Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 71


__ADS_3

Setelah kejadian yang dialami keluarga Davin karena ulah Rahman itu pun membuat Davin duduk diruang tamu seorang diri dan akhirnya dia tertidur disofa ruang tamunya itu,dan yang lainnya tidur dikamar mereka masing-masing, sedangkan Fatimah bersama dengan Keyra tidur seperti biasanya dikamar pribadi Keyra.


Keesokan paginya Davin bangun setelah dibangunkan Fatimah dan menyuruhnya untuk berpindah tempat tidur kekamar pribadinya Davin, tapi Davin mengatakan akan segera mandi dan hendak pergi kekantor.


Davin berdiri dan melangkah menuju ke arah kamarnya dengan diiringi tatapan Fatimah


Fatimah mengerti akan keadaan sang suami dia tidak terlalu banyak bicara pada suaminya itu karena sudah terlalu banyak beban yang ditanggung oleh suaminya Fatimah menarik nafas panjang dan melepaskannya dengan pelan Dia kemudian melangkah naik ke lantai atas di mana kamar sang anak berada.


Selama dia menikah dengan Davin baru pertama kali dia memasuki kamar pribadi sang suami dia juga tidak ingin menghendaki dirinya selalu keluar masuk kamar pribadi tersebut sebelum sang suami mengatakan padanya untuk tidur bersama dengannya walaupun mereka sudah menjadi pasangan suami istri.


Beberapa saat Davin melakukan ritual mandinya Dia kemudian mengambil pakaiannya sendiri dan mengkombinasikan pakaian tersebut untuk dipakainya ke kantor karena dia tidak ingin merepotkan Fatimah sebelum dia memakai pakaiannya dia melihat tempat tidurnya yang masih rapi.


" Apakah Fatimah tidak tidur di kamar ini, jangan-jangan dia masih tidur dengan Keyra, Astaga! kenapa aku lupa mengatakan kepadanya karena dia sudah menjadi istriku dia harus tidur di dalam kamar ini." ucapnya kemudian tergesa-gesa menggunakan pakaiannya setelah itu dia keluar dari kamarnya melangkah menuju ke lantai bawah di mana ruang makan berada dia melangkah menuju ke arah ruang makan di mana sang Mama dan sang adiknya menunggunya dia melihat kiri dan kanan.


" Kemana Fatimah dan Keyra?"


" Kak Fatimah masih di lantai atas Kak, Dia bersama dengan Keyra mungkin lagi memandikan Keyra."


Neberapa saat kemudian Fatimah melangkah dengan Keyra menuju ke ruang makan, Fatimah kemudian seperti biasa dia mendudukkan Keyra di kursi meja makan itu dan dia pun duduk di samping Keyra, Davin menatap ke arahnya Fatimah, dan Fatimah baru tersadar kalau dia sudah menjadi istri Davin, dia pun kemudian menggendong Keyra kembali dan duduk di samping Davin dan Keyra duduk di sampingnya Fatimah.


Fatimah mengambilkan sarapan paginya Davin, setelah itu dia mengambilkan sarapan Keyra dan dirinya sendiri, Mereka kemudian menikmati sarapan tersebut tidak lupa Fatimah memberikan suapan demi suapan untuk Keyra.


" Kak Davin...." panggil Laura Davin menoleh ke arah Laura


" Ada apa Laura."


" Laura memutuskan untuk melanjutkan kuliah Laura yang sudah lama Laura tinggalkan."

__ADS_1


Davin terkejut dan dia menatap sang Mama, Bu Santi hanya menganggukkan kepalanya.


" Kamu yakin Laura?" Ucap Davin pelan dan dia pun kemudian mengunyah lagi sarapan paginya.


" Maafkan Laura ya Kak karena Laura sudah merusak kepercayaan kakak untuk mengharuskan Laura mengenyam pendidikan yang lebih tinggi kala itu, Laura sekarang ingin membuktikan kalau Laura bisa kembali kuliah seperti dulu Kak Davin nggak usah khawatir Laura akan mengurus semuanya di sana."


David menghela nafasnya dan meletakkan sendok dan garpu yang dia pegang.


" Baiklah kalau mau kamu seperti itu kapan kamu berangkat?"


" Siang nanti Kak."


" Kalau kamu mau berangkat hubungi kakak, kakak akan mengantar kamu ke bandara." ucapnya.


" Terima kasih ya kak."


" Tapi pesan kakak kamu di sana harus hati-hati dan pergunakan waktu kamu untuk menebus kesalahan kamu yang telah lalu, karena sudah meninggalkan bangku kuliah, berikan Kakak rasa kepercayaan padamu lagi, agar Kakak semakin percaya padamu, bahwa adik kakak sekarang sudah dewasa dan pintar memilih mana yang baik dan buruk."


" Iya Kak, itu pasti." ucapnya.


" Fatimah, Saya minta denganmu mulai malam nanti kamu tidak perlu tidur dengan Keyra lagi, karena kamu sudah punya suami jangan biarkan suamimu tidur sendirian di dalam kamar." ucapnya sembari berdiri dan mencium kening Fatimah, Fatimah terkejut dengan gerakan Davin padanya, Bu Santi pun tersenyum melihat perilaku anaknya yang penuh kasih sayang memperlakukan Fatimah,


" Davin berangkat kerja dulu Mah, karena sudah lama meninggalkan kantor." ucapnya dianggukan oleh Bu Santi.


" Ingat ya Laura hubungi Kakak kalau kamu mau berangkat nanti, biar kakak yang ngantar ke bandara." ucapnya mengingatkan Laura dianggukan oleh Laura.


" Tunggu sebentar ya, Mamah mau ngantar papa dulu." ucap Fatimah oada Keyra, kemudian Keyra menggeleng.

__ADS_1


" Key ikut ngantar papa." ucapnya kemudian, Keyra pun berdiri di atas kursi dan merentangkan tangannya ingin digendong Fatimah, dia pun kemudian meraih tubuh mungil Keyra dan mengikuti langkah Davin sampai di depan pintu.


Davin tersenyum melihat kedua orang yang sangat disayanginya itu berada di hadapannya, dia merasa bahagia karena sekarang ada orang yang menantinya di saat dia pulang kerja dan ada orang yang mengantarkannya di saat dia berangkat bekerja.


" Fatimah Aku berangkat dulu." ucapnya lagi-lagi mencium kening Fatimah dan pucuk kepalanya Fatimah, Fatimah meraih tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya itu, Davin tersenyum, senyum bahagia terpancar di wajahnya.


" Keyra jangan nakal ya sama Mamah."


" Siap bos.!" ucapnya dengan mengekspresikan wajah lucunya pada sang Papah, Davin kemudian mencium anaknya itu penuh kasih dan sayang.


" Oh ya Mas, boleh ya saya nemuin Ibu di rumah sakit."


" Boleh, tapi jangan lupa minta antar sama Mang Cecep ya, jangan pergi sendirian."


Fatimah tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Davin kemudian berpamitan dengan sang istri dengan tatapan Fatimah dan Keyra mengantarkan Davin masuk ke dalam mobilnya, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah kediaman pribadinya sendiri, menuju ke arah kantor, ibu dan anak itu pun hanya bisa menatap kepergian suami dan ayahnya sampai hilang di pandangan mata mereka, kemudian mereka berdua melangkah kembali masuk ke dalam ruang makan melanjutkan sarapan pagi yang tertunda beberapa menit karena ada tugas yang tidak bisa ditinggalkannya, Karena sekarang status Fatimah adalah sebagai seorang istri dari Davin Steven Wijaya otomatis kegiatan Fatimah pun bertambah dari bangun pagi sampai tidur malam, Keyra pun melanjutkan makanannya dengan disuapi sama Fatimah.


" Oh ya Fatimah, kamu nanti ke rumah sakit?" tanya Bu Santi


" Iya Bu."


" Fatimah sekarang Mamah sudah jadi mertuamu, jangan kamu panggil Ibu lagi, panggil Mamah dengan sebutan Mamah seperti yang dilakukan oleh Laura dan Davin, kalau kamu masih manggil mamah dengan sebutan ibu terdengarnya seperti seorang karyawan dan bosnya hehehe." ucap Bu Santi sembari terkekeh. Fatimah tersenyum, dia hanya menganggukkan kepalanya dan melakukan kembali aktivitas yang tertunda.


" Bagaimana keadaan ibumu sekarang ?"


" Ibu sudah sangat kelihatan membaik kata Aisyah saat menelpon Fatimah, kalau keadaan ibu sudah stabil ibu akan segera keluar dari rumah sakit."


Bu Santi menganggukkan kepalanya sembari tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2