
" Kenapa Aku merasa gugup gini sih? Aku kan nggak menemui pacar atau apalah, tapi melainkan menemui orang tua Keyra." Gumam Fatimah sembari berdiri bersama Bu Santi didalam Lift yang menuju kearah ruangan Davin.
Pintu lift terbuka, terlihat sekali Fatimah merasa gugup dan sedikit gelisah karena dia sebenarnya belum secara langsung berhadapan dengan Davin, dia hanya sepintas saja melihat dan bertatap muka dengan orang tua dari keyra tersebut.
Bu Santi membuka pintu ruangan Davin dan kedua orang yang ada didalam itupun langsung menoleh kearah kedua wanita dan satu anak kecil tersebut.
Davin langsung berdiri dan mendekati langkah mamahnya itu sembari tersenyum.
" Mamah? Ada apa cape-cape kesini?" Tanyanya seraya membawa mamahnya itu duduk disofanya, dan dia pun sempat melirik kearah Fatimah,dan Fatimah hanya bisa memberikan senyumannya saja sembari mengangguk pelan memberi hormat pada bos mudanya itu.
Sedangkan Haris menatap terus kearah Fatimah.
" Kayanya aku kenal deh dengan wanita itu? Siapa ya? Lupa aku.." ucapnya berbicara sendiri sembari mengingat-ingat.
" Oh! Iya-iya ...bukankah itu Fatimah? Wanita yang habis pulang kerja sempat diganggu dua preman itu, apakah dia pengasuh yang diceritakan Davin itu ya?" Ucapnya lagi, Fatimah tidak menyadari kalau ada Haris lelaki yang pernah menolong dirinya waktu itu, karena dia sibuk dengan Keyra yang sejak tadi ketiduran dalam gendongannya.
" Fatimah, kamu bisa rebahkan Keyra disofa atau diruangan istirahatnya Davin." Ucap Bu Santi sembari tersenyum.
" Oh...iya Bu.." ucapnya sembari melangkah menuju kearah pintu ruang istirahat, tapi karena bingung dia berhenti didepan ruangan tersebut.
" Yang mana ruangannya? Ini ada dua pintu?" Ucap batinnya.
Haris yang mengetahui kebingungan Fatimah langsung menghampirinya.
__ADS_1
" Ini ruangannya, masuklah..." Ucap Haris sembari membukakan pintu tersebut.
" Terimakasih..." Ucap Fatimah tanpa menyadari lelaki tersebut, tapi saat dia mau masuk diapun menghentikan langkahnya dan berbalik arah, dan dia menatap wajah Haris, mereka berduapun tersenyum.
" Mas Haris?" Ucapnya senang karena bisa bertemu lagi dengan penolongnya.
" Iya Fatimah kita bertemu lagi..." Sahut Haris.
Melihat Haris dan Fatimah berbicara Davin menatap mereka berdua dengan tatapan penuh tanda tanya besar dikepalanya, dan diapun tidak fokus dengan sang mamah yang sedang berbicara padanya.
" Apa yang mereka bicarakan, ternyata mereka saling kenal, kenapa aku merasa ada sesuatu rasa yang tidak nyaman melihat mereka berbicara berdua." Gumam Davin dalam hatinya, karena Bu Santi berbicara tidak dihiraukan Davin Bu Santi pun langsung menoleh kearah anaknya, dan kemudian kearah Fatimah dan Haris, Bu Santi Pun tersenyum.
Kemudian Haris melangkah menuju kearah Bu Santi dan Davin, sedangkan Fatimah merebahkan Keyra yang tertidur.
" Kamu sudah kenal dengan pengasuh Keyra dari mana?" Tanya Davin langsung bertanya dengan Haris setelah dia berada disamping Davin.
" Tinggal dimana? " Tanya Davin Antusias menanyakannya pada Haris, Bu Santi dan Haris saling pandang setengah terkejut mereka mendengar antusias pertanyaan Davin pada Fatimah.
" Semangat sekali kamu bertanya tentang Dia tinggal dimana hehehe..." Goda Haris.
Davin pun menyadari apa yang diucapkannya tadi, dia langsung menguasai dirinya agar dia tidak terlihat ingin tahu sekali dimana Fatimah tinggal.
" Sudahlah, lupakan saja, oh ya Mah, ada apa Mamah kesini? Bukankah nanti malam kita makan bersama dalam acara tiga tahunnya Keyra." Ucap Davin, memanga selama ini Ulang tahun Keyra hanya dirayakan dalam acara makan bersama keluarga saja.
__ADS_1
" Iya Mamah memang ingin membicarakan masalah itu, tapi menurut mamah lebih baik besok kita adakan acara mengundang anak-anak komplek dan anak panti, gimana menurut kamu nak?"
" Hmmm...kalau menurut mamah itu baik, Davin sih ngikut aja." Ucap Davin tersenyum.
" Baiklah kalau gitu mamah mau belanja dulu ya sama Fatimah, Keyra tinggal disini sebentar, nggak lama kok, kasihan dia lagi tidur." Ucap Bu Santi.
Dianggukkan Davin, Kemudian Bu Santi memanggil Fatimah dengan pelan dan Fatimah pun menemui Bu Santi dan menutup pintu ruangan tersebut dengan tatapan mata Davin yang tidak lepas dari gerak geriknya Fatimah tersebut,Fatimah tidak berani menatap Davin dia hanya menundukkan kepalanya saja karena Fatimah tetap merasa gugup yang sangat tidak bisa dia kuasai bila tatapan matanya dan mata Davin beradu pandang. Sampai kemudian Bu Santi dan Fatimah tidak terlihat lagi diruangan Davin.
" Baiklah Bos...Aku pergi dulu ya..." Ucap Haris melangkah menuju kearah luar dianggukkan sama bosnya itu.
Terdengar helaan nafasnya dan dia pun menyenderkan kepalanya kesandaran sofa dan menatap langit-langit ruangannya itu.
" Kenapa aku merasa penasaran sekali dimana tempat tinggal Fatimah itu, mau bertanya sama mamah nanti apa kata mamah, mau menanyakan dengan Haris nanti Haris berpikiran yang tidak-tidak... Astaghfirullah apa yang aku pikirkan ini? Apakah hatiku sudah setuju untuk bercabang? Tidak! Hati ini hanya milik Sherly bukan milik siapa-siap..." Ucapnya sembari menghembuskan nafasnya dengan berat dan mengusap wajahnya dengan sedikit kasar, dia berdiri dari duduknya dan melangkah menuju ruangan istirahat dimana ada sang anak yang sedang tertidur itu, saat dia mau membuka pintu ruangan istirahatnya itu, dia mendengar Keyra bangun dan menangis...
" Sayang Anak Papah, ada apa nak...." Ucapnya sembari mendekati sang anak dan langsung memeluknya untuk menenangkannya dari tangisnya.
" Mau Mamah pah!.." ucapnya dalam tangisnya.
" Mamah lagi keluar sebentar ya sayang...." Ucapnya yang langsung saja dia sadar dengan ucapannya dan dia pun langsung terdiam saat dia mengatakan pada sang anak kalau mamahnya lagi keluar.
" Papah ..mau mamah, mamah...mamah..." Teriak Keyra tapi Davin hanya terdiam dan membiarkan sang anak mencari mamahnya yaitu Fatimah.
Keyra meronta dan berguling diatas tempat tidur sambil menangis memanggil-manggil mamahnya.
__ADS_1
Terdengar helaan nafas Davin kemudian diapun langsung menghubungi Bu Santi, setelah beberapa saat berbicara Davin pun langsung mematikan sambungan telponnya.
Beberapa saat kemudian, pintu ruangan davin terbuka pelan dan terdengarlah tangisan Keyra,mendengar tangisan keyra yang kencang dan kesesugukkan didalam kamar, Fatimah pun langsung bergegas melangkah menuju kearah kamar tersebut, terlihat Davin duduk dengan bertopang tangan dan terlihat juga Keyra menangis ditempat tidur, tanpa pikir panjang lagi Fatimah langsung menghampiri Keyra dan langsung duduk disamping Davin yang sedang duduk dibibir ranjang istirahatnya itu, dengan sigap Fatimah langsung meraih tubuh mungil tersebut dan langsung memeluknya untuk menenangkan tangis gadis mungil tersebut, setelah didekap Fatimah, Keyra langsung terdiam, Davin terkesima melihat keadan Keyra yang tidak bisa didiamkannya itu, namun dengan adanya Fatimah Keyra langsung diam seakan-akan sudah mendapatkan pawangnya.