Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 65


__ADS_3

Davin terlihat terdiam dia duduk di hadapan Fatimah sambil memangku Keyra sang anak.


" Ada apa Mas?"


" Maafkan aku Fatimah, mungkin ini berita gembira bagiku, tapi mungkin berita sedih untukmu."


" Ada apa Mas? katakan saja pada Fatimah."


" Ini Tentang Sherly."


" Ada apa dengan ibu Sherly Mas?"


" Sherly sudah mendapatkan kesadarannya, Aku ingin membawa kamu dan Keyra bertemu dengannya."


Dek! jantung Fatimah berdetak, seakan-akan berhenti mendengar kabar yang dibawa Davin padanya, Fatimah terkejut mendengar ucapan Davin sang suami yang baru saja beberapa jam menjadi suaminya itu, dia menghela nafasnya dengan pelan dan melepaskannya dengan berat, terlihat sekali di wajahnya antara senang dan sedih, dia pun kemudian bisa menguasai rasa keterkejutannya itu dengan menyunggingkan senyum di wajahnya.


" Alhamdulillah kalau Bu Sherly sudah sadarkan diri."


" Kamu tidak apa-apa kan Fatimah?"


Fatimah tersenyum...


" Fatimah tidak apa-apa Mas, Mas Davin tidak perlu memikirkan saya yang terpenting sekarang Bu Sherly sudah sadarkan diri."


" Apakah kamu mau bertemu dengannya?"


" Iya Mas, Saya mau bertemu dengan Bu Sherly, tapi sebentar saya izin dulu dengan Ibu dan Aisyah."

__ADS_1


Davin pun menganggukkan kepalanya sembari memandangi langkah Fatimah memasuki ruangan sang ibu, Davin menyandarkan tubuhnya disandaran kursi yang ada didepan ruangan mertuanya itu.


" Ya Tuhan apa yang akan kulakukan untuk mereka berdua nantinya." ucapnya dalam batinnya sembari beriringan dengan tarikan nafasnya yang begitu sangat berat, Keyra menatap sang Papah, kemudian Dia menepuk kedua pipi papahnya itu.


" Papah, ada apa? kok papah seperti itu?" ucap Keyra.


" Papah tidak apa-apa Nak." ucapnya sembari mencium pipi kiri dan kanan sang anak, Kemudian Fatimah pun keluar dengan senyuman manisnya terlihat di wajah Fatimah tersenyum mengembang, Kemudian Davin memasuki ruangan ibu mertuanya untuk berpamitan pada mertuanya tersebut, Davin tahu rasa sedih yang dirasakan Fatimah itu pasti ada, tapi karena Fatimah menutupinya dengan pintar menyembunyikannya darinya sehingga tidak terlihat sama sekali kesedihannya itu, mereka pun beriringan melangkah, Davin kemudian meraih tangan Fatimah dan menggenggamnya, Fatimah hanya terdiam dan dia tidak akan menuntut pada Davin jika nantinya ada keputusan dari Davin tentang statusnya saat ini.


" Aku siap untuk berpisah dengan Mas Davin kalau seandainya Bu Sherly tidak ingin suaminya beristri 2, karena ini adalah keputusanku saat ingin menikah dengan Mas Davin, aku ikhlas dan alhamdulillah doaku terkabul agar Bu Sherly sadar kembali dan Keyra mendapatkan ibu kandungnya kembali dan hidup bahagia, rasa sedih itu ada, tapi rasa sedih itu karena aku harus berpisah dengan Keyra nantinya, walaupun nantinya Mas Davin akan menceraikan aku, aku akan terima dengan lapang dada." ucapnya sembari mengela napasnya dengan pelan dan mereka pun memasuki mobil pribadi Davin, beberapa saat kemudian mobil itu pun meninggalkan rumah sakit dan menuju ke rumah sakit keluarga Wijaya.


Di dalam mobil tidak ada suara sama sekali mereka hanya diam larut dalam lamunan masing-masing hanya terdengar suara Keyra yang mengoceh itu, tidak memerlukan waktu lama mereka pun akhirnya sampai di rumah sakit tersebut, Davin memarkirkan Mobilnya di tempat parkir yang sudah tersedia, lagi-lagi Davin meraih tangan Fatimah dan menggenggamnya menuju ke arah ruangan Sherly, sesampainya di depan ruangan Sherly pintu pun dibuka oleh Davin, Davin dan Fatimah melangkah menuju ke arah Sherly, keyra yang masih berada di gendongan Davin pun diambil oleh Laura dan didekatkan ke arah Sherly, Keyra menatap lekat ke arah sang Mamah, kemudian dia mengucapkan satu kata yang membuat hati mereka pun terenyuh.


" Mamah Keyra..." ucapnya sembari berjongkok ingin mencium sang Mamah, Sherly terlihat tersenyum dia pun kemudian meneteskan air matanya melihat sang anak yang ada di hadapannya itu, hanya senyuman yang diberikannya kepada buah hati tercintanya itu, kemudian matanya menatap ke arah Fatimah dia tersenyum dengan Fatimah, Fatimah pun tersenyum dengan Sherly, Dia kemudian teringat akan mimpinya beberapa waktu lalu, dimana Sherly datang dan ingin mengenalkannya pada seorang laki-laki.


" Ya Tuhan ternyata Bu Sherly yang ada di dalam mimpiku itu." ucapnya dalam batinnya.


" Mas Davin..."


" Sherly?? akhirnya kamu bersuara sayang." ucap Davin merasa senang sekali.


"Ya Tuhan, Aku tidak menyangka akhirnya kamu bisa bersuara, aku akan panggilkan dokter."


" Tidak usah Mas, kamu tidak usah panggilkan dokter." ucapnya.


" Aku merasa bahagia kamu sudah ada yang pendamping, Fatimah jaga Mas Davin dan Keyra, Maafkan Mamah Keyra, karena selama ini Mamah tidak bisa memberikan kasih sayang padamu Nak, kamu pasti akan bahagia dengan Mamah barumu."


" Sayang, apa yang kamu katakan itu, kamu sudah sembuh, kamu sudah sadar dan kamu juga bisa bicara." ucap Davin.

__ADS_1


Davin pun tidak bisa menahan tangisnya air matanya mengalir terus dan Fatimah merangkul Bu Santi, Laura pun tidak tahan dengan ucapan Sherly dan ucapan Davin dia pun meneteskan air matanya sambil memeluk erat Keyra.


" Terima kasih karena selama ini kalian sayang denganku, Aku sangat berterima kasih sekali dengan kalian semua, Aku tidak mempunyai waktu banyak, Aku ingin bertemu dengan Fatimah dan bertemu dengan Keyra serta bertemu dengan keluarga kecilku, mohon padamu Mas Davin, bahagiakanlah Fatimah anggaplah dia itu pengganti diriku."


" Sherly, kamu jangan bicara seperti itu,ini tidak mimpi kan kalau kamu itu sudah sadar, kamu bisa membuka matamu, kamu bisa bicara denganku, dan kamu juga bisa melihat buah Hati cinta kita, apapun keinginanmu aku akan menurutinya."


" Aku minta satu kepadamu sayang, sayangilah Fatimah Dia adalah wanita yang baik Dia adalah wanita yang penuh dengan kasih sayang, Fatimah bisakah kau mendekat denganku?"


Fatimah kembali mengangguk dan mendekati Sherly.


" Aku tidak bisa mengangkat tanganku, Aku hanya bisa berbicara itu pun dengan kuasa dari yang maha kuasa yang memberikan aku kesempatan untuk membuka mata dan berbicara serta berpamitan dengan kalian semua."


" Sherly! tolong jangan berbicara seperti itu, Aku mohon padamu, jangan bicara seperti itu."


" Sayang, waktuku tidak banyak Mas, ikhlaskan aku, Fatimah aku titip Keyra."


Nafas Sherly sudah mulai sesak.


" Dokter! Dokter!!" teriak Davin dengan keras, karena dia tidak mau meninggalkan detik-detik bersama dengan Sherly, Nafas Sherly mulai berat dan terlihat sesak.


" Maafkan aku Mas, Maafkan aku, Fatimah Maafkan aku, Laura Maafkan aku, Mamah maafkan Aku, kalian semua dari hati ikhlaskan kepergianku, Fatimah tolong jaga Keyra, besarkan dia, sayangi dia, seperti anak kandungmu sendiri, dan jagalah Mas Davin, Mas Davin sayangilah Fatimah, jangan kau sakiti dia karena dia adalah wanita yang terbaik yang sudah dikirimkan oleh Yang Maha Kuasa untukmu, sebagai pengganti diriku " ucapnya kemudian dianggukan Davin sembari menunduk sambil memegang tangan Sherly, dan air matanya menetes, tidak ada yang bisa mereka katakan lagi mereka hanya larut dengan tangisnya, dokter yang memeriksa Sherly pun langsung datang dan dia mencoba untuk menyelamatkan Sherly kembali, Sherly kemudian menutup matanya dan dia pun pergi untuk selama-lamanya, dokter pun sudah angkat tangan dan menggelengkan kepalanya, Davin pun langsung memeluk tubuh Sherly, Fatimah langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya tersebut dengan menangis kesesukan Ibu Santi pun langsung terduduk, tubuhnya merasa lemas, Begitu juga dengan Laura yang langsung menyandarkan tubuhnya di tembok ruangan Sherly, sembari memeluk erat Keyra.


" Maafkan kami pak Davin, ternyata kesadaran Ibu Sherly itu hanya ingin berbicara dan mengatakan sesuatu kepada kalian, kita yang berencana tapi Tuhan juga yang menentukannya, Saya turut berduka cita atas kepergian Bu Sherly."


Davin hanya menganggukkan kepalanya, setelah Sherly dinyatakan teleh tiada.


Kemudian suster pun diperintahkan untuk melepas semua alat medis yang ada di tubuh Sherly.

__ADS_1


__ADS_2