Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 19


__ADS_3

Mobil yang dikendarai Davin memasuki halaman parkir Resto langganannya, dia keluar dari mobil dan mengambil Keyra yang duduk dibangku belakang bersama Bu Santi, mereka beriringan berjalan kedalam Resto tersebut.


Disudut Resto itu ada sepasang mata yang mengawasi mereka siapa lagi kalau bukan si Pras bersama dengan kedua orang tuanya dan Revi yang kebetulan juga makan siang di Resto itu.


" Bukankah itu si Fatimah ya?" Ucap Revi sengaja membesarkan suaranya agar terdengar sama kedua orang tua Pras, Pras yang mendengar ucapan Revi langsung terdiam dan berpura-pura mengunyah makanannya.


" Iya benar, sama siapa dia? Tuh lihat Pras, bibit, bebet, bobotnya dari Fatimah itu sudah terlihat, lihat aja tuh perempuan macam apa bersama perempuan tua dan lelaki ganteng seperti itu dan ada anak kecilnya lagi, mangsa yang keberapa duda kaya itu, makanya ibu nggak suka kamu dengannya jelas-jelas sudah terlihat perempuan penggoda seperti itu, mau-maunya aja dia dengan duda beranak satu seperti itu, itu sudah kelihatan kalau dia itu hanya inginkan kekayaan si Duda, kasihan banget si duda itu, dapat Fatimah yang hanya wanita pengejar harta dan kekayaan." ucap bu Rere sembari mencibir dan dianggukkan sama Revi yang terlihat sangat senang karena bu Rere sangat membenci Fatimah.


" Sudahlah Bu, jangan terlalu seperti itu menjelakkan Fatimah, karena semua yang ibu katakan itu belum terbukti kebenarannya." sahut Pras sembari tidak ingin melihat kearah Fatimah.


" Itu sudah terbukti, bukti sudah ada didepan mata, tidak mungkin salah karena kita sudah melihatnya dengan mata kepala sendiri." sanggah bu Rere sembari menatap kearah sang anak yang terlihat tidak suka dengan ucapannya tentang Fatimah.


" Sudahlah Pras, jangan berdebat dengan ibu mu, karena apa yang dikatakan ibu mu itu adalah benar adanya, Ayah juga tidak suka kalau kamu menjalin hubungan dengan Fatimah, Ayah tidak ingin kamu terjerumus dengan sikap Fatimah yang nota benenya hanyalah inginkan harta belaka." sambung pak Somat smbari meneguk orange jus yang ada ditangannya tersebut.


" Benar mas, apa yang dikatakan Ayah dan ibu kamu, kalau Fatimah itu tidak baik untukmu." sambung Revi sembari menyentuh tanganPras, tapi dengan cepat Pras menarik tangannya agar tidak tersentuh Revi.


" Aku kecewa dengan mu Rev, karena kamu begitu saja mengatakan dan membenarkan apa yang dikatakan sama orang tua ku, kamu kan tahu sikap dan sifat Fatimah seperti apa, karena kamu dan Fatimah kan berteman baik, kenapa kamu jahat dengannya, apa salah nya dengan kamu." ucap Pras sembari melirik Revi yang terkejut karena ucapan Pras yang begitu saja terucap ditengah kedua calon mertuanya.

__ADS_1


" Itu adalah masa lalu berteman dengannya, setelah aku tahu sikap dan sifatnya aku mulai menghindarinya dan tidak ingin mengenal lagi siapa dia, dan akhirnya tuhan pun membuka tabiat jahatnya yang menggoda duda tersebut." ujar Revi sembari tersenyum simpul menutupi rasa keterkejutannya itu.


" Syukurlah kalau kamu sekarang sudah sadar dan tidak mau berteman lagi dengan Fatimah, karena itu adalah yang terbaik, kalau kamu sampai kenal lagi lebih dekat dengannya kamu pasti akan hancur masa depanmu dengan cara mencari harta semata, berbagai cara pasti akan dihalalkan demi kekayaan, ujung-ujungnya nanti bisa-bisa menghancurkan rumah tangga orang lain, keputusan kamu itu sudah tepat." sambung bu Rere sembari menyentuh tangan Revi sambil tersenyum.


Revi pun tersenyum membalas senyum sang calon mertua.


mendengr ucapan ibunya dan Revi, Pras kemudian berdiri.


" Mau kemana kamu Pras?" tanya pak Somat.


" mau ketoilet Yah..." ucapnya sembari melangkah tanpa menoleh kearah sang Ayah.


" Sudahlah jangan kamu pikirkan bu, lebih baik kita habiskan makan siang ini dan kemudian kalian silahkan mau kemana saja, karena ayah dan Pras ada kerjaan lagi menemui seseorang yang akn membeli teh kita dalam jumlah yang banyak, sudah jangan lagi memikirkan si Fatimah, selama ada Ayah, Pras tidak akan menjalin cinta ataupun menikah dengan Fatimah." ucap Pak Somat sembari menenangkan sang istri yang sudah terlanjur marah karena ulah sang anak yang tidak suka dengan ucapan sang istri tentang Fatimah wanita yang sudah lama di sukai oleh anaknya itu, tapi mereka berdua tidak menyukai Fatimah.


Fatimah dan keluarga Davin menikmati makan siangnya sesekali Fatimah menyuapkan makanan kemulutnya dan tetap dia melayani Keyra bak anaknya sendiri dengan tingkah polah Keyra yang manjanya anak kecil, dan dengan sabar Fatimah memberi makan Keyra yang hanya mau makan dari tangannya, dan Keyra tidak mau disuapi sang papah.


Davin terus memperhatikan Fatimah yang dengan telaten memberi makan dan perhatian pada Keyra, Fatimah tidak menyadari kalau tuan Mudanya sedari tadi menatapnya, jangankan tuan mudanya yang terus menatapnya orang-orang disekelilingnya pun Fatimah tidak sempat memperhatikannya,bahkan kehadiran keluarga Pras pun Fatimah tidak mengetahuinya, karena perhatian, tangan dan matanya hanya tertuju pada Keyra anak yang sekarang diasuhnya.

__ADS_1


" Sangat baik banget wanita ini pada anak ku, layaknya anaknya sendiri, wanita ini sangat muda paling beda beberapa tahun dengan Laura, tapi sikapnya sangat keibuan sekali, sehingga Keyra sangat betah berada dengannya." Gumam Davin sembari menyenderkan tubuhnya disandaran kursi Resto sambil mensedekapkan tangannya dengan tatapannya fokus kearah Fatimah yang sedang asyik menyuapi Keyra anaknya.


Lamunan dan perhatian Davin pun dibuyarkan dengan teguran Bu Santi sang Mamah.


" Gimana nak? Apakah sudah siap melepaskan semua yang ada pada Sherly? " Tanya Bu santi, membuat Davin terkejut.


" Maaf mah, bagaimanapun Davin tidak akan melepaskan semuanya dari tubuh Sherly karena Sherly adalah satu-satunya wanita yang ada dihati Davin " ucapnya pelan.


" Benarkah? Kalau Sherly wanita satu-satunya dihati kamu? Bagaimana dengan Fatimah?" Tanya Bu Santi tersenyum.


" Mah! Apa maksud Mamah?" Tanya Davin terkejut dan berbicara pelan pada sang Mamah, takut Fatimah mendengar ucapannya.


Bu Santi tersenyum ..


" Mamah nggak ada maksud apa-apa nak, tapi Mamah ini Ibu kamu, yang tahu isi hati kamu, Mamah paham kok, tiga tahun lamanya kamu tidak merasakan kasih sayang seorang wanita, tiga tahun lamanya kamu tidak tersenyum seperti biasanya dan tiga tahun lamanya juga kamu bekerja keras seorang diri hanya ingin mengusir rasa sepi dihati, dengarkan Mamah nak, kamu harus bahagia, dan kebahagiaan kamu itu ada pada wanita itu " ucap Bu Santi sembari menunjuk Fatimah yang sedang tersenyum pada Keyra dan memberikan suapan terakhirnya pada sang anak Asuh.


" Hmmm...mah, tolonglah mengerti Davin mah, hmmmm..." Ucapnya sembari menarik nafasnya dengan pelan dan berdiri memanggil pelayan Resto untuk membayar tagihan makan siang mereka, setelah selesai Davin kemudian mengajak mereka pulang.

__ADS_1


" Ayo mah kita pulang, lain kali aja kita bicara perihal yang lain." Ucapnya, dianggukkan Bu Santi sembari tersenyum, namun Davin tidak mengajak Bu Santi dan yang lainnya memasuki mobil pribadinya, melainkan dia berangkat sendiri kekantor sedangkan sang Mamah dan Anaknya beserta Fatimah memasuki mobil pribadi Bu Santi yang sudah menunggu setelah dihubungi Davin terlebih dahulu.


__ADS_2