Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 24


__ADS_3

Clara terlihat senang karena dia bisa bersama dengan Davin, walaupun hanya beberapa saat tapi dia sangat bahagia sekali dan dia juga merasa bahagia karena dia beranggapan dari sinilah dia akan mendekati Bu Santi Mamahnya Davin.


Mobil yang ditumpanginya itupun memasuki halaman rumah pribadi Davin, dia memarkirkannya dengan rapi ditempat biasanya, dengan bergegas dia turun dari dalam mobilnya dan membiarkan Clara turun sendiri.


" Davin...!! panggilnya sedikit keras.


Mendengar suara Clara Davin menghentikan langkahnya dan memejamkan matanya sesaat menahan rasa kesalnya, dia pun mengusap wajahnya dan berbalik arah, dengan wajah marahnya dia pun langsung menatap kearah Clara.


" Apa lagi yang kamu inginkan kamukan ingin bertemu dengan Laura silakan kamu turun dari mobil dan temui Laura, kamu kan punya kaki silahkan kamu jalan sendiri." Ucapnya segera berbalik arah dan langsung meninggalkan Clara sendiri.


" Davin! Ish! Keterlaluan kamu Davin! Tapi tidak apa-apa sangat mudah aku menaklukkan lelaki yang pemarah itu." Ucapnya dengan senyumnya mengembang.


Davin terus melangkah memasuki rumahnya dan saat dia menaiki satu persatu anak tangga menuju kelantai dua dia berpapasan dengan Fatimah yang baru saja keluar dari dalam kamar Keyra, Davin menatap Fatimah dan Fatimah hanya menganggukkan kepalanya dan segera melangkah meninggalkan Davin.


Davin kemudian menuju kearah kamar sang anak, saat dia melangkah dia menghentikan lagi langkahnya dan menatap kembali kearah Fatimah yag melangkah menuju arah ruang tamu dimana nyonya besarnya yang sedang santai, namun saat sampai diruang tamu dia terkejut melihat yang ada diruang tamu tersebut malah Laura bersama seorang tamu wanita yang pernah dilihatnya di kantor tuan Mudanya.


" Maaf Mbak Laura, Bu Santi kemana?" Tanya Fatimah.


" Oh, Mamah tadi keluar katanya ada urusan sama temannya."


" Kalau gitu saya pamit pulang ya Mbak, karena non Keyra sudah ada dikamarnya dan dia tertidur karena kecapean bermain." terang Fatimah.


" Jangan pulang dulu kak " cegah Laura.

__ADS_1


" Iya Mbak, ada apa?"


" Kebetulan kak Fatimah ada disini, karena Bi Darmi masih lama keluar bisa minta tolong bikinkan minum buat kak Clara." pinta Laura tersenyum begitu juga dengan Clara.


" Laura!!" dengan tegasnya Davin memanggil Laura, dengan cepatnya dia menatap kerah suara dan sedikit terkejut mendengar suara kakaknya itu.


" Kakak, kenapa kakak berteriak sih, emang ada apa dengan Laura? " ucapnya seraya menatap kearah Davin.


" Jangan sekali-kali kamu memerintah Fatimah, karena dia bukan pelayan kamu untuk membuatkan minuman buat tamu kamu itu!!" ucap Davin seraya menatap Laura dengan kilatan matanya yang terlihat sangat marah.


" Kak Davin, apa-apaan kakak ini kenapa membela kak Fatimah, dia emang seorang pekerja disini, wajar dong dia disuruh-suruh, namanya juga dia digajih, diakan kerja kak, wajar dong dia mengerjakan semuanya." jawab Laura dianggukkan Clara seraya menatap kearah Fatimah.


" Dia memang digajih tapi bukan untuk melayani kamu dengan tamu kamu itu, tapi dia digajih disini hanya untuk menjaga dan melayani Keyra tidak ada yang bisa untuk memperlakukan dia dengan memberika pekerjaan yang lain selain melayani dan menjaga Keyra, ingat itu, paham kamu.!!" tegas Davin dengan nada sedikit penuh kemarahan dan penekanan pada Laura.


Laura mendengus dengan kesal.


Baiklah Mbak, saya akan membuatkan minuman untuk kalian." ucapnya berbalik arah namun langsung dicegah Davin dengan meraih tangan Fatimah, dan kali kedua Fatimah merasakan bersentuhan dengan Davin, Fatimah terkejut degitu juga dengan Laura dan Clara yang terkejut melihat Davin memegang tangan Fatimah, Clara langsung berdiri melihat reaksi Davin yang sangat berlebihan menurutnya.


" Davin,kamu sangat berlebihan dengan mengistimewakan pengasuh anak mu seperti itu, nanti dia ngelonjak!" ucap Clara sembari melipat tangannya didada dan menatap kearah Davin dan Fatimah, Fatimah berusaha melepaskan tangannya dari tangan Davin, Namun Davin tidak melepaskan tangannya dari tangan Fatimah.


" Kamu mau pulangkan,biar aku antar sekarang kamu pulang!" ucap Davin membawa Fatimah berjalan keluar dengan tidak menghiraukan ucapan Clara, Fatimah hanya terdiam, dia tidak bisa menolak keinginan tuan Mudanya itu, yang hanya dia lakukan hanya menurut dan mengikuti langkah Davin membawanya keluar rumah dan menuju kearah Mobilnya dengan masih posisi tangannya dipegang Davin.


Davin membuka pintu mobilnya dan mempersilahkan Fatimah memasuki mobilnya dan duduk disampingnya, lagi-lagi Fatimah hanya menurut dengan perintah Davin.

__ADS_1


Mobil pun melaju perlahan meninggalkan tempat parkir rumah pribadinya dan meluncur menuju kearah tujuan.


" Ishhh!!! apa-apaan si Davin, kenapa dia sangat mengistimewakan sih wanita kampungan itu, apa yang kurang dari ku Laura? kenapa Davin dari dulu tidak pernah tertarik dengan ku dan kenapa dia selalu aja memilih wanita yang kampungan sih!! memang sangat keterlaluan kamu Davin, kamu membiarka aku melihat kejadian tadi dilakukan kamu bersama dengan perempuan kampung itu didepan mataku, tunggu saja pembalasanku!!" ucapnya geram seraya menghentakkan tubuhnya disofa empuk diruangan tersebut.


" Sabar kak Clara, itu hanya awal saja kak Fatimah mendapatkan keistimewaan dari kak DAvin, lihat aja nanti dia tak akan pernah lagi mendapatkan perhatian dan perlindungan kak Davin." ucap Laura sembari menyentuh pundak Clara, sesaat Clara menoleh kearah Laura dan Laura menganggukkan kepalanya.


" Apakah omongan kamu dapat dipercaya Laura?"


" Iya kak, yakin lah dengan omonganku,karena yang aku lakukan hanya untuk kakak, aku kan sudah pernah bilang sama kakak kalau aku akan mendukung kakak dan kak Davin menjadi pasangan suami istri, dan kakak adalah seorang sosok kakak yang terbaik bagiku." ucapnya sembari mentap kearah Clara seraya menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka dikejutkan dengan teguran Bu Santi.


" Oalah...ada tamu ya, lho kok nggak disuguhi minum sih Laura tamunya." ucap Bu Santi sembari duduk didepan mereka dan meletakkan tas jinjingnya diatas meja.


" Mamah,sejak kapan Mamah datang, kok nggak terdengar sih suara mobil Mamah?" tanya Laura terlihat sedikit terkejut dan Clara juga terlihat terkejut dengan kedatangan Bu Santi, mereka saling pandang.


" Tadi Mamah, menggunakan Taksi dan mobil Mamah ada dibengkel, oh ya kemana Fatimah?" tanya Bu Santi.


" Kak Fatimah, sudah pulang tadi diantarkan kak Davin." terang Laura sedikit tidak senang dengan keterngannya sendiri pada sang Mamah.


" Diantarkan Davin, baguslah kalau kaya gitu, Mamah senang mendengarnya." ucapnya tersenyum.


" Baiklah kalau gitu, Mamah mau keatas dulu jenguk Keyra, silahkan kalian berdua ngobrol aja, Clara Tante keatas dulu ya..." ucapnya seraya berdiri dan melangkah meinggalkan mereka dengan anggukkan Clara yang merasa tidak senang karena tanggapan Bu Santi perihal Fatimah yang diantarkan Davin pulang.

__ADS_1


" Lihatlah Tante Santi sangat senang sekali kalau Fatimah berada dalam pengawasan Davin, makin kesal aja aku dibuat nya, kenapa sih Tante Santi sangat suka dengan wanita kampung itu sih " ucapnya dengan nada kesalnya sembari mendengus dengan dongkol.


" Sabarlah kak, kalau kakak ingin mengambil hati Mamah sama kak Davin, kakak sering-seringlah kesini dan lebih akrablah dengan Mamah dan Keyra, karena kak Davin sangat menyayangi Keyra begitu juga dengan Mamah, kalau kakak bisa meluluhkan hati Keyra ponakan aku itu, jalan menuju bersama kak Davin akan terbuka dengan lebar, lihat aja kak Davin dan Mamah sangat suka dengan kak Fatimah karena kak Fatimah dekat dengan Keyra, kakak pasti bisa meluluhkan hati Keyra dan mendapatkan hati kak Davin, aku yakin kakak pasti bisa." ucap Laura sembari tersenyum dianggukkan Clara dengan senyuman misteriusnya.


__ADS_2