Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 13


__ADS_3

Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang tentang keadaan ibunya Fatimah, Pras kemudian memohon pamit pada paman Ari dan dia juga memberikan beberapa lembar uang kertas pada paman Ari untuk ibu Fatimah,Awalnya ditolak paman Ari karena dia tidak ingin punya utang budi atau sebagainya pada keluarga Pras, karena dia tahu keluarga Pras tidak suka dengan keluarganya terutama keluarga kakaknya ibunya Fatima, tapi karena dipaksa terus akhirnya dia mau tidak mau pun menerimanya, setelah diterima paman Ari uang pemberian Pras tersebut dia pun langsung berpamitan, Pras berjalan gontai menuju kearah mobilnya yang terparkir, dengan pikiran yang berkecamuk tentang Fatimah yang menjadi pengasuh Anak orang kaya.


Setelah memasuki Mobilnya dia tidak langsung menghidupkannya tapi dia menyenderkan tubuhbya dijok mobilnya, dengan tatapan mata yang menerawang lurus kedepan.


" Kenapa Faimah sampai menjadi pengsuh anak orang sih, dia kan bisa menghubungi ku disaat kesusahan seperti ini, ini tidak bisa dibiarkan aku harus bisa berbicara dengan Fatimah nanti, agar dia berhenti bekerja biar aku yang akan membantu Fatimah dan keluarganya nanti." ujarnya berbicara sendiri dan kemudian dia langsung menghidupkan mobilnya dan meninggalkan halaman parkir rumah sakit.


Mobil yang ditumpangi Fatimah dan mang Cecep pun memasuki halaman parkir rumah bu Santi.


Mang cecep dan Fatimah turun dari mobil dan saat mereka berjalan menuju kearah pintu utama umah besar itu, mereka berdua berpapasan dengan Davin yang terlihat tergesa-gesa berjalan. mang Cecep pun sempat menegur tuan mudanya itu.


" Pagi Tuan..." sapanya.


" Pagi..." balas Davin sembari melihat kearah Fatimah dan Fatimah hanya bisa mengangukkan kepala dengan sopan pada Davin,Fatimah tidak mampu menatap wajah Davin, dan mereka berdua kemudian melangkah masuk dan saat Davin hendak memasuki Mobilnya dia kemudian berbalik arah dan menatap langkah Fatimah yang memasuki rumah dan tanpa sengaja juga Fatimah langsung menoleh kearah belakang dimana Davin yang sedang menatapnya, mata mereka saling beradu pandang kembali, dan kemudian Fatima dengan cepat memalingkan kembali wajahnya dan mengikuti langkah mang Cecep kearah dalam ruang tengah dimana Nyonya besarnya berada.


Davin kemudian memasuki Mobilnya.


" Ada apa dengan diriku sehingga mataku ini ingin tetap menatapnya." ucapnya sembari menghela nafasnya dengan pelan.


" Ach! lupakan Davin, ingat istrimu masih berjuang untuk hidup." ucapnya sendiri sembari menghidupkan mesin mobilnya dan perlahan-lahan meninggalkan rumah pribadinya sendiri menuju kearah kantornya.


Diruang tengah terlihat bu Santi dan Keyra duduk bersantai, saat Keyra melihat kedatangan Fatimah dia langsung turun dari sofa dan berhambur berlari menuju kearah Fatimah sangat kegirangan sekali.


" Mamah....Asyik Mamah datang..." ucapnya seraya berjingkrak ingin minta gendong dengan Fatimah, dan dengan manjanya dia memeluk kaki Fatimah, Fatimah pun langsung mengangkat tubuh mungil tersebut dan menggendongnya dan dia juga tidak sunggan mencium pipi caby Keyra yang mungil itu.

__ADS_1


" Waduh! baru aja ditinggal sehari udah berat banget nih badannya, maem apa nih dek Keyra?" goda Fatimah.


" Mam es criem..." ucap Keyra sembari tertawa dan dia pun langsung memeluk leher Fatimah dengan Manjanya seorang anak kecil pada Mamahnya.


Ibu Santi tertawa pelan, dan diapun menyuruh Fatimah duduk dan bersamanya, dia ingin menceritakan semuanya tentang keadaan dirumahnya itu beserta kegiatan Keyra sehari-harinya.


Setelah mengerti apa yang dikataka bu Santi Fatimah pun mulai melaksanakn tugasnya sebagai pengasuh Keyra.


Terlihat senang sekali Keyra berada bersama Fatimah. Dia sepertinya melupakan sejenak tentang papahnya, biasanya selalu saja ingin bertemu dengan sang Papah.


Dirumah Prasetyo...Rumah yang dibelinya untuk dia singgah disaat dia berada dikota jika ada pekerjaan bersama sang Ayah. Karena pekerjaan Pras pengusaha teh terbesar yang ada didesanya tersebut.


Mobilnya terparkir rapi didepan rumah tersebut, dan dia juga tidak menyadari kedatangan Mamahnya dan seorang wanita yang bersama sang Mamah, wanita tersebut cantik, Anggun dan berkharisma siapa lagi kalau bukan si Revi Anaknya pak kades yang sangat menyukai Pras disamping itu juga kedua orang tua Pras sangat menyukai Revi, tapi tidak dengan Pras, karena dia sangat menyukai Fatimah, dan ingin sekali memiliki Fatimah, tapi sayang belum bisa dia ungkapkan.


" Ibu...kapan ibu datang, kenapa nggak bilang dengan Pras, biar Pras jemput." Ucapnya sembari menyalami tangan sang ibu.


Ibu Rere tersenyum sembari menepuk pundak sang Anak.


" Ini idenya Revi Agar tidak menghubungi kamu, katanya biar jadi kejutan untuk mu." Ucap Bu Rere sembari menyentuh tangan Revi yang tersenyum senang karena bisa bertemu dengan pujaan hatinya.


Tidak ada tanggapan dari Pras dan dia hanya tersenyum simpul saja dan langsung mengajak sang ibu masuk kedalam rumahnya.


Setelah berada diruang tamu Anaknya tersebut, ibu Rere langsung melontarkan pertanyaan pada Pras.

__ADS_1


" Kamu dari mana? Kata Ayah kamu, kamu keluar tidak bilang sama dia, jangan bilang kamu menemui ibunya Fatimah ya?" Tanya ibu Rere dengan rasa ingin tahu kebenarannya sang anak dari mana.


Terdengar helaan nafas Pras yang begitu berat.


" Ibu yakin kamu pasti datang dari sana ya? Sudah ibu bilang jangan pernah kamu menemui Fatimah, kamu tidak akan bisa bersatu dengannya, dan kalau seandainya kamu bisa bersatu ibu tidak akan pernah setuju lahir dan batin, dan ibu tidak ingin punya menantu seperti Fatimah, Anak yang ditinggalkan Ayahnya hanya mengejar wanita lain, ibu lebih senang dan setuju kamu dengan Revi karena dia jelas sudah hidupnya, bibit, bobot dan bebetnya, ibu akan merestui kamu lahir dan batin kamu bersama Revi." Ucapnya panjang lebar sembari menyentuh wajah sang calon menantu yang disukai tapi tidak disukai sang Anak, dan sikap Revi sangat manja dengan ibu Rere karena dia merasa direstui dan menambah kepercayaan dirinya berada diatas Angin.


Lagi-lagi Pras terdiam dan menghela nafasnya panjang, diapun langsung berdiri dan berpamitan dengan sang ibu menuju kamarnya.


" Pras...ibu belum selesai bicara padamu Pras." Tegur bu Rere, namun Pras tetap diam dan tak menghiraukan ucapan sang ibu.


" Benar-benar tu Anak...haduh!! Kenapa tetap saja dia menginginkan Fatimah yang nggak ada untungnya sama sekali." Ucapnya seraya memegang keningnya dengan kedua tangannya.


" Sudahlah Ibu, biarkan Mas Pras menenangkan dirinya, ntar kalau terus dipaksa dia akan tetap tidak menjawab, dan akhirnya dia akan membangkang pada Ibu." Ucap Revi sembari menyabari sang calon mertua.


" Itulah yang ibu suka padamu Revi, kamu sangat sabar sekali dan Pras tidak mengetahui kalau kamu itu wanita tersabar sedunia, ibu suka dan bangga padamu Rev..kamu harus berjuang mendapatkan Pras ya, dan kalahkan si Fatimah itu." Ucap Bu Rere pada Revi sembari tersenyum, dan Revi hanya mengangguk...


" Itu pasti Bu, mas Pras akan jatuh dalam pelukan Revi.


" Apa yang kalian bicarakan? Sedari tadi Ayah datang nggak didengarkan panggilan Ayah." Ucap pak Somat Ayah Pras.


" Itu si Pras rupanya sudah tahu kalau ibunya Fatimah masuk rumah sakit."


" Memang kenapa Bu...biarin ajalah karenakan Fatimah teman Pras, lagi pula yang kasih tahu Pras kan Ayah."

__ADS_1


" Apa?!" Ucap bu Rere terkejut dan menatap sang suami yang duduk disofa sambil melepaskan kaos kakinya.


__ADS_2