Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 45


__ADS_3

" Ada apa Vin?" tanya bu santi sembari menatap Davin penuh tanda tanya.


Davin meletakkan ponselnya dan menatap sang Mamah sembari tersenyum dan diapun menghela nafasnya dengan pelan.


" Haris sudah menemukan alamat Ayah Fatimah Mah."


" Kok Haris bisa tahu Vin kalau kamu mencari Ayahnya Fatimah."


" Davin minta bantuan Haris untuk mencari tahu dimana Alamat itu, tapi yang Davin heran kok rumah itu milik seorang wanita bukan seorang pria, dan Alamatnya itu tidak jauh dari kantor Davin Mah." terang Davin terlihat berpikir tentang keterangan Haris tersebut.


" Mungkin itu adalah nama istri barunya pak Ahmad." ucap Bu Santi sembari tersenyum.


" Iya juga ya Mah...istri barunya Ayah Fatimahkan orang kota, otomatis dia tinggal dikota ini ditempat istrinya." ucap Davin tersenyum.


" Baiklah Mah, Davin bersiap-siap dulu mau bertemu dengan Haris dan setelah itu baru menjemput Keyra dan Fatimah dirumah sakit." ucapnya dan dianggukkan Bu Santi. Davin kemudian melangkah menuju kamarnya dan saat dia melewati kamar adiknya itu dia membuka pintu kamar tersebut dan terlihat Laura duduk dibibir ranjangnya, Davin kemudian mendekati sang Adik, dan menyentuh pundak Laura, Dia menoleh kearah kakaknya itu, terlihat wajah Laura dibasahi dengan Air mata yang sudah terlalu banyak keluar.


" Ada apa denganmu, kenapa kamu menangis?" tanya Davin sembari membelai kepala sang Adik.


Laura hanya menggeleng,,,


" Laura benar-benar sangat menyesal kak, jika saat itu Laura membawa ibu Nany kerumah sakit dengan segera,mungkin saat ini dia bisa berkumpul kembali dengan keluarganya, tapi sangnya kak, Laura tidak menolong ibu Nany malah meninggalkannya begitu saja kak." ucapnya sembari menitikkan air matanya tersebut.


" Dek penyesalan akan datang diakhir, bukan diawal, tapi dari kejadian ini kita , terutama kamu akan memetik hikmahnya dari ini semua." ucap Davin dan Laura menganggukkan kepalanya sembari tersenyum tipis sambil mengusap sisa air matanya.


" Laura akan bertanggung jawab dengan apa yang sudah Laura lakukan" ucapnya spontan membuat Davin terkejut.

__ADS_1


" Kamu akan mempertanggung jawabkan perbuatan kamu dengan mengakui kalau kamu yang sudah melakukan semuanya terhadap keluarga Fatimah?"


" Iya kak, kalau seandaikan keluarga kak Fatimah ingin melaporkan kejadian itu pada pihak yang berwajib, Laura akan terima semuanya kak." ucapnya dengan pasti sembari menatap kearah Davin, Davin menghela nafasnya dengan pelan.


" Kakak jangan khawatir, pernikahan kakak tetap akan terlaksana, karena Laura akan mengatakan semuanya setelah kakak menikah."


" Jangan Dek,jangan setelah kakak menikah, karena itu akan lebih menyakiti mereka, kakak iklas kalau nantinya kamu mengatakan pada mereka,tentang kejadian itu dan mereka langsung membatalkan pernikahan kakak, kakak tidak apa-apa,kakak tidak ingin keluarga Fatimah memiliki pikiran kalau ternyata selama ini kakak dan Mamah merangkul Fatimah hanya karena ingin menutupi kejadian yang telah terjadi, dan melindungi kamu dengan segala kesalahan kamu." ucapnya sembari menghela nafasnya dan tersenyum pada adiknya itu.


" Ya sudah kalau kamu ingin mengatakan semuanya pada mereka kakak akan mengantarkan kamu." ucap Davin lagi.


" Tidak kak, Laura tidak akan mengatakannya saat ini, Laura berubah pikiran Berikan Laura waktu kak." ucapnya.


" Baiklah dek, kakak akan keluar dulu dan kakak harapkan kamu memikirkannya sekali lagi,tapi lebih cepat lebih baik." ucapnya sembari berdiri dari duduknya dan melangkah meninggalkan Laura.


Davin melangkah menuju kearah kamarnya dan dududk dibibir ranjangnya.


Kemudian Davin dikejutkan dengan suara ponselnya yang berada diatas meja kecil dekat dia duduk, matanya kemudian mengarah pada ponselnya tersebut dan langsung saja menjawab panggilan tersebut, yang ternyata dari client yang sudah menunggu tanggapan dari perusahaan Davin, kemudian diapun berbicara dengan client itu. Setelah beberapa saat kemudian Davin selesai berbicara dan langsung saja dia membersihkan dirinya untuk segera bertemu dengan Haris.


Beberapa saat kemudian dia sudah selesai semua dengan kegiatan mandinya serta bersiap-siap untuk bertemu dengan Haris dan diapun keluar dari kamarnya menuju kearah luar menuju mobilnya dan perlahan-lahan mobilnya meninggalkan rumahnya tersebut menuju tempat yang sudah ditentukan mereka berdua untuk bertemu.


Laura yang memperhatikan Davin sang kakak itupun sampai menghilang dari pandangannya hanya menghela nafasnya dengan berat.


" Ternyata belum siap aku untuk mengatakan semuanya pada keluarga kak Fatimah, karena kalau aku berkata juur, aku pasti akan menghancurkan kebahagiaan kak Davin, ya Tuhan apa yang harus aku lakukan?tapi kalau aku tidak berkata jujur aku akan merasa dihantui dengan kejadian itu." ucapnya sembari duduk kembali dikasur empuknya tersebut.


Beberapa saat kemudian mobil Davin memasuki cafe tempat nongkrongannya bersama dengan Haris, dia melangkah menuju kearah dalam dan diapun langsung menuju kearah meja dimana Haris sudah berada sedari tadi.

__ADS_1


Davin menghentakkan duduknya didepan Haris, Haris heran dengan sikap Davin yang tidak seperti biasanya.


" Ada apa Vin?" tanya Haris langsung saja bertanya pada sahabat sekaligus bosnya itu.


Dia hanya menghela nafasnya dengan sangat berat sekali.


Tapi Haris merasa ada keanehan dengan sikap Davin itu.


" Cerita Vin ada apa? aku ini teman kamu berbagilah dengan ku jangan disimpan sendiri, kita ini sudah lama kenal tidak kaleng-kaleng kita bertman." ucapnya sembari menatap sahabatnya itu, dia meresa kasihan dengan Bosnya itu, karena sudah terlalu banyak beban yang ditanggungnya.


Davin terdiam, dan dia pun menghela nafasnya lagi dan membenarkan duduknya.


" Banyak Ris, tapi entah kenapa aku rasanya merasa banyak sekali beban yang diberikan dipundakku, aku harus memulainya darimana."


" Maksud kamu? apa karena masalah Laura? ataukah masalah baru lagi dengan Alamat yang kamu berikan keaku itu, dan ada orang baru lagi yang bikin masalah dengan kamu?" tanya sang sahabat dengan penuh rasa herannya itu.


" Bukan masalah baru tapi masih masalah Laura yang membuat aku bingung, sekarang Laura sudah megetahui korba karena ulahnya itu."


"Siapa korbannya?"


" Ibunya Fatimah..." jawabnya singkat,


" Apa!?" ucapnya dengan rasa terkejutnya dan rasa tidak percayanya ternyata korbannya Laura itu tidak jauh dari mereka.


Kemudian Davin menceritakan semuanya pada Haris dari awal keluarganya mengetahui kalau korban tersebut adalah ibunya Fatimah dan sampai dia bersedia mewujudkan keinginan sang Mamah untuk mempersunting Fatimah, setelah cerita itu selesai Haris menghela nafasnya dan menyenderkan tubuhnya disandaran kursi tersebut.

__ADS_1


" Jujur aku bahagia karena kamu mau menikah dengan Fatimah, yang aku anggap sangat pantas mendampingimu, tapi yang membuat aku seakan tidak percaya dengan korban Laura itu adalah calon mertuanya kamu, kalau dipikiir itu adalah masalah yang sangat rumit sekali yang kamu hadapi, kamu berdiri di dua sisi yang membingungkan kamu untuk mengambil sisi yang mana, satu sisi awalnya keluarga kamu tidak mengetahui kalau ibunya Fatimah itu adalah korban Laura, di sisi lainnya kamu ingin menikahi Fatimah,kamu jangan bingung dan panik dulu Vin, aku akan membantu kamu dengan caraku sendiri." ucapnya yang spontan membuat Davin terkejut dan menatap kearah Haris.


__ADS_2