Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 39


__ADS_3

" Kak maafin Laura kak..." Ucapnya sembari menatap kearah Davin masih dengan posisinya menelungkupkan wajahnya dipangkuan Bu Santi.


" Bukan masalah maafnya Dek, tapi bagaimana caranya kita sekeluarga ini mendapatkan maaf dan solusi dari masalah yang kamu hadapi ini, terutama kamu pribadi yang telah membuat kesalahan ini dan lari dari kenyataannya." Ucap Davin sembari menatap sang Adik.


" Davin, lebih baik kamu segera menikahi Fatimah, jadi bisa fokus dalam pengobatan ibunya Fatimah, apalagi saat itu kita bertemu dengan lelaki yang sudah membiayai pengobatan ibunya Fatimah." Ucap Bu Santi.


Davin menghela nafasnya dengan pelan dan menatap kearah sang Mamah.


" Bukan dia Mah yang memindahkan dan menanggung pengobatan ibunya Fatimah " ucapnya pelan takut Fatimah mendengarnya.


" Jadi siapa?" Tanya Bu Santi merasa heran.


" Davin Mah, karena saat itu Davin mendengar kalau ibunya Fatimah tidak mendapatkan obat yang diperlukan saat itu." Ucapnya dan tanpa sepengetahuan mereka Fatimah mendengar ucapan Davin, dia terkejut dan tidak menyangka kalau yang menanggung semuanya adalah Tuan Mudanya itu.


" Ya Tuhan...berarti ini semuanya adalah bantuan dari Tuan Davin? Berarti kata-kata kak Pras itu bohong adanya, ya Tuhan aku harus membayarnya seperti apa dengan keluarga ini? Aku sudah berhutang budi dengan keluarga ini, mereka sudah baik banget pada keluargaku." Ucapnya sembari menutup wajahnya dengan kedua tangannya dan dia pun langsung berjalan kembali menuju kearah kamar Keyra dan duduk dibibir ranjang sang anak asuh tersebut yang sedang lelap tertidur.


" Syukurlah kalau kamu yang membantu keluarga Fatimah, sebaiknya secepatnya kamu menikahi Fatimah, karena Si Rahman sudah mengetahui kejadian yang menimpa adikmu "


" Apa? Rahman? Mau apa lagi sih anak itu.."


" Dia mengutarakan haknya." Ucap Bu Santi sembari mengusap kepala Laura.


" Dia nggak punya hak lagi..."


" Makanya secepatnya kamu nikahi Fatimah jangan sampai kamu tunda-tunda lagi."


" Tapi Mah..."


" Davin...ini adalah jalannya agar kamu bisa membantu ibu Fatimah berobat dan kamu juga bisa mendekati keluarga Fatimah, kalau Adikmu harus menjalani semua kesalahannya pada yang berwajib kita harus berlapang dada untuk menerima semuanya." Ucap Bu Santi sembari menatap wajah sang Anak, Davin menatap kearah sang Mamah, dia menatap lekat karena dia melihat wajah teduh sang Mamah yang penuh harap padanya, Davin menarik nafasnya dengan pelan dan mengusap wajahnya, Hening! Suasana diruang tamu itu tanpa suara dan sepi, cukup lama Davin terdiam sampai akhirnya diapun berkata pada sang Mamah.


" Baiklah Mah, Davin akan nikahi Fatimah." Ucapnya spontan membuat wajah Bu Santi senang, dan Terlihat wajah Laura terkejut dan diapun bangun dari pangkuan sang Mamah.


" Tapi kak?bagaimana dengan kak Clara? Kalau kakak menikahi kak Fatimah?" Tanya Laura.


" Clara? Apa hubungannya dengannya?kakak dan dia tidak ada hubungan sama sekali, dan kakak tidak mencintainya, dan kakak juga tidak suka dengannya." Ucapnya sembari menatap sang adik.

__ADS_1


" Laura setuju aja kakak menikahi Kak Fatimah,dia tidak salah, Lauralah yang salah dengannya, tapi yang Laura takut sekarang ini jika kakak menikahi kak Fatimah, Kak Clara akan marah pastinya dengan Laura dan dia akan mengatakan pada semua orang kalau Laura sudah melakukan kesalahan yang sangat besar." Ucapnya sembari menatap sang Mamah dan kakaknya secara bergantian.


" Kamu jangan takut, pernikahan kakak dan Fatimah tidak akan pernah dia ketahui." Ucap Davin.


" Maksud kakak?"


" Iya maksud kamu gimana Vin? Kenapa tidak diketahui pernikah ini?" Tanya Bu Santi merasa heran.


" Davin akan menikah dengan Fatimah secara diam-diam terlebih dahulu sampai masalah yang di hadapi Laura terselesaikan, setelah semuanya selesai Davin akan terang-terangan mengatakannya pada semua kalau Fatimah adalah istri sah nya Davin." Ucapnya sembari menatap kedua wanita yang ada di depannya itu yang sangat dia sayangi.


Ibu Santi menganggukkan kepalanya.


" Baiklah Nak, Mamah akan bicara sama Fatimah terlebih dahulu dan kemudian Mamah dan kamu akan datang kerumah sakit didepan ibunya Fatimah Mamah akan meminta Fatimah menjadi istrimu." Ucapnya sembari menatap kearah anak sulungnya tersebut.


Davin mengangguk, tapi terlihat guratan kesedihan diwajahnya.


" Kamu kenapa Nak?"


" Nggak apa-apa Mah, Davin hanya ingat Sherly, apakah dia memperbolehkan kalau Davin menikah lagi?dan apakah mau keluarga Fatimah menerima Davin sebagai suaminya Fatimah padahalkan Davin masih punya istri yang sedang dirawat dirumah sakit?"


Bu Santi terdiam, dia menghela nafasnya dengan pelan dan kemudian dia berkata pada anaknya itu.


" Baiklah Mah..." Ucapnya pelan.


Saat Asisten rumah tangga datang mengantarkan minuman dan cemilan ringan keruang tamu tersebut, kemudian Bu Santi meminta tolong untuk memanggilkan Fatimah yang berada dikamar Keyra untuk menemuinya diruang tamu itu, dengan anggukkannya Asisten rumah tangga tersebut langsung menemui Fatimah yang berada dilantai atas.


Beberapa saat mereka menunggu Fatimah pun datang menemui mereka.


" Maaf Ibu...ibu memanggil saya?"


" Iya Fatimah duduklah Nak..." Pinta Bu Santi pada Fatimah sembari tersenyum. Fatimah mengangguk dan mengambil duduk disamping Bu Santi.


Sebelum Bu Santi mengungkapkan keinginannya Laura langsung berdiri dan mendekati Fatimah, dia langsung saja memeluk Fatimah dengan berurai air mata.


" Kak Fatimah, maafin Laura ya kak, karena Laura sudah jahat banget pada kakak, padahal kakak itu baik banget, maafin Laura ya kak.." ucapnya menangis dipelukan Fatimah.

__ADS_1


Fatimah bingung dan diapun hanya menganggukkan kepalanya sembari berkata pada Laura.


" Kamu tidak ada salah Mbak Laura sama saya, saya yang seharusnya minta maaf pada kamu karena saya sudah tidak menuruti keinginan Mbak waktu itu."


" Tidak kak, Laura salah sama kakak ..maafin Laura ya kak.." ucapnya.


Fatimah kemudian melepaskan pelukan Laura dia menatap wajah Laura sembari tersenyum dan diapun mengusap air mata Laura dengan lembut.


" Udah Mbak jangan nangis,Mbak nggak salah ya, kita sama-sama saling memaafkan,udah jangan nangis lagi ya..." Ucapnya sembari tersenyum, Laura pun ikut tersenyum sembari menganggukkan kepalanya.


Davin melihat itupun semakin yakin akan sikap Fatimah yang memiliki kelemah lembutan yang tiada batasnya.


" Apakah nantinya kamu akan bersikap seperti itu juga Fatimah saatnya nanti kamu tahu kalau gadis yang kamu peluk itu adalah yang menyebabkan ibu kamu berada dirumah sakit sekarang ini." Ucap batinnya sembari menatap lembut kearah Fatimah.


" Fatimah..." Panggil pelan ibu Santi.


Fatimah menoleh kearah Bu Santi.


" Iya Bu..."


" Begini Fatimah...ibu memanggil kamu kesini karena ibu ingin mengatakan sesuatu padamu."


" Apa itu Bu?" Ucapnya sembari menatap kearah Bu Santi.


Bu Santi menarik nafasnya dengan pelan dan menatap kearah Davin sesaat.


" Sebelumnya ibu mau bertanya dulu padamu."


Fatimah mengangguk.


" Apakah kamu memiliki kekasih?"


" Kekasih?"


Bu Santi mengangguk, dan Fatimah menggelengkan kepalanya, terlihat Bu Santi tersenyum.

__ADS_1


" Keinginan ibu saat ini padamu, maukah kamu menjadi Mamahnya Keyra untuk selama-lamanya?" Tanya Bu Santi sembari menggenggam tangan Fatimah dengan senyuman yang manis.


Fatimah terkejut dengan ucapan Bu Santi padanya.


__ADS_2