Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 62


__ADS_3

" Vin...Jangan bingung, Fatimah pasti mengerti akan keadaan kamu sekarang, Dan Fatimah juga pasti menyadari akan posisinya selama ini yang mungkin dianggapnya sebagai istri kedua kamu, perlakukanlah dia dengan sebaik mungkin, jangan ragu Vin, karena dia adalah anugerah yang terindah yang telah diberikan yang kuasa untuk mu, dia tidak berbeda jauh dengan Sherly, Kamu sangat beruntung Vin..." Ucap Haris menyadarkan lamunan si sahabat.


Davin tersadar dan dia menatap kearah Haris dan kemudian dia menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Vin aku mau ketemu client dulu yang dari Kanada, karena mereka sudah ada di Tanah Air."


" Client yang mana?"


" Pak Jonny."


" Ya udah aku ikut bersamamu."


" Nah kalau gitu kan enak nih, big Bos langsung, ya udah ayo kita berangkat..." Ucapnya sembari berdiri dan melangkah menuju kearah keluar bersama Davin.


*****


Disebuah rumah besar dimana seorang wanita yang terlihat jenuh, apapun yang dikerjakannya tidak pernah memuaskannya dan diapun langsung duduk dibibir ranjang tidurnya itu.


" Kenapa ya beberapa hari ini Laura tidak sama sekali mengabariku, apakah dia sudah tidak ingin mengingatku?" Ucap Clara sembari menatap layar ponselnya dan diapun langsung menghubungi Laura.


Beberapa saat sambungan itu tidak terjawab, Clara pun kesal dan dia langsung menghempaskan ponselnya itu diatas tempat tidurnya.


Laura yang tahu kalau Clara yang menghubunginya itupun tidak mau sama sekali menjawab panggilan tersebut, dia hanya menatap layar ponselnya itu.


" Aku tidak ingin lagi berhubungan dengan kak Clara, aku akan kembali keluar Negeri dan melanjutkan study ku yang sudah tertunda." Ucapnya sembari menyiapkan pakaiannya dan masukkannya kedalam koper pribadinya,karena pintu kamarnya tidak terkunci ibu Santi masuk kedalam kamar tersebut.


" Laura?"


" Mamah..." Ucapnya sembari tersenyum.


" Mau kemana kamu Nak?"


Lagi-lagi dia tersenyum dan terus saja berkemas.


" Laura mau menyelesaikan study Laura Mah yang sudah beberapa bulan Laura tinggalkan, Laura ingin menyelesaikannya dan segera pulang kembali kerumah." Ucapnya seraya menatap sang Mamah, Bu Santi mengangguk dan tersenyum pada anak bungsunya itu.


" Baguslah Nak, kalau kamu sudah sadar kembali."


" Iya, Mah, sekarangkan ibu Nany sudah sadar dan kak Fatimah juga sudah menjadi istrinya kak Davin Mamah bisa ajak mereka ringgal disini, agar Mamah tidak merasa kesepian kalau tidak ada Laura." Ucapnya tersenyum dan melanjutkan kembali berkemasnya.

__ADS_1


" Iya Nak, memang itu yang Mamah inginkan, Mamah akan meminta besan Mamah itu tinggal bersama Mamah disini, dan menikmati hari tuanya bersama Mamah, setelah dia keluar dari rumah sakit nantinya." Ucap Bu Santi sembari membantu Laura sang Anak berkemas.


" Kakakmu sudah tahu dengan keputusan mu ini?"


" Belum Mah, Laura belum mengatakannya sama kak Davin."


Terdengar kembali suara ponselnya Laura dia melihat kelayar ponselnya siapa pemanggilnya ternyata lagi-lagi Clara.


Laura hanya menghela nafasnya dengan pelan, membuat Bu Santi merasa heran.


" Siapa? Kenapa kamu nggak jawab?"


" Biarin aja Mah, itu kak Clara."


" Ada apa dia menghubungi kamu?"


" Laura nggak tahu Mah, mungkin menanyakan tentang kak Davin, ini salah Laura Mah mengatakan padanya ingin membantunya menjadi kakak ipar Laura, Laura tidak mengetahui kalau dia hanya memanfaatkan Laura aja, apalagi saat itu dia yang menolong Laura dari musibah itu, tapi sayang pertolongan dia hanya membawa Laura kedalam jurang kesalahan yang sangat besar, tapi sekarang Laura bersyukur mengenal kak Fatimah dan keluarganya yang memiliki kesabaran dan kata maaf yang besar dan tidak ada batasnya." Ucap Laura tersenyum.


" Tapi bagaimana dengan Clara, dia pasti akan memperkeruh keadaan lagi."


" Mamah tidak usah takut, semenjak Laura berkata jujur dan mengakui semuanya dan mendapatkan kata maaf dari keluarga kak Fatimah membuat Laura kuat, walaupun kak Clara memperkeruh keadaan selama keluarga Laura dan keluarga Kak Fatimah bersama dengan Laura, Laura tidak takut menghadapi kak Clara." Ucapnya sembari tersenyum dan mendekati sang Mamah yang duduk dibibir ranjangnya itu.


Bu Santi tersenyum dan memeluk sang anak.


" Iya Mah, itu karena Laura sudah belajar dari masalah yang Laura hadapi saat itu, dan ditambah lagi laura belajar dari kak Fatimah, Laura bersyukur banget kak Davin mendapatkan istri seperti kak Fatimah, karena sikap dan sipatnya sama banget kaya kak Sherly yang selalu bersikap baik dan pemaaf itu, sedikitpun tidak ada kata dendam di dirinya." Ucapnya sembari tersenyum.


" Lebih baik kamu hubungi kakak kamu dan bilang padanya keinginana kamu yang hendak melanjutkan study kamu saat ini " ucap bu Santi dan dianggukkan Laura kemudian dia mengambil ponselnya dan saat dia hendak menghubungi Davin Clara lagi-lagi menghubunginya, Laura menghela nafasnya dengan pelan dan diapun langsung menjawab panggilan Clara.


" Ya Kak ada apa?"


" Kamu kenapa Laura?"


" Kenapa apanya kak?"


" Kamu itu lho kenapa selama ini kamu tidak pernah menghubungi kakak?"


" Laura sedikit sibuk kak, maafin Laura."


" Oh gitu ya, bagaimana keadaan Davin sekarang?"

__ADS_1


" Kak Davin baik-baik aja."


" Maksud kakak itu bagaimana misi yang harus kamu jalankan demi menjadikan kakak, kakak ipar kamu." Ucap Clara tersenyum


" Maafkan Laura kak, Laura menyerah untuk membujuk kak Davin agar bisa menerima kakak, tapi tetap aja kak Davin tidak mau kak."


" Apa?! Davin menolak kakak?"


" Iya kak, maafin Laura kak "


" Kamu ini memang tidak bisa diandalkan! Sudahlah! Lupakan saja, tapi kamu mesti harus ingat tentang masalah yang pernah kamu hadapi itu!" Ucapnya sembari memutuskan sambungan bicaranya secara sepihak.


Laura hanya bisa menghela nafasnya dengan pelan dan diapun langsung menatap kearah sang Mamah yang sejak tadi menatap kearahnya saat dia berbicara dengan Clara.


" Ada apa Nak?"


" Kak Clara marah Mah, dan dia mengungkit masalah yang dihadapi Laura."


" Apa?!"


Laura mengangguk...


" Tapi Mamah jangan khawatir, Laura akan hadapi semuanya ini, percayalah pada Laura." Ucapnya dianggukkan bu Santi.


Kemudian Laura menyimpan kopernya yang sudah berisi semua perlengkapan pakaiannya itu disamping Almari yang ada kamarnya.


Dengan senyuman dia mengajak sang Mamah keluar kamarnya dan duduk bersantai diteras belakang rumahnya menghirup udara segar yang menenangkan hati.


Di sebuah rumah makan lesehan ternama yang ada dikotanya itu, Davin dan Haris menjamu pak Jonny.


" Saya senang sekali karena pak Davin mau menemui saya sekarang ini." Ucapnya tersenyum.


" Saya juga pak..."ucap Davin tersenyum.


" Baiklah kita mulai aja dengan apa yang saya inginkan pada perusahaan bapak." ucap pak Jonny mengumbar senyumnya pada Davin.


Davin hanya menganggukkan kepalanya.


Kemudian mereka membicarakan semua tentang kerja sama yang akan dilakukan antara dua perusahan, perusahaan milik Davin dan perusahaan milik pak Jonny.

__ADS_1


Sesekali mereka tertawa kecil dengan gurauan yang mereka ciptakan, sesekali mereka serius dalam mempelajari berkas tersebut.


Saat mereka asyik dengan apa yang mereka kerjakan ponsel Davin berbunyi, dia kemudian mengambil ponselnya yang ada diatas meja dan melihat siapa pemanggilnya, dia langsung dengan cepat menjawab panggilan tersebut, karena panggilan itu dari suster Lidya, suster yang dikhususkan menjaga Sherly istrinya dirumah sakit.


__ADS_2