasar gadis kampung!!" Ucapnya sembari melepaskan cengkraman tangannya diwajah Fatimah.


Fatimah pun terdiam dia hanya bisa mengusap kedua pipinya yang terasa sakit,dan tak terasa Air matanya tumpah dan membasahi kedua pipi mulusnya itu, Laura yang melihat Fatimah menangis merasa senang karena dia berhasil dengan serangan baliknya pada Fatimah.


" Mamahhhhh!!!" Teriaknya dan mampu membuat tangan Laura seketika diturunkannya sembari berkata pada Fatimah.


" Kamu masih beruntung!! Tapi aku benci padamu!! Hari ini, esok dan selamanya!!" Ucapnya langsung membalikkan badannya dan berlalu keluar seraya menutup pintu Keyra dengan keras, Fatimah langsung mendekati Keyra, Davin yang kebetulan keluar dari kamarnya dan melihat Laura keluar dari dalam kamar anaknya dengan wajah marahnya diapun merasa heran, sayangnya Laura tidak menoleh kearah kamar Davin yang tidak jauh dari kamar Keyra itu.


" Ada apa dengan Laura, kenapa dia keluar dari kamar Keyra terlihat marah?" Ucapnya sembari melangkah menuju arah kamar anaknya, dia perlahan membuka pintu kamar tersebut dan dia melihat Fatimah sedang menggendong Keyra dan berjalan menuju kearah kamar mandi, sekilas tidak ada yang aneh dengan sikap dan tingkah Fatimah, Davin pun kemudian menutup pintu kamar tersebut dan berjalan menuju kelantai bawah, dan saat dia melewati ruang santai yang sering digunakan Laura bersantai dikala sedang bermalas-malasan, ruangan itu memang khusus didesain Laura sendiri buat ruangan santai pribadinya, Davin mendengar Laura berbicara dengan seseorang melalui ponsel pribadinya, Diapun mendekat dan mendengarkan pembicaraan Laura.


" Beres kak! Sudah aku beri pelajaran gadis kampung itu! Kalau nggak diberi pelajaran dia pasti ngelunjak kak, terimakasih ya kak sarannya, kakak emang kakak yang terbaik buat Laura, sayang deh Laura sama kakak." Ucapnya terkekeh.

__ADS_1


" Bicara dengan siapa dia? Gadis kampung siapa yang dimaksud Laura?" Gumam batin Davin, kemudian dia terus mendengarkan pembicaraan itu.


" Ini adalah awal penderitaannya kak! Tunggu aja yang lainnya akan menyusul! Gadis kampung si Fatimah itu sudah mengambil perhatian kak Davin, Mamah dari ku." Ucapnya lagi, Davin pun terkejut dan langsung berjalan masuk kedalam dan seketika mengambil ponsel yang dipegang Laura yang sedang menempel ditelinganya, dia melihat dilayar ponsel itu tertulis nama Clara, Laura terkejut dan tidak bisa bersuara, seketika saja dia terdiam dan menatap Davin dengan lekat.


" Heh Clara!! Aku tidak menyangka kalau selama ini kamulah biang keroknya agar Laura bisa berbuat yang tidak terpuji!! Aku tidak menyangka dengan sikap kamu seperti itu,awalnya aku mulai percaya padamu kalau kamu itu baik dengan Laura, sayang dengan Laura, tapi nyatanya kamu malah mengajari tidak baik, aku tidak menyangka!!" Ucap Davin sembari memutus sambungan bicaranya dengan Clara.


" Davin...hallo Davin..." Ucap Clara, sembari menatap kearah layar ponselnya.


" Ach!! Dimatikan lagi, kenapa juga Laura bicara denganku sampai ketahuan Davin segala sih! Dasar gadis bodoh, gitu aja sampai ketahuan sama Davin sih!! Apa nanti tanggapan Davin padaku? Laura memang teledor!" Ucapnya sembari langsung berkemas dan dia ingin langsung kerumah Davin dan menjelaskan semuanya.


" Laura!! Apa yang kamu lakukan pada Fatimah!! Kamu memang sangat keterlaluan!! Memang apa yang diambil Fatimah dari kakak dan Mamah? Jawab!!" Ucap Davin marah pada Adiknya itu, sebenarnya Davin tidak pernah marah sedikit pun pada Laura, tapi semenjak Laura bersikap tidak bertanggung jawab pada masalah yang dihadapinya itu dan langsung menurut dengan kata-kata orang lain, itulah yang membuat Davin marah besar padanya tapi dia tidak langsung marah pada Adiknya saat itu, sekaranglah dia bisa marah kerena sikap dan tingkah laku Lauralah yang membuat dia jadi emosi.


Laura hanya terdiam, dan memalingkan mukanya seakan tidak pernah merasa bersalah.


" Dengan mengikuti kata-kata Clara, kamu akan celaka dan menderita seumur hidup!! Jika kamu tahu siapa Fatimah sebenarnya kamu yang akan meminta maaf dengannya!! Ingat itu!!" Ucap Davin sembari menatap marah kearah Laura, dan Laura tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya saat sang kakak berbicara seperti itu.


" Kakak tidak suka dengan sikap kamu sekarang ini!!" Ucap Davin sembari melemparkan ponsel Laura kelantai dan hancur berkeping-keping, lagi-lagi Laura terkejut dan dia hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia menatap kepergian sang kakak dengan penuh tanda tanya besar dikepalanya dengan apa yang dikatakan Davin padanya tentang Fatimah.

__ADS_1


__ADS_2