
" Apa yang ingin Kamu bicarakan tentang Laura?" Tanya Davin seraya menatap Clara,Clara yang ditatap sengaja mengubah gaya duduknya sedemikin rupa agar laki-laki yang ada didepannya itu terpesona padanya.
" Davin...tatap terus Aku, Aku tahu kamu saat ini sangat kesepian karena Istri Mu yang sebenarnya sudah tak bernyawa itu tidak bisa lagi memberikan kehangatan padamu." Gumamnya dalam hati sembari membalas tatapan Davin dengan penuh menggoda, tapi sayangnya Davin tidak peduli sama sekali dengan gaya Clara yang terlihat ingin menggodanya dengan berpenampilan seperti itu dan mengubah gaya duduknya yang sangat terlihat tidak sesuai seperti wanita pada umumnya.
" Clara! Cepat katakan! Aku tidak punya waktu untuk ngobrol, kerjaan Ku banyak!" Ucap Davin terlihat dongkol karena dia merasa tidak suka dengan kehadiran Clara dikantornya.
" Hmmm, baiklah, Aku kesini hanya menanyakan bagaimana dengan kondisi Laura saat ini?"
" Laura baik-baik saja,Oh iya Aku sudah bilangkan dengan Kamu waktu itu, untuk mengatakan berapa nominal yang kamu keluarkan membeli mobil itu."
" Sudahlah Davin, jangan Kamu pikirkan tentang itu, Aku tidak ingin membicarakan masalah besar kecilnya uang yang aku keluarkan, karena Aku menganggap Laura itu adalah Adik Aku sendiri, masalah uang tidak jadi masalah bagi Aku." Ucapnya tersenyum.
" Aku tidak ingin Adik Ku mempunyai hutangbudi pada kamu, karena Adik Ku adalah tanggung jawab Ku." Ucap Davin tanpa tersenyum sama sekali pada Clara.
Clara terkejut mendengar ucapan Davin Dia tidak menyangka akan mendapatkan ucapan seperti itu dari laki-laki yang ada didepannya itu.
" Baiklah kalau Kamu masih ingin mengetahui berapa nominal uang yang aku keluarkan untuk membeli mobil itu, tapi sebelum Aku kasih tahu berapa jumlahnya, apakah kamu tidak takut kalau ada yang tahu tentang masalah yang sedang menimpa Laura sekarang ini?"
" Maksud kamu apa? Mengapa Kamu mengatakan seperti itu?" Tanya Davin dengan tatapan selidiknya kearah Clara.
" Tidak ada maksud apa-apa, takutnya ada kehilafan yang terjadi padaku, yah! Aku kan hanya sebagai manusia biasa, yang bisa saja terjadi sesuatu yang tidak Aku sadari, ya..bisa saja Aku keceplosan bicara kalau Adik Mu itu lari dari masalah yang tidak bisa dia pertanggung jawabkan." Ucap Clara santai, tapi bisa membuat Davin menatapnya dengan lekat, karena mendengar ucapannya itu.
__ADS_1
" Sebenarnya maunya Nona lampir ini apa sih? Sepertinya dia mau memperbudak Davin dengan masalah yang dihadapi Davin sekarang, Aku tidak akan tinggal diam, Aku akan membantu Davin secepatnya." Gumam Haris sembari matanya tetap fokus kelayar laptop pak Bosnya yang ada dimeja,walaupun matanya tetap fokus tapi tidak dengan kedua telinganya, seakan-akan kedua daun telinganya memiliki mata yang kuat untuk mendengarkan pembicaraan Davin dan Clara.
" Apa mau Kamu Clara, Aku hanya ingin Kamu mengatakan berapa biayanya, bukan malahan ngelantur kesana kemari, urusan masalah Adik Ku jangan Kamu campuradukkan dengan urusan pribadi Mu, Aku tahu maksud Kamu dengan berbicara seperti itu, Agar Aku mau bersama dengan Mu Kan? Tidak! Clara Aku tidak akan pernah meninggalkan Istriku! Ingat itu, Kalau Kamu ingin mengatakannya tentang kejadian yang dilakukan Laura tersebut pada semua orang ataupun pihak yang berwajib sekalipun Aku tidak peduli, itu adalah hak Kamu, kalaupun Kamu bicara nantinya itu sama saja Kamu sendiri yang akan terseret, karena Kamu sudah terlibat dalam masalah Laura, Kamu yang menyembunyikan Laura ditempat Kamu tanpa memberitahu Aku pihak keluarga Laura." Ucap Davin panjang Lebar dan mampu membuat si Clara terdiam dan terkejut dengan ucapannya itu.
" Davin...!! Ishh...Kamu memang keterlaluan!!" Hanya bisa mengerutu, dan Kemudian Clara berdiri dan langsung saja meninggalkan ruangan Davin dengan wajah marahnya.
Davin tidak bergeming dan Dia hanya menatap jauh keluar jendela ruangannya karena kebetulan dia duduk berhadapan dengan jendela ruangannya tersebut, Dia tidak menghiraukan kepergian Clara yang begitu saja pergi dari hadapannya.
Dengan wajah marahnya Clara terus melangkah menuju kearah lift dan langsung menuju lantai Lobby.
Saat Dia tergesa-gesa melangkah,Dia berpapasan dengan Bu Santi, Fatimah dan Keyra yang sedang digendong Fatimah, Karena Clara yang memang sudah pernah mengenal Bu Santi itu saat Dia berada di luar Negeri saat sama-sama kuliah bersama Davin.
" Tante Santi ya?..." Sapanya dengan penuh kelembutan dan sopan yang dibuat-buatnya untuk mengambil perhatian Bu Santi.
" Saya Clara Tante, temannya Davin kuliah diluar Negeri, kita pernah ketemu beberapa kali Tante, waktu Tante berkunjung kesana." Jawabnya sembari tersenyum.
" Oh...iya Clara...iya-iya Tante ingat, apa kabar? Tambah cantik sekarang ya..."
" Baik Tante, terimakasih Tante pujiannya, baru saja saya ketemu Davin tadi, tapi karena saya ada keperluan mendadak makanya saya pergi sebentar, nanti bisa aja lagi kami bertemu." Ucapnya sembari melirik kearah Fatimah yang sedang menggendong Keyra, Fatimah menatap sesaat dan kemudian Dia langsung mengalihkan pandangannya.
" Siapa mereka Tante?" Tanya Clara merasa penasaran dengan Fatimah dan Keyra
__ADS_1
Bu Santi tersenyum dan memperkenalkan Fatimah dan Keyra pada Clara.
" Ini Fatimah dan Keyra Anaknya Davin." Ucap Bu Santi.
" Oh...jadi ini Keyra Anaknya Davin, cantik banget...." Ucap Clara sembari menyentuh tangan Keyra, namun Keyra langsung menepiskan tangan Clara.
" Nggak mau Mamah, Keyra mau ketemu Papah." Ucapnya sembari memeluk Fatimah dengan ciri khas suara mungilnya.
" Iya Sayang...nanti kita ketemu Papah ya...." Ucap Fatimah memeluk Keyra dengan penuh kasih sayangnya.
Clara terkejut mendengar Keyra menyebut Fatimah dengan sebutan Mamah.
" Mamah?! Siapa wanita ini, kenapa Anaknya Davin memanggilnya Mamah?! Nggak-nggak, nggak mungkin Davin sudah menikah diam-diam dengan wanita ini, nggak mungkin selera Davin kampungan gini! Itu nggak mungkin, aku akan cari tahu siapa wanita ini." Ucap batinnya.
" Ya udah kalau gitu Tante masuk kedalam dulu ya, karena mau ketemu Davin." Ucap Bu Santi membuyarkan lamunan Clara.
" Oh...iya Tante, saya juga mau ketemu sama teman, karena sudah ditunggu juga." Ucap Clara tersenyum.
" Kapan-kapan main kerumah ya Nak.." lanjut Bu Santi menawarkan Clara bermain kerumahnya, karena Bu Santi tidak mengetahui kalau Clara adalah orang yang dibenci Davin.
" Iya Tante pasti nanti Clara main kerumah." Ucapnya terlihat senang.
__ADS_1
Mereka pun lalu saling bersalaman dan Bu Santi menuju ruangan Davin dan Clara melangkah keluar menuju mobilnya dengan pikiran yang berkecamuk tentang Keyra yang menyebut Fatimah dengan sebutan kata Mamah.
" Mamah? Fatimah?Ach!! Apa-apaan ini,siapa sih wanita itu, kenapa Dia ada dirumah Davin sih, bukannya Laura mengatakan kalau Davin tidak mempunyai wanita lain selain istrinya yang penyakitan itu, tapi kenapa Anaknya bilang itu Mamahnya? Aacchhh!!! Tidak akan pernah Aku biarkan Davin kali ini menolakku lagi!!" Ucapnya sembari memukul-mukul stir mobilnya sendiri dan kemudian Diapun pergi meninggalkan halaman parkir kantor DSW Group.