
" Keyra ?" Ucap Davin pelan.
" Siapa gadis itu? Baru kali ini aku melihatnya dan anehnya kenapa Anak ku langsung memanggilnya dengan sebutan Mamah?" Gumamnya.
" Sayang, Cucu nenek, itu bukan Mamahnya Keyra, sini sama Nenek" ajak Bu Santi pada Keyra.
Dengan polosnya putri kecil yang ada dalam dekapan Fatimah menggeleng.
" Mamah" ucapnya.
" Oh ...Dede cantik ini namanya Keyra ya" ucap Fatimah seraya mengelus pipi cabynya.
Keyra tampak tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Fatimah.
Anehnya Dia merasa nyaman memeluk Keyra,padahal Dia baru kali ini bertemu dengannya, begitu juga dengan Keyra,putri kecil yang berada dalam pangkuannya ini,terlihat bahagia Keyra dalam dekapan Fatimah seakan-akan merasa nyaman dan Keyra benar-benar mengira kalau Fatimah ini adalah Mamahnya.
" Nak?" Panggil Bu Santi pada Fatimah.
" Oh iya Bu " jawabnya seraya menoleh kearahnya.
" Maafkan Cucu saya ya, karena menganggap kamu Mamahnya, Dia memang belum pernah sama sekali mendapatkan dekapan dan belaian seorang Ibu,karena setelah melahirkan Keyra,Sherly menantu Ibu mengalami koma sampai saat ini" terang Bu Santi pada Fatimah.
Fatimah terkejut mendengar cerita Bu Santi itu.
Terlihat jelas ada gurat kesedihan yang dialami bu Santi.
Fatimah menatap Keyra yang ada dalam pelukannya itu.
" Kasihan Keyra, Anak sekecil ini sudah kehilangan belaian kasih sayang seorang Ibu." ujar Fatimah seraya membelai rambut hitamnya keyra yang terlihat sangat lebat dan Fatimah juga mengelus bibir putri kecil mungil ini, Keyra menatap Fatimah dan sesekali Dia tersenyum dan tangan Fatimah pun mengelus pipinya.
Fatimah sempat menoleh kearah sudut di mana seorang lelaki tampan dan terlihat dingin dan sangat tegas itu sudah tidak ada lagi, Fatimah berpikir " kemana dia?" Fatimah hanya bisa bergumam.
Fatimah menelusuri semua ruangan yang ada didepannya dengan kedua bola matanya,tapi Dia tidak menemukan sosok lelaki tadi yang sedang menatapnya, tapi telinganya sekilas mendengar suara mobil yang perlahan lahan menjauh dari rumah yang Dia singgahi sekarang ini.
" Maaf jeng Ayu,kalau boleh tahu siapa gadis ini?" Tanya Bu Santi pada Bu Ayu.
Bu Ayu tersenyum,dan menoleh kearah Fatimah, Dia membalas senyumannya.
" Ini Fatimah jeng Santi namanya, Dia saya ajak kesini karena kemaren kan jeng Santi lagi membutuhkan seorang pengasuh buat Keyra, nah kebetulan kalau Fatimah ini sedang mencari pekerjaan makanya saya ajak menemui jeng Santi " terang bu Ayu.
" Apakah kamu mau Nak?" Tanya bu Santi pada Fatimah.
"Iya Bu, saya mau bekerja di tempat Ibu".
" Alhamdulillah " ucap Bu santi senang.
" Kapan Bu saya mulai bekerjanya?"
" Mulai besok aja Nak," ucapnya tersenyum.
__ADS_1
Fatimah menatap wajah gadis kecil yang ada di pangkuannya itu,yang sudah terlelep kedalam alam mimpinya.
" Bagaimana Nak Fatimah? " Tegur Bu Ayu padanya.
Fatimah menoleh kearah Bu Ayu,dan kembali menatap gadis kecil yang ada di pangkuannya.
Lama Dia terdiam,lama juga Dia menatap Keyra.
" Sebenarnya Aku ingin hari ini juga bekerja di tempat Ibu Santi,tapi aku belum memutuskan untuk berhenti di tempat kerja Cafe dan tempat Bu Lena" Batin Fatimah.
" Nak, bagaimana?" Tanya Bu Ayu membuyarkan lamunan Fatimah.
" Iy...iy..iya Bu Saya mau, tapi maaf Ibu, bolehkah Saya bekerjanya tidak nginap Bu?" Ucapnya.
Terlihat jelas Ibu Santi tersenyum dan tidak kaget dengan ucapan Fatimah.
" Hmmm...sebenarnya Ibu mau mencari pengasuh yang bisa nginap,tapi karena kamu tidak bisa ya nggak apa-apa,tapi Ibu minta sama kamu pulangnya setelah Keyra tidur ya? Bisa kan? Karena Ibu tak kuat mengikuti Dia bermain dan kalau Dia menangis Ibu juga bingung mau mendiamkannya, karena Keyra Anaknya keras banget, jadi keinginannya harus di turuti " ucap Bu Santi.
" Iya bu " ucapnya seraya memandangi muka polos Keyra yang sedang tertidur lelap.
" Begini jeng, saya yakin jika Ibunya tidak sakit dan mengalami koma mungkin dia bisa bekerjanya sambil nginap di rumah jeng Santi" terang Bu Ayu.
" Apa? Koma?" Ucap Bu Santi terperangah.
" Iya Bu, Ibu saya koma setelah mengalami kecelakaan korban tabrak lari." Ucap Fatimah dengam nada sedihnya.
" Jadi Dia menjalani kerja part time demi biaya Ibunya jeng" terang Bu Ayu lagi.
Bu Santi hanya menganggukkan kepalanya saja mendengar keterangan dari Bu Ayu teman arisan sosialitanya.
" Ya udah kalau gitu,ntar kamu di antar jemput pak Cecep ya." Ucapnya.
" Tapi Bu..." Ucapnya langsung di potong bu Santi dengan cepat.
" Tidak ada tapi-tapian lagi,kamu harus menerima ini semua" ucapnya.
Fatimah hanya bisa menatap Bu Ayu,dan Bu Ayu menganggukkan kepalanya seraya tersenyum,dan Fatimah pun kembali menoleh kearah Bu Santi dan Dia menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Iya Bu, saya terima antar jemput dengan pak Cecep."
Ibu santi tersenyum...
" Oh ya Bu...dimana kamar Dek Keyra..?" Tanyanya.
Ibu Santi berdiri dan mengajak Fatimah kekamarnya Keyra, Fatimah mengikuti langkah Ibu Santi dan Dia pun membuka sebuah kamar yang bernuansa biru dan sebuah tempat tidur yang berwarna senada juga, Fatimah meletakkan tubuh munggil yang sedang dalam keadaan tertidur dan saat Dia melepaskan tangannya pada tubuh mungilnya tersebut, Keyra terjaga tapi masih dalam keadaan mata terpejam.
" Mamah...." Ucapnya dalam tidurnya.
Fatimah menepuk-nepuk pelan tangannya dan menatapnya penuh kasih sayang.
__ADS_1
Fatimah mencium kedua pipi Keyra,seraya membisikkan ditelinga gadis kecil tersebut, kalau Dia akan datang besok lagi, Terlihat Keyra tersenyum dalam tidurnya.
Fatimah membenahi selimutnya Keyra dan Diapun bergegas keluar.
" Sudah Nak?" Tanya Bu Santi yang ternyata sudah duduk bersana Bu Ayu.
Diapun hanya mengangguk,dan Bu Ayu pun langsung mengajak Fatimah untuk kembali kerumah sakit.
Mereka pun berpamitan dengan Bu Santi,Fatimah bersama dengan Bu Ayu memasuki mobilnya dan meninggalkan rumah mewah Bu Santi tersebut.
*****
Di kantor,Davin gelisah dan tidak konsen akan pekerjaan yang menumpuk di atas mejanya, Dia masih memikirkan sikap Anaknya yang sangat aneh dengan memanggil wanita yang baru di lihatnya dengan sebutan 'Mamah'...
Di saat dia melamun seorang Diri di ruang kerjanya, tanpa Dia sadari kalau Haris sudah ada di depannya.
" Melamun apa bos...?" Tanya Haris membuyarkan lamunan Davin.
" Astaga ! Haris...!sejak kapan kamu ada di situ?" Tanya Davin seraya mengusap wajahnya dengan kasar dan menatap sahabatnya sekaligus Anak buahnya di kantor.
" Sejak tadi, saat kamu berdiam diri dan Aku panggil kamu nggak menggubris panggilan ku, memang ada apa sih? Apa lagi yang kamu pikirkan,? Cerita sama Aku" ucap Haris.
Davin menarik nafasnya dengan pelan...
" Aku memikirkan seorang wanita muda yang datang kerumahku melamar pekerjaan jadi pengasuh Keyra."
" Siapa yang mencari pengasuh?"
" Mamah, Wanita itu di bawa temannya Mamah kerumah ku "
" Terus apa masalah kamu?" Tanya Haris heran.
" Masalahnya sih nggak ada,tapi Aku heran aja,saat Keyra liat wanita itu Dia langsung menyukainya dan memanggil Dia dengan sebutan Mamah.." ucap Davin seraya menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
" Bagus dong kalau kaya gitu, kamu kan nggak usah repat lagi kan pulang pergi kalau Keyra nangis, jarang-jarang seorang Anak kecil menyukai pengasuhnya dalam hitungan detik,seharusnya kamu senang Vin, karena Anak mu menyukai pengasuhnya " ucap Haris senang mendengar perkataan Davin.
" Hmmm..."
" Apa lagi yang kamu pikirkan? Mungkin ini adalah kehendak yang di Atas untuk memberikan jalan untuk kamu dan Keyra.."
" Aku masih belum bisa menerimanya Ris, aku inginkan Keyra memanggil sebutan Mamah pada Sherly bukan pada wanita lain " ucapnya seraya menarik nafasnya lagi.
" Tapi Vin...aku rasa Sherly pasti menyetujuinya dengan kamu mempekerjakan pengasuh buat Keyra." Ucap Haris menyakinkan bosnya itu.
Davin hanya terdiam dan menatap langit langit ruangannya.
" Ya udah kalau gitu aku balik keruangan ku " ucap Haris pada Davin, namun Davin hanya terdiam dan tidak menyahut perkataan Haris.
Haris hanya menggelengkan kepala saja melihat reaksi sahabat sekaligus Bosnya itu,dan Dia pun berlalu dari hadapan Davin dan Haris membiarkan Davin larut dalam lamunannya itu.
__ADS_1