Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 35


__ADS_3

Fatimah masih tertunduk, dia tidak berani mengangkat wajahnya ditambah lagi dia merasa malu karena dia sudah terjatuh tepat dipangkuan sang majikan.


" Sudahlah, kalau sudah selasai silahkan kamu keluar dari ruangan ini." Ucap Davin dengan suara datarnya dan kembali duduk untuk melanjutkan pekerjaannya, dia sengaja bersikap seperti itu agar dia tidak terlihat gugup dihadapan Fatimah.


" Baik Tuan Muda." Ucapnya sembari melangkah meninggalkan ruangan Davin dengan membawa tirai-tirai tersebut.


" Hemmm...." Davin menyandarkan tubuhnya dikursinya dan dia tersenyum mengingat kejadian yang terjadi beberapa detik yang lalu, insiden tirai yang mampu membuat jantung seorang Davin tidak bersahabat berdetak kencang.


" Apakah ini yang dinamakan suka pada pandangan pertama?" Ucapnya sembari memejamkan matanya meresapai apa yang terjadi diantara dirinya dan Fatimah.


Kejadian itu terlihat simple, antara seseorang yang menyelamatkan seorang gadis dari musibah kecil yang tanpa disadari dua orang tersebut saling beradu degupan jantung.


" Iya sayang...itu bukan rasa suka saja melainkan rasa cinta yang datang secara murni dari dalam hatimu." Ucap Sherly yang sudah berada disamping Davin duduk dipegangan kursi kerjanya tersebut, sembari tersenyum dan membelai rambut sang suami.


Davin terkejut, dia langsung membuka matanya dan menatap kearah sang istri.


" Sayang...kamu sadar sayang?" Tanyanya sembari berdiri dan meraih tubuh istrinya dan memeluknya.


" Maafkan aku sayang karena sudah menghianati kamu dengan perasaanku pada Fatimah, maafkan aku, sekali lagi maafkan aku, aku tidak ingin kamu pergi karena kesalahanku sekarang ini sudah membiarkan rasa ini untuk orang lain dan dihadapanmu sekarang ini aku sangat bersalah sekali, tolong maafkan aku, aku berhak kamu marahin, dipukul sekalipun aku mau, tapi jangan sampai kau meninggalkan ku." Ucapnya sembari begitu erat dan hangat memeluk istrinya itu karena sudah bertahun-tahun lamanya dia tidak memeluk sang istri dengan begitu romantis seperti sekarang ini.


Sherly kemudian melepaskan perlahan pelukan suaminya dia tersenyum dan tidak ada diraut wajahnya itu rasa kemarahan tetapi terlihat sangat senang sekali melihat suami tercinta sudah menemukan rasa yang selama ini hilang bertahun-tahun lamanya semenjak dirinya tidak berada disamping sang suami.


" Aku tidak marah dan tidak juga merasa sakit hati, aku bersyukur karena kamu sudah menemukan kembali rasa yang sudah hilang selama beberapa tahun belakangan ini, aku harapkan kamu mau menerima wanita itu, karena wanita itu adalah wanita yang baik dan wanita yang akan aku perkenalkan padamu sebagai pengganti ku nanti." Ucapnya sembari memegang pipi sang suami.


Davin terdiam, dia tidak menyangkal ucapan Sherly dan dia juga tidak marah dengan ucapan sang istri.

__ADS_1


Lagi-lagi Sherly tersenyum dan terlihat sekali rona kebahagian diwajahnya.


" Cepatlah sayang halalkan Fatimah dan jadikan dia sebagian kebahagian kamu dan anak kita, jadikan dia peri dihatimu, bidadari yang selalu ada untukmu, aku sangat merestui kalian, jadilah pasangan yang berbahagia diatas segalanya, dia adalah wanita terpilih untukmu dari segala wanita yang ada diluar sana yang menginginkan kamu sebelum dan sesudah ada aku,kalian akan bahagia selamanya, dia akan selalu menyayangi Keyra anak kita sepenuhnya, walaupun aku belum mengenal dekat dengannya, tapi aku sangat yakin dia adalah pasangan yang terbaik untukmu." Ucapnya lagi sembari tersenyum sumbringah.


" Tapi sayang..." Davin menggangtung kalimatnya, dia menatap wajah istrinya itu.


" Tidak ada tapi-tapian sayang...aku iklas dan aku juga tidak merasa keberatan dengan kehadiran wanita lain dihatimu, kamu adalah cinta pertama dan terakhirku kamu adalah orang yang pertama kalinya menyentuh hatiku, tapi kamu ditakdirkan mempunyai dua hati dihatimu, diriku dan Fatimah." Ucapnya sembari tersenyum menyentuh wajah sang suami, Davin merasakan sentuhan tangan Sherly berbeda seperti biasanya dikala dia bertemu dengan sang istri, sentuhannya sangat hangat tapi kali ini sentuhannya itu sangat dingin sekali, Davin meraih tangan istrinya dan menggenggamnya, dia menatap wajah cantik istrinya itu dan menyentuh pipi sang istri.


" Kenapa tangan dan wajahmu sangat dingin sayang?"


Sherly hanya tersenyum mendengar pertanyaan sang suami.


" Ini karena kamu tidak mengiklaskan aku pergi, waktunya sudah tiba sayang, iklaskan aku, dan lepaskan semuanya itu dari ku, aku sudah tidak kuat dengan keadaan seperti itu." Ucapnya masih dengan senyuman yang sesekali terukir diwajahnya.


Davin hanya terdiam dan dia tidak berkata apa-apa tentang permintaan Sherly, kemudian dia merasa ada yang mencubit ringan tangannya dan memukul-mukul pahanya dengan keras tapi tidak terasa sakit sama sekali, siapa lagi kalau bukan sang anak yang memukulnya membangunkan dari tidurnya tersebut, Davin terkejut dan membuka matanya perlahan, dia melihat wajah mungil dan cantik sang buah hati yang berada didekatnya sembari menopangkan kedua tangannya dipaha sang Papah dengan senyuman imutnya.


" Jalan-jalan sayang?...sini pangku Papah dulu...ups ..! Berat banget anak papah sekarang...." Ucap Davin sembari menciun pipi caby sang anak yang sangat menggemaskan.


Dia kemudian menoleh kearah Fatimah yang berdiri mematung tidak jauh dari duduknya Davin. Kemudian dia kembali menoleh kearah sang anak.


" Key jalan-jalannya mau kemana?" Tanya Davin memeluk erat sang anak.


" Emoy..." Ucap polosnya sembari tertawa dan menangkupkan kedua pipi Davin dan menciun hidung Papah tercintanya.


" Emoy?"

__ADS_1


" Iyah!..." Ucapnya sembari menganggukkan kepalanya.


" Sama siapa aja kita jalan-jalannya?" Tanya Davin lagi melirik kearah Fatimah yang masih berdiri mematung.


" Sama key, sama Mamah, sama Papah..." Ucapnya terlihat senang.


" Memang Mamahnya mau? Jalan-jalan sama Key dan Papah?" Ucap Davin lagi-lagi melirik kearah Fatimah, dan saat mata mereka saling beradu, Fatimah langsung salah tingkah dan memalingkan wajahnya kearah lain secara spontan karena dia tidak ingin dilihat Davin rasa gugupnya itu.


" Iyah! Mamah pasti mau, ya Mah ya...ya...mau ya Mah ya?" Ucapnya menatap kearah Fatimah.


Fatimah yang mendengar Keyra mengatakan itu padanya dia langsung mengangguk, sebenarnya dia sedikit terkejut tapi dia berusaha menutupi rasa itu.


" Hareee...Ayo pah, kita jalan-jalannya..." Ajak Keyra bersemangat.


" Ayo..." Ucapnya lalu menurunkan sang anak dari pangkuannya, Keyra langsung berlari keluar dengan rasa senangnya dan rasa bahagia yang tak terkira karena dia merasa sangat lengkap kebahagiaannya itu terpancar dari tingkah lakunya yang sangat kesenangan sekali.


Davin mendekati Fatimah.


" Sebelum ke Mall temani saya kerumah sakit, menjenguk Mamahnya Keyra." Pintanya pada Fatimah seraya menatap wajah cantik Fatimah.


Fatimah hanya mengangguk...


Kemudian mereka berjalan saling beriringan menuju kelantai bawah bersama-sama, dan kemudian Davin meraih tubuh sang anak dan menggendongnya menuruni anak tangga lantai dua itu.


" Ketemu istrinya Tuan Davin?" Ucapnya sembari menoleh kiri dan kanan dinding rumah tersebut, tapi dia tidak menemukan fhoto istri Tuan Mudanya itu, karena selama dia bekerja dirumah besar itu dia tidak pernah sekalipun melihat fhoto nyonya mudanya itu, seakan-akan Tuan Muda dan orang rumah menyimpan rapi-rapi fhoto sang Nyonya Muda yang sedang sakit sekarang ini.

__ADS_1


" Pasti sangat cantik sekali Nyonya Muda, terlihat dari buah hati mereka yang sangat cantik itu, ditambah lagi ketampanan Tuan Muda yang sangat di idam-idamkan kaum hawa diluar sana, eits! Apa-apaan sih Fatimah, kenapa kamu bicara seperti itu sih, sadar Fatimah, ini istana nggak akan berubah jadi gubuk seperti milik mu, dan jangan pernah berharap Fatimah seorang pangeran akan datang merubah gubukmu menjadi sebuah istana.." ucapnya memukul pelan kepalanya sambil tersenyum dan dia tidak menyadari kalau dia diperhatikan Davin, dan Davin pun tersenyum melihat gadis manisnya itu bertingkah laku sambil tersenyum sendiri.


__ADS_2