Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 37


__ADS_3

Laura terdiam dia tidak ingin bertanya pada sang Mamah kenapa mesti dirinya dibawa kerumah sakit, dan ada hubungan apa dia dengan Rumah sakit.


Sedangkan Mobil Davin memasuki halaman rumah sakit dimana Sherly dirawat.


Davin segera turun dan membuka pintu mobil untuk Fatimah dan anaknya, Keyra yang berada dalam pangkuan Fatimah beralih kedalam gendongan Davin. Fatimah turun dari dalam mobil dia melangkah mengikuti langkah Davin, karena terlihat seperti majikan dan asistennya Davin langsung meraih tangan Fatimah dan menggenggamnya, Fatimah terkejut dan langsung melihat kearah Davin, namun Davin dengan erat memegangnya tapi tidak menyakiti tangan Fatimah, Mereka terus berjalan beriringan, Davin tidak menghiraukan tatapan orang yang hilir mudik dirumah sakit itu, tapi tidak dengan Fatimah dia merasa sedikit tidak nyaman dengan pandangan orang-orang itu, karena Fatimah tahu Davin sering kerumah sakit itu hanya seorang diri dan sekarang datangnya bertiga dengan memegang tangannya. Fatimah hanya bisa menundukkan kepalanya tanpa bisa menatap tatapan mata orang-orang yang melihatnya.


Mereka langsung masuk kesalah satu ruangan dimana sang istri berada, dan suster Lidya melihat kedatangan Davin itupun langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya dan matanya tak lepas dari sosok Fatimah, diapun tersenyum juga dan kemudian matanya pun iseng melihat kearah tangan Fatimah yang dipegang Davin, kemudian Suster Lidya tersenyum dan langsung melangkah menuju kearah luar.


" Apakah itu istri barunya pak Davin ya?" pikirnya sembari menutup pintu ruangan tersebut.


" Maaf Tuan tolong lepaskan tangan saya..." ucap Fatimah sembari menggerakkan tangannya pelan, dan Davin pun baru tersadar kalau dia masih menggenggam tangan Fatimah.


Davin menatap kearah tangannya dan diapun langsung melepaskan tangannya dari tangan Fatimah, dia langsung melangkah menuju kearah ranjang dimana tubuh sang istri berada.


Fatimah langsung mengikuti Davin, karena hatinya tergerak ingin melihat wajah istri sang majikan secara langsung, Fatimah berdiri di ujung ranjang tepatnya dididekat kaki Sherly, diapun menatap kearah wajah sang majikan perempuannya itu yang banyak menempel alat medis ditubuhnya, dia pun langsung terkejut melihat wajah cantik tapi terlihat pucat dan masih menutup matanya itu.


" Hah?! apakah aku tidak salah liat dengan wajah itu? bukankah dia yang hadir didalam mimpiku waktu itu, dia saat itu langsung mengajak aku untuk bertemu dengan seseorang, tapi aku tidak tahu siapa yang akan ditemui waktu itu." gumamnya dalam hati sembari matanya tak berkedip menatap wajah Sherly.


" Apakah aku mimpi?" ucapnya pelan namun jelas didengar Davin dan diapun langsung menoleh dengan cepat kearah Fatimah.


" Ada apa Fatimah? " tanya Davin menatap lekat kearah Fatimah.

__ADS_1


" Oh..Emm...Nggak ada apa-apa tuan." ucapnya sembari menundukkan kepalanya.


" Apakah Fatimah pernah bertemu dengan Sherly? apakah Fatimah ditemui Sherly dalam mimpinya?" ucapnya dalam hatinya seraya menatap Sherly dengan tatapan penuh kerinduan yang sangat mendalam berharap sang istri bisa kembali sadar dan kembali bersama ditengah-tengah keluarganya.


" Mamah...kenapa Mamah masih Bobo, Ayo bangun Mamah sudah pagi lho..." ucap Keyra yang membuat Davin dan Fatimah terkejut terutama Davin yang mendengar sang Anak memanggil Sherly dengan sebutan Mamah, karena dia khawatir kalau anak semata wayangnya itu tidak mengenal dan memanggil Sherly dengan panggilan Mamah.


Fatimah tersenyum dan bahagia karena Keyra mengenali ibu kandungnya, terlihat wajah Sherly seperti mengembangkan senyum seiring Keyra memanggilnya Mamah, dan terlihat juga disudut matanya Air matanya mengalir seakan dia merasa sangat bahagia karena anaknya itu mengenali dirinya, Davin tidak bisa menahan rasa haru tersebut dan diapun langsung menyembunyikan wajahnya dibalik badan anaknya yang berada dalam gendongannya tersebut dia meneteskan air matanya yang tak tahan dia bendung, dan diapun dengan segera juga mengusap air matanya itu tanpa sepengetahuan Fatimah.


Fatimah hanya bisa menundukkan kepalanya, antara sedih, bahagia dan bingung tentang keberadaan Sherly yang hadir dalam mimpinya tersebut, sedih karena melihat Keyra yang sudah lama tidak mendapatkan kasih sayang sang Mamah, bahagia karena Keyra bisa mengenali sang Mamah walaupun dia tidak bertemu sesering mungkin, menurut cerita Bu Santi Keyra diperkenalkan pada sang mamah kala itu dia berusia satu tahun.


Davin kemudian menghapus airmata sang istri di sudut matanya tersebut.


" Mamah, Key kangen sama Mamah." ucap Keyra lagi dengan bahasa anak kecil usia tiga tahun.


Hening! tak ada suara lagi diruangan tersebut, beberapa menit kemudian mereka langsung terkejut karena suara Keyra membuyarkan lamunan mereka berdua dengan rengekkan dia yang ingin jalan-jalan ke Mall.


Dengan tersenyum Davin kemudian menganggukkan kepalanya dan mereka pun berpamitan dengan Sherly seraya sang anak mencium pipi Sherly dan beberapa saat kemudian datanglah suster Lidya kembali menjalankan tugasnya untuk menjaga Sherly merekapun langsung berjalan keluar dan menuju kearah Mobil yang terparkir dengan rapi tersebut.


Mobil yang dikendarai Mang Cecep memasuki area rumah sakit dimana ibunya Fatimah dirawat.


" Mah, kok kita kesini lagi sih, bukankah ini rumah sakit yang merawat ibunya kak Fatimah? ada apa sih mah, mau menemui kak Fatimah ya? jangan sekarang dong Mah minta maafnya pada dia, Laura belum siap Mah." ucapnya seraya memegang tangan sang Mamah, Bu Santi hanya menatap sesaat saja kearah Laura, dan kemudian dia keluar tanpa suara.

__ADS_1


" Mah...! " panggilnya dan kemudian diapun langsung keluar mobil dan setengah berlari mendekati Bu Santi yang sudah terlebih dahulu berjalan cepat menuju kedalam lobby rumah sakit tersebut.


" Mah! " panggilnya lagi sembari meraih tangan sang mamah, dan Bu Santi pun langsung menghentikan langkahnya dan menatap kearah anaknya itu.


" Laura! kamu bisa diam nggak, kamu mau tahu kenapa Mamah bawa kamu kesini, karena kamu harus minta maaf pada Fatimah atas perbuatan kamu selama ini dengannya." ucap Bu Santi kembali berjalan mnuju kearah ruangan Ibu Fatimah.


" Cih! minta maaf dengan dia? ogah! karena dia adalah sumber segala masalah, buat apa aku minta maaf dengannya, karena nggak ada tuh didalam kamusnya aku, seorang Laura harus meminta maaf pada orang yang jelas-jelas punya salah padaku." ucapnya sembari mengikuti langkah Bu Santi.


Meraka berdua sampai didepan ruangan ibunya Fatimah,Bu Santi pun langsung membuka pintu tersebut sembari mengucapkan salam, dan terdengar dari dalam membalas salamnya tersebut dengan senyuman manis mereka.


Laura masih dengan wajah yang terlihat sombong pada orang yang tidak selevel dengannya.


" Bagaiman Pak, Bu keadaan ibunya Fatimah.?" tanya Bu santi sembari menyalami paman Ari dan istrinya tersebut.


" Alhamdulillah sedikit ada perubahan Bu."


" Syukurlah kalau seperti itu. tapi maaf kalau Fatimah tidak pulang tadi malam dan sekarang juga belum pulang kesini, karena cucu saya tadi mengajak Fatimah jalan-jalan."


" Iya Bu nggak apa-apa..."


Kemudian Laura ditarik pelan Bu Santi agar bisa mendekat padanya dan melihat jelas wajah ibu Fatimah yang terbaring itu,sambil dia berbisik pelan pada Laura tanpa terdengar pamannya Fatimah dan istrinya.

__ADS_1


" Kamu mengenali siapa yang terbaring itu?"


Laura terlihat ogah-ogahan untuk melihatnya tapi dia langsung ditarik pelan kembali oleh Bu Santi, dan Laura pun langsung menoleh pada ibu Fatimah, dan diapun langsung terkejut dan otaknya langsung mengingat saat kejadian waktu itu, diapun tidak menyangka orang yang di tabraknya sekarang berada dihadapannya dan matanya tak berkedip dengan apa yang dilihatnya.


__ADS_2