
" Kakak! Kak Davin! Dengarkan Laura!" Teriaknya, namun Davin tidak menghiraukan panggilan sang Adik.
" Ish!! Apa sih maksudnya perkataan kak Davin tadi, apa yang aku lakukan dengan kak Fatimah sehingga aku yang harus minta maaf coba, salah apa yang aku perbuat, ish! Kak Davin memang sudah dibutakan gadis kampung itu, huh!!" Ucapnya sembari menghempaskan tubuhnya di sofa dengan kekesalan yang sangat mendalam.
" Non Laura, sarapan pagi sudah siap, nyonya besar menunggu non." Ucap salah satu ART nya
Laura berdiri dan melangkah mendekati Asisten Rumah tangga itu yang sedang berdiri didepan pintu ruang santainya.
" Bilang ke Mamah, Aku nggak mau sarapan karena sudah nggak selera lagi!" Ucapnya sembari berlalu dari hadapan ART tersebut dan melangkah menuju kamarnya, ART itupun hanya mengangguk dan kembali lagi keruang Makan dan mengatakan pada Nyonya Besarnya tentang Nona Mudanya yang tidak mau sarapan, Beberapa saat kemudian dia keluar kembali dengan menggunakan pakaian rapi lengkap dengan tas kecil selempang berada dibadannya dan berjalan menuju kearah langai bawah seraya memegang kontak mobil pribadinya, dia diperhatikan Fatimah yang hendak keluar dari kamar Keyra sambil menggendong gadis mungil tersebut, dengan tatapan mata Fatimah yang bertanya-tanya didalam hatinya sembari bergumam.
" Ya tuhan begitu besar rupanya salah ku yang membuat Mbak Laura marah besar banget padaku, aku takut kalau seandainya Bu Santi dan Tuan Muda Davin marah besar padaku yang membuat sang adik tersayangnya pergi pagi-pagi sekali dari rumah, entah kemana Mbak Laura, ya Tuhan lindungi dia selalu diluar sana." Ucapnya dengan memeluk tubuh Keyra.
" Mamah, ada apa Mah?" Tanya Keyra sembari memegang wajah cantik Fatimah dengan suara ciri khasnya anak umur tida tahunan
Fatimah tersenyum dan menggelengkan kepalanya serta memcubit lembut hidung Keyra membuat gadis kecil itu tertawa dan membalas kembali cubitan Fatimah dihidungnya dengan mencubit kedua pipi Fatimah.
Merek berdua saling tertawa dan melangkah menuju lantai bawah untuk melaksanakan sarapan paginya.
Namun sebelum Fatimah sampai diruang makan dia tidak sengaja mendengar pembicaraan Bu Santi dan Davin yang terlebih dahulu ada dimeja makan, kedua ibu dan Anak tersebut tidak menyadari kalau Fatimah mendengar pembicaraan mereka.
" Kenapa lagi kamu dan Adik mu?" Tanya Bu Santi seraya mengambilkan sarapan pagi untuk anak sulungnya itu.
__ADS_1
" Laura sudah keterlaluan mah, dia menuruti apa yang disarankan Clara untuk menjahati Fatimah, Davin tidak suka dengan sikap Laura akhir-akhir ini." Ucapnya sembari mengambil piring yang sudah di isi sang Mamah padanya.
" Apa? Menjahati Fatimah? Gimana ceritanya?" Tanya Bu Santi sembari duduk di kursinya menatap Anaknya tersebut
Bu Santi memang belum mengetahui semuanya perihal Davin yang menangkap basah Laura berbicara dengan Clara melalui ponsel pribadinya.
" Tentang menjahati secara langsung Davin tidak melihat kejadiannya Mah, tapi terlihat tadi Laura keluar dari kamar Keyra terlihat marah dan membanting pintu kamar dengan kuat, saat Davin dekati kamar Keyra, Davin hanya melihat Fatimah ingin memandikan Keyra." Ucapnya sambil mengunyah sarapannya.
" Anak itu memang sangat keterlaluan, waktu itu juga Mamah tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua saat kamu pergi mengantarkan Fatimah pulang, kalau Laura sangat mendukung dan ingin membantu dia mendapatkan mu."
" Apa Mah? Laura membantu Clara? Ini tidak bisa dibiarkan, Davin akan mencegahnya sebelum dia berbuat kebablasan dengan mengikuti dan mendukung Clara." Ucap Davin menghentikan makan sarapan paginya.
" Dengan apa kamu mencegahnya dengan menikahi..." Belum sempat Bu Santi mengatakan semuanya, Keyra langsung bersuara dari pintu ruang makan tersebut.
Fatimah melangkah mendekati mereka berdua, Davin terkejut melihat Fatimah memakai pakaian yang dipakainya, dia kemudian teringat mimpinya yang beberapa minggu yang lalu tentang Sherly yang ingin mengenalkan seorang Wanita padanya,untuk jadi pengganti dirinya, Davin memang tidak melihat wajahnya secara langsung kala itu, tapi dia mengingat jelas wanita itu memakai pakaian berwarna abu-abu dan bermotip bunga-bunga tulip yang sedang bermekaran, mata Davin terus menatap Fatimah dan saat Fatimah membawa Keyra duduk didepannya dan arah kepalanya terkena cahaya pagi yang masuk dalam ruangan tersebut membuat jantung Davin berdetak dengan keras karena sama sekali dengan wanita yang ada dimimpinya bersama Sherly.
" Ya Tuhan...apakah dia yang dibawa Sherly untuk diperkenalkan denganku?" Ucapnya pelan mengusap wajahnya dengan kasar membuat Ibu Santi menoleh spontan dengan sang anak.
" Ada apa Vin?" Tanya Bu Santi menoleh kearah Davin dan begitu juga Fatimah menatap kearah Tuan Mudanya itu sesaat dan tetap mengambilkan makanan untuk Keyra.
" Nggak ada apa-apa Mah..." Ucapnya sembari melanjutkan makan sarapannya lagi.
__ADS_1
" Oh ya Fatimah, bagaimana tidur kamu tadi malam?" Tanya Bu Santi seraya beralih menatap Fatimah.
" Alhamdulillah nyenyak Bu.." ucapnya tersenyum.
" Key senang Mamah bobo sama Key hahaha..." Ucap Keyra sembari tertawa senang dengan begitu manjanya, Davin hanya menatap kearah anaknya kemudian beralih pada Fatimah, sedangkan bu Santi tersenyum bahagia.
" Fatimah, cocok ya baju yang ibu berikan pada kamu itu, tambah cantik kamu memakainya, ibu senang sekali, sebenarnya baju itu adalah buatan teman ibu, ibu ingin memberikannya pada Sherly menantu ibu, karena ibu merasa cocok kalau dia makainya, tapi karena Sherly tidak kunjung sadar, akhirnya baju itu ibu simpan aja, siapa tahu ada tamu yang datang kerumah ini dan baju itu cocok untuk dipakai tamu tersebut, ternyata kamulah yang cocok memakainya,baju itu ibu berikan khusus buat kamu." Ucap Bu Santi tersenyum.
" Terimakasih Bu..tapi baju ini rasanya terlalu mahal bu buat Fatim, nanti setelah dicuci Fatimah akan kembalikan." Ucapnya.
" Jangan....!" Sahut Davin membuat kedua wanita tersebut menoleh padanya, Davin terlihat kikuk dan diapun langsung melanjutkan ucapannya.
" Maksudnya, jangan dikembalikan karena Mamah sudah bersusah payah membelinya, kalau nggak dipakai kan jadinya mubazir, lebih baik kamu yang makainya jadi terlihat lebih berguna dari pada disimpan." Ucap Davin tanpa menoleh sedikitpun pada Fatimah dan terus saja melanjutkan makannya, membuat Ibu Santi tersenyum dan Fatimah hanya mengangguk.
" Terimakah ya bu sekali lagi terimakasih " Ucapnya pelan dan dianggukkan Bu Santi dan mereka melanjutkan sarapannya.
*****
Di sebuah kedai kopi terlihat dua orang wanita sedang berbicara siapa lagi kalau bukan Clara dan Laura, sebelum Laura menjalankan mobilnya saat itu dia menghubungi Clara, karena kebetulan Clara hendak menuju kerumahnya itu pun akhirnya dicegah Laura dan mereka janjian bertemu di kedai kopi dan menikmati sarapan pagi bersama diluar.
" Aku benci banget kak dengan gadis kampung itu, dia yang akan mengubah sikap dan sifatnya kak Davin." Ucap Laura terlihat kesal sekali.
__ADS_1
" Sabar, jangan gegabah dong kamu, nanti kakak yang akan menjelaskan semuanya pada Davin, kalau kamu gegabah seperti itu, gimana kamu bisa membantu kakak untuk jadi kakak ipar kamu." Ucapnya seraya menatap kearah Laura.
" Sebenarnya aku juga kesal dengan kamu Laura, karena kamu mungkin sekarang Davin sudah marah besar padaku, jika bukan karena Davin tak akan aku memerlukan kamu Laura!!" Ucap Batinnya sembari tersenyum sinis, dan Laura tidak mengetahui kalau wanita yang ada dihadapannya itu adalah wanita bersifat ular berbentuk manusia, yang sewaktu-waktu bisa saja melilit dan menggigitnya untuk menyebarkan racun yang berbisa padanya.