Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 79


__ADS_3

Perusahaan yang dipimpin oleh Rahman pun dipercayakan dengan orang kepercayaan sang Ayah, setelah Rahman mendapatkan dirinya jadi lebih baik lagi dia akan kembali memimpin perusahaan yang sudah diberikan oleh Almarhum Ayah Davin padanya itu.


Mobil yang dikendarai Davin menuju ke arah kantor untuk mengantarkan Haris mengambil kendaraan pribadinya, setelah sampai di depan kantor Haris keluar dia berpamitan dengan Bu Santi dengan anggukan Bu Santi pun tersenyum kemudian perlahan-lahan mobil Davin meninggalkan kantor pribadinya itu menuju ke arah rumah sakit di mana sang istri dan anaknya berada.


Di dalam perjalanan menuju ke arah rumah sakit di mana sang istri berada ponsel Davin pun berbunyi


Ternyata dari Fatimah sang istri.


" Hallo..."


" Mas Davin.... sekarang Mas berada di mana?"


" Ini Mas sedang berada di jalan mau ke rumah sakit menjemput kalian, Ada apa Sayang?" ucap Davin membuat Fatimah tersenyum dia merasa bahagia Davin memanggilnya dengan sebutan sayang, sontak saja membuat Bu Santi tersenyum karena sang anak terlihat romantis dengan menantunya itu.


" Ada yang ingin Fatimah bicarakan dengan Mas Davin."


" Ya udah tunggu aja Mas di sana ya." ucapnya sembari memutus sambungan bicaranya dengan istrinya, Davin kemudian melajukan kembali kendaraannya dengan kecepatan sedang, beberapa saat kemudian mobil itu pun memasuki halaman rumah sakit di mana mertuanya itu dirawat, dia memarkirkannya dengan rapi sesuai jalur yang ada, mereka berdua pun turun dari mobil dan melangkah menuju ke arah koridor Rumah Sakit tersebut, Davin pun menuntun sang mama dalam memasuki rumah sakit itu mereka berdua beriringan melangkah di koridor Rumah Sakit menuju ke arah ruangan mertuanya, Davin membuka pintu ruangan mertuanya itu perlahan, karena Keyra yang lebih dulu melihat sang Papah langsung berdiri dari pangkuan Aisyah dia pun langsung berlari menghambur ke arah sang papa, Davin kemudian mengangkat anak semata wayangnya itu dengan penuh kasih dan sayang, dia pun menciumi anaknya itu begitu juga dengan Keyra gadis kecil yang terlihat sangat bahagia sudah memiliki kedua orang tua yang lengkap tersebut pun tidak henti-hentinya mencium sang papa.


Fatimah yang melihat suami dan mertuanya datang itu pun menghampiri dan meraih kedua tangan orang yang disayanginya itu, Fatimah pun mencium punggung tangan mertua dan suaminya.


Davin mencium pucuk kepala istrinya sembari membelai lembut rambut sang istri sembari berkata pada istrinya itu.


" Apa yang ingin kamu bicarakan dengan Mas.?"

__ADS_1


" Ibu boleh pulang hari ini."


" Bagus dong, kalau Ibu sudah pulang hari ini, jam berapa bisa keluarnya.?"


" Tinggal menuju persetujuan Fatimah saja.."


" Ya udah lebih cepat kan lebih baik, Ibu langsung dibawa ke rumah aja, biar kita mudah mengawasi kesehatannya." ucap Davin dianggukan mereka semua.


Kemudian Davin pun mengeluarkan ponselnya, setelah memberikan Keyra pada Fatimah dia menghubungi Haris untuk meminta bantuan Haris agar segera datang ke rumah sakit di mana mertuanya dirawat, karena hari itu juga mertuanya mau keluar dari rumah sakit dan menuju ke arah rumahnya, setelah berbicara dengan Haris Davin kembali memasukkan ponselnya ke saku celananya, dia pun kemudian melangkah mendekati sang istri yang sedang merapikan barang-barang yang ada di dalam ruangan tersebut, sedangkan Keyra sudah berada dalam gendongan Aisyah, Davin pun kemudian membantu sang istri membenahi barang-barang yang ada, beberapa saat barang-barang yang berada di dalam ruangan tersebut sudah tersusun rapi.


" Kita menunggu sebentar Haris kan datang ke sini karena Mas tadi minta bantuan dengan dia agar membawa sebagian barang di mobilnya."


" Nggak usah barang dibawa di mobilnya Nak Haris, Nak Davin, barang-barangnya biar masuk ke dalam truk Paman saja, mobil kalian berdua tinggal membawa mereka semua, Davin menganggukkan kepalanya kemudian Davin membantu Paman Ari untuk mengangkut barang-barang keperluan mereka saat berada dirumah sakit dan memasukkannya ke dalam truk pamannya tersebut, kemudian mobil Haris pun masuk ke dalam halaman parkir Rumah Sakit, Dia kemudian setengah berlari menuju ke arah ruangan di mana Ibu Nani dirawat, setelah sampai di ruangan itu dia pun langsung bersuara.


Davin menemani Fatimah menuju ke arah ruangan dokter setelah mendapatkan penjelasan dari dokter dan akhirnya Ibu mertuanya pun bisa dibawa pulang ke rumahnya, beberapa saat kemudian mobil Haris dan Davin pun meninggalkan Rumah Sakit menuju ke arah rumah pribadinya, diikuti dengan truk Paman Ari yang mengangkut barang seadanya milik keluarga Fatimah yang sudah beberapa bulan tersebut berada dirumah sakit, Paman Ari memang selalu menggunakan mobil truk itu saat berkunjung ke rumah sakit karena kendaraan itulah yang selalu ada dengannya karena dia bekerja sebagai sopir truk.


Sepeninggal mereka sebuah mobil memasuki halaman parkir siapa lagi kalau bukan mobil Prasetyo dia tidak mengetahui kalau Bu Nani sudah mendapatkan kesadarannya dan sudah pulang dari rumah sakit tersebut.


Dia melangkah menuju ke arah ruangan Bu Nani saat dia mendekati ruangan tersebut seorang suster keluar dari ruangan itu karena sudah selesai membersihkan ruangan tersebutz dia pun kemudian mendekati Suster itu karena dia merasa heran terlihat suster tersebut mengunci ruangan itu.


" Maaf suster ke mana pasien yang ada di ruangan itu."


" Oh Bu Nani.. Bu Nani sudah...." belum selesai Suster itu berbicara,Pras pun langsung memotong perkataan suster tersebut.

__ADS_1


" Bu Nani sudah meninggal? innalillahiwainnailaihirojiun." ucapnya.


Suster itu pun tersenyum heran.


" Bu Nani bukannya meninggal Mas, tapi Bu Nani sudah sehat dia sudah mendapatkan kesadarannya beberapa hari yang lalu dan sekarang dia pulang ke rumah menantunya."


" Apa? menantunya?" Ucapnya dengan nada terkejut.


Suster itu pun menganggukkan kepalanya.


" Apakah suster tahu siapa menantunya itu.?"


" Kalau tidak salah namanya Pak Davin."


" Davin?"


Suster itu menganggukkan kepalanya kembali


" Maaf susterz Kalau boleh tahu di mana alamat mereka..?"


" Soal itu maaf Mas, saya tidak tahu di mana alamat Pak Davin, Maaf ya mas saya masih banyak kerjaan yang lain, permisi....," ucapnya sembari meninggalkan Prasetyo yang merasa heran dan tidak menyangka kalau Bu Nani sudah memiliki menantu.


" Kapan Bu Nani memiliki menantu? siapa yang menikah? Aisyah? atau Fatimah? kalau Aisyah dia kan masih sekolah, kalau Fatimah?? masa iya Fatimah mau menikah dengan laki-laki itu, Kalau tidak salah Davin itu kan yang berhadapan denganku waktu itu, mereka tinggal di mana sih? aku harus mencari mereka di mana ?Aku tidak ingin Fatimah menikah dengannya, apakah ini cuma akal-akalan Mereka aja ya,? membingungkan!! aku harus mencari tahu di mana mereka sekarang tinggal." ucapnya kemudian melangkah meninggalkan ruangan tersebut, dan menuju ke arah mobilnya yang terparkir, beberapa saat kemudian dia pun melajukan mobilnya itu menuju ke arah sebuah cafe di mana tempat itu tempat dia selalu nongkrong bila pikirannya kacau. Pras memarkirkan Mobilnya di tempat parkir dia melangkah menuju ke dalamz saat dia masuk dia melihat seorang wanita yang sedang diganggu oleh dua orang laki-laki terlihat wanita itu mabuk berat dia pun kemudian mendekati wanita tersebut, karena dia ingin mencegah laki-laki yang mengganggu wanita yang sedang mabuk itu yang ternyata adalah si Clara yang sedang mabuk berat karena merasa cintanya tidak terbalaskan oleh Davin.

__ADS_1


__ADS_2