Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 60


__ADS_3

" Ibu...saya Laura.."ucap Laura sembari mendekati ibu Nany.


Ibu Nany menatap lekat kearah Laura sembari tersenyum, diapun langsung memeluk Ibu Nany membuat paman Ari dan istrinya terkejut karena melihat ulah Laura yang seketika itu pun langsung memeluk Bu Nani dan menangis di pelukan Bu Nani walaupun posisi Bu Nani masih terbaring di ranjang pesakitan dia berusaha mengangkat tangannya dan membelai rambut Laura sembari berkata pada Laura.


" Ibu tahu Nak, tapi sudahlah kamu tidak usah memikirkan masalah itu lagi, mungkin itu sudah terjadi di garis hidup ibu, dan ibu tidak mempermasalahkan semuanya itu." ucapnya sembari terbata-bata kemudian Paman Ari mendekati mereka berdua karena saat itu posisi Paman Ari berada di ujung kaki ibu Nani.


" Maaf Mbak, sebenarnya ini ada apa? Saya tidak mengetahui sama sekali masalah apa yang terjadi.?"


Fatimah menghela nafasnya dengan pelan, Laura pun tidak beranjak dari pelukan Bu Nany


Bu Nani masih membelai rambut Laura dengan penuh kasih dan sayang sedangkan Davin dan Bu Santi hanya bisa terdiam.


Akhirnya Fatimah yang bicara.


" Begini paman, Mbak Laura ini adalah yang mengakibatkan ibu berada dirumah sakit sekarang ini tapi..." Fatimah menghentikan bicaranya karena langsung disanggah Laura.


" Iya paman, sayalah yang menyebabkan ibu kak Fatimah ada dirumah sakit ini."


Paman Ari terkejut dan langsung menatap kearah Laura, tapi tatapan mata paman Ari itu tidak ada rasa marah, dia hanya menghela nafasnya dengan pelan.


" Laura akan menerima apapun keputusan dari keluarga kak Fatimah." Ucapnya dengan posisi memegang tangan ibu Nany.


Kemudian paman Ari mendekati Laura, dan diapun langsung menyentuh pundak laura dengan lembut.


" Nak, paman tidak marah padamu, ini semua sudah jalan takdir keluarga paman, dan ibu Nany juga tidak akan marah, apalagi sekarang ibu Nany sudah sadar, buat apa lagi dipermasalahkan." Ucap paman Ari sembari tersenyum dan menoleh kearah sang kakak, dan dengan isyarat anggukkan kepala bu Nany, semua yang ada diruangan itupun tersenyum bajagia, begitu juga dengan Fatimah,. Dihari yang sama dia mendapatkan kebahagiaan yang tiada taranya, tidak henti-hentinya dia mengucapkan syukur karena dia merasa bahagia sekali saat ini.


" Ya Tuhan semoga kebahagiaan ini juga bisa didapat keluarga mertua ku dan semoga saja Nyonya muda Sherly mendapatkan kesadarannya seperti apa yang didapatkan ibu sekarang ini " ucapnya sembari tersenyum.


Davin menatap sang istri dengan penuh kemesraan, dan saat Dia memandangi Fatimah istrinya itu dia kepergok Haris.


Haris pun menyenggol tangan Davin sembari berbisik pelan.


" Jangan terlalu dipandangi, ntar luntur lagi hehehehe..."


" Nggak akan pernah luntur karena kecantikan istriku itu terlahir dari dalam." Jawab Davin sembari tersenyum.

__ADS_1


" Hehehe...sudah nggak sabar ya, mau lepasin anak kecebong kesarangnya?" Ucap Haris terkekeh pelan.


Davin langsung saja menoleh kearah Haris yang terkekeh itu, dia langsung terdiam, dia kemudian menatap kearah Fatimah.


" Apakah aku mampu?" Ucapnya pelan sekali dan terdengar Haris, Diapun langsung menoleh kearah Davin.


" Ada apa Vin? Apa yang kamu katakan?" Tanya Haris sembari menatap heran temannya itu.


Davin hanya menggeleng.


Kemudian diapun ditarik pelan Haris menuju kearah luar.


" Disini kita lebih enak bicaranya."


Davin menghela nafasnya dengan pelan.


" Ada apa? Kenapa kamu bicara seperti itu, kamu pasti mampu melakukannya, karena Fatimah adalah wanita yang baik."


" Justru karena dia baik itu, aku takut tidak bisa membahagiakannya lahir batin, kamu tahukah keajaiban menghampiri mertuaku, bisa saja keajaiban hadir pada Sherly, aku khawatir kalau itu terjadi Fatimah akan menderita nantinya."


" Kamu pasti bisa memberikan kebahagian itu pada Fatimah dan pada Sherly seandainya Sherly bangun dari komanya, aku yakin dia mampu berbagi kasih sayang dan cinta untuk Fatimah." Ucap Haris sembari menepuk pundak Davin dengan pelan.


Davin menganggukkan kepalanya .


Haris pun berpamitan dan berlalu dari hadapan Davin dan melangkah meninggalkan dirinya menuju kearah mobilnya yang terparkir.


Kemudian Davin melangkah masuk kedalam menemui mereka.


Fatimah menatap suaminya itu dan langsung berdiri melangkah mendekatinya.


Davin menatap kearah Fatimah yang mendekatinya dengan senyumannya itu.


" Mas..."


" Hmmm.."

__ADS_1


" Boleh kah saya minta ijin kalau malam ini tidur dirumah sakit sama ibu?"


Davin tersenyum dan diapun mengangguk sembari memejamkan sesaat matanya.


" Terimakasih ya Mas..." ucapnya sembari tersenyum manis pada suaminya.


" Senyummu sangat menenangkan hatiku." gumam Davin dalam hatinya.


" Key juga ikut Mamah tidur disini." Ucapnya sembari menarik-narik baju Fatimah dan Davin.


Mereka berdua tersenyum dan kemudian Davin mengangkat tubuh mungil itu.


" Boleh sayang, apa sih yang nggak buat kesayangan papah ini yang cantik banget." Ucap Davin tersenyum seraya mencubit pipi gemoy sang anak.


Keyra tersenyum dan diapun langsung menciup pipi dan kiri Davin dengan gemesnya membuat Fatimah dan Davin tersenyum.


Kemudian Davin pun meraih tangan Fatimah membuat getaran dihati Fatimah.


" Fatimah...terimakasih ya karena sudah mau menerima aku dan Keyra menjadi bagian dari hidupmu." Ucap Davin sembari mencium mesra tangan Fatimah membuat Fatimah berdesir dihatinya dan dia hanya menganggukkan kepalanya, dan terlihat wajahnya bersemu merah menambah kecantikan diwajahnya itu, membuat Davin sangat suka dan senang menatap wajah istri keduanya itu.


Davin tersenyum dan diapun menyentuh wajah cantik Fatimah.


" Kamu cantik sayang...!" Ucapnya menggoda Fatimah.


Karena Fatimah merasa malu diapun langsung mengambil Keyra digendongan Davin dan membawanya mendekati sang ibu sembari tersenyum malu-malu, dan Davin pun tersenyum melihat istrinya malu-malu padanya saat mendapatkan godaan darinya.


Setelah puas berbicara akhirnya mereka pamit pulang, Davin pun berpamitan dengan mertuanya dan istrinya untuk kembali kerumah dan kekantornya sedangkan Fatimah dan Keyra masih tetap dirumah sakit bersama dengan ibu Nany. Fatimah mengantarkan suami dan mertuanya beserta adik iparnya itu keluar ruangan, dengan senyuman manisnya dia pun mengiringi langkah keluarga barunya itu pulang kerumah.


Fatimah terpaksa berada dirumah sakit dihari pernikahannya itu karena dia ingin sekali menani sang ibu yang baru saja mendapatkan kesadarannya itu, lagi pula dengan keiklasannya Davin sudah mengijinkan sang istri untuk bersama dan menemani mertuanya itu.


Setelah kepergian mereka Fatimah pun berganti pakaian diruangan ibunya itu, dan kembali bersama serta bercerita sedangkan Keyra seperti biasanya kalau berada dirumah sakit dia bermain bersama Aisyah.


" Fatimah, paman pulang dulu ya, paman mau berangkat kerja dulu, setelah pulang kerja nanti paman kesini lagi karena tadi hanya ijin sebentar."


" Tante juga mau pulang sebentar dan nanti tante kesini lagi."

__ADS_1


Fatimah hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman mengembang diwajahnya.


Dia pun mengantarkan paman dan tantenya itu keluar ruangan dan diapun kembali lagi menemui ibunya itu.


__ADS_2