Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 63


__ADS_3

" Ya sus ada apa?"


" Pak, Bu Sherly..."


" Ada apa dengan istri saya..."


" Lebih baik bapak segera ke Rumah sakit."


Mereka terkejut mendengar ucapan Davin itu membuat mereka yang ada disitupun langsung menoleh kearah Davin terutama Haris yang merasa penasaran apa yang terjadi dengan Sherly.


" Baiklah saya segera kesana." Ucapnya sembari memutus pembicaraannya tersebut, dan langsung berpamitan dengan pak Jonny sang Clientnya itu.


" Maaf Pak, saya terpaksa pergi sekarang karena ada sesuatu pada istri saya dirumah sakit, Bapak bisa melanjutkannya dengan Haris, Ris aku titip ya." Ucapnya kemudian berdiri dan melangkah tergesa-gesa meninggalkan mereka setelah mendapatkan anggukkan dari pak Jonny yang merasa heran dengan Davin.


Davin kemudian meninggalkan rumah makan lesehan tersebut dengan melajukan mobilnya diapun langsung menuju kearah rumah sakit, sedangkan Haris yang masih berada dirumah makan Lesehan itupun hanya tersenyum pada pak Jonny padahal dia juga ingin tahu keadaan Sherly saat ini.


" Memang kenapa dengan istrinya pak Davin? Pak Haris?" Tanya pak Jonny.


Haris menghela nafasnya dengan pelan.

__ADS_1


" Istrinya pak Davin mengalami koma yang panjang,selama tiga tahun lamanya."


" Hah? Benarkah itu?"


" Iya Pak,.." ucap Haris sembari mengangguk.


" Kasihan pak Davin, semoga mendapatkan kesadarannya dan segera sadar dari komanya istinya pak Davin."


" Amiin.." ucap Haris sembari melanjutkan kembali pembicaraannya tentang kerjasama yang akan dilakukan dua perusahaan yang sama-sama terkenal itu.


Beberapa saat kemudian Davin memasuki halaman parkir rumah sakit milik keluarganya itu dan menuju kearah ruangan Sherly yang sudah ada dokter yang selalu menanganinya dan suster yang selalu menjaganya.


" Sayang..." Ucapnya sembari menciun kening Sherly dan menggenggam tangannya itu, Sherly hanya menyunggingkan senyumnya tapi dia tidak bersuara sama sekali.


" Pak Davin, ini adalah keajaiban yang tak terduga."


" Iya Dok, saya sangat bersyukur sekali."


" Tapi bagaimana keadaan selanjutnya dok?" Tanya Davin seraya menatap kearah dokter tersebut.

__ADS_1


" Kami masih mendalaminya pak, kami juga tidak menyangka,karena ini adalah kesadaran yang tidak terduga, dari kondisi yang sudah tidak memungkinkan lagi, tapi akhirnya kuasa Tuhan ada ditengah-tengah ini semua."


Davin hanya menganggukkan kepalanya terlihat diwajahnya rasa senang yang tiada taranya.


Sejenak dia melupakan kalau dia sudah menjadi sah suaminya Fatimah, dia terus menatap wajah istrinya itu, yang hanya diam seribu bahasa, dan dia juga tidak bersuara sama sekali dan hanya sesekali tersungging senyum diwajahnya.


" Pak Davin kami permisi dulu, dan nanti kami akan datang lagi memeriksa kondisi ibu Sherly selanjutnya."


Davin hanya menganggukkan kepalanya dengan senyuman yang mengembang diwajahnya.


Setelah kepergian dokter dan suster dari ruangan Sherly dia pun langsung mengambil ponselnya dan menghubungi sang Mamah.


" Ada apa Vin..."


" Mah...datanglah kerumah sakit, Davin bahagia sekali Mah,. Karena Sherly sudah sadar."


" Apa? Sherly sudah sadar...ya Tuhan ini adalah keajaiban yang sangat tidak terduga, baiklah Mamah dan Laura akan kerumah sakit segera." Ucapnya kemudian memutus sambungan bicaranya tersebut.


" Ya Tuhan, akhirnya menantu ku sudah sadarkan diri, Laura ayo segera kita kerumah sakit, karena Sherly sudah sadar, sekarang kakak mu sudah ada dirumah sakit." Ucapnya sembari tersenyum dan rasa tidak percaya Laura mendengar kabar tersebut, sekali lagi mereka melupakan Fatimah karena kabar yang tak terduga itu.

__ADS_1


Ibu dan Anak itupun langsung menuju kearah rumah sakit dengan diantar Mang Cecep.


__ADS_2