Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 07


__ADS_3

Fatimah melangkah pelan-pelan agar tidak membangunkan Adiknya yang sedang tertidur setelah pulang sekolah,namun langkah kakinya tertahan oleh suara Adiknya yang menegur dirinya saat mau membuka pintu ruangan Ibunya.


" Kakak mau kemana?" Tanya Aisyah.


" Kakak mau kemushola dulu sebentar" ucap Fatimah


Aisyah mengangguk dan tersenyum simpul,dan Dia pun melanjutkan lagi tidurnya.


Fatimah hanya bisa menatap wajahnya,terlihat jelas di wajah Adiknya itu kesedihan,Diapun tak kuasa menahan air matanya.


" Kasihan kamu dek,in sya Allah Kakak akan berusaha sekuat tenaga agar Ibu bisa cepat sadar dan kembali lagi bersama kita " hanya itu yang mampu lolos dari mulut Fatimah.


Fatimah memang hari ini tidak masuk ketoko Bu Lena untuk bekerja,Dia ingin menjaga Ibunya saat ini.


Dia berjalan gontai menuju kearah Mushola rumah sakit, dimana Dia sering melaksanakan sholat di mushola tersebut.


" Ya Allah, kuatkan hambamu ini ya Allah, sehat kan badan ini ya Allah, agar hamba bisa berjuang demi Ibu dan Adik hamba ya Allah" ucapnya pelan sembari melangkah.


Sesampainya dimushola Dia langsung mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Dzuhur, setelah sholat Dia duduk di depan Mushola,Dia larut dalam pikirannya sendiri.


" Kamu kenapa Nak?"


Fatimah menoleh kearah suara,Fatimah tersenyum pada seorang Ibu yang berada duduk di sampingnya


" Saya nggak apa apa Bu" ucap Fatimah tersenyum pada ibu tersebut.


" Kamu nggak usah bohong, cerita pada Ibu, hampir setiap hari Ibu melihat kamu sehabis sholat selalu melamun ada apa?" Ucap Ibu itu padanya.


Fatimah hanya terdiam,Dia tidak bisa bercerita kepada siapapun apalagi pada Ibu yang ada di sampingnya sekarang ini, karena Dia baru melihat dan mengenali Ibu tersebut, Ibu yang ada di sampingnya hanya tersenyum


" Ibu tahu,kalau kamu takut menceritakannya pada Ibu karena kamu baru saja liat Ibu di sini kan,tapi Ibu sudah sering liat kamu di sini "


Fatimah hanya bisa menatap Ibu yang ada di sampingnya dengan senyuman manisnya.


Fatimah hanya menarik nafasnya dengan berat dan melepaskannya dengan penuh beban yang Dia rasakan yang tidak bisa Dia ungkapkan dengan kata-kata.


" Oh ya kenal kan nama Ibu, Ibu Ayu, Ibu adalah orang tua dari pasien juga Nak" ucapnya.


Lagi lagi Fatimah hanya bisa tersenyum.


" Ibu juga sering melihat kamu pulang malam, apakah kamu kerja di waktu malam hari ya?"


Fatimah hanya mengangguk saja.


" Malam malam kamu kerja di mana Nak?" Tanyanya

__ADS_1


" Saya kerja di cafe Bu, buat cari tambahan untuk biaya Ibu saya yang sedang mengalami koma karena kecelakaan" ucapnya begitu lolos sempurnanya dari mulutnya


" Koma?"


" Iya Bu" ucap Fatimah singkat namun tak sedikit pun Fatimah menoleh kearah Ibu Ayu.


" Kenapa di cafe Nak? Apakah nggak ada lagi kerjaan di siang hari?" Tanya Ibu Ayu pada Fatimah.


Dia hanya tersenyum dan hanya bisa menghela napasnya dengan berat.


" Saya melakukan part time Bu kerjanya, siang di toko pakaian anak-anak, dan malamnya kerja di cafe." Ucap Fatimah seraya mengusap wajahnya dengan kedua tangannya.


" Kamu mau kerja jadi pengasuh Anak nggak?" Tanya Ibu Ayu padanya


Fatimah langsung menoleh kearah Ibu ayu.


Ibu Ayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


" Pengasuh Anak? Anak Ibu atau Cucu Ibu?" Tanyanya


Ibu Ayu menggeleng.


" Bukan Cucu ataupun Anak Ibu, tapi Cucu teman Ibu, yang berusia tiga tahun lebih,gajihnya lumayan besar Nak, siapa tahu kerjaan ini dapat membantu kamu dalam pengobatan Ibumu " ujarnya seraya menyentuh pundak Fatimah.


Dia terdiam lama...sampai akhirnya Ibu Ayu menegur Fatimah kembali.


" Tapi Bu?" Ucapnya menggantung kata-katanya.


" Di coba aja dulu, siapa tahu cocok"


Fatimah hanya mengangguk dan menatap Ibu Ayu yang ada di sampingnya.


" Tapi apakah bisa Ibu,kerjanya tidak nginap ?" Tanya Fatimah pada Ibu Ayu.


Fatimah berharap sekali tidak nginap dan Dia juga berharap bisa di terima karena Dia sangat memerlukan biaya banyak untuk pengobatan Ibunya dan biaya Dia dan Adiknya sehari-hari.


Fatimah lihat Ibu Ayu tersenyum padanya.


" Nanti bisa di bicarakan pada teman Ibu itu" ucapnya.


" Bagaiman kalau kita langsung saja kerumah teman Ibu itu,lebih cepat lebih baik" ajaknya pada Fatimah.


Fatimah hanya mengangguk dan mengikuti langkahnya.


" Sebentar ya Ibu,saya pamit dulu pada Adik saya " ucapnya melangkah keruangan Ibunya.

__ADS_1


" Iya Nak"


" Kasihan Anak itu, mudah-mudahan jeng Santi mau menerima dia jadi pengasuh Cucu nya " gumam Ibu Ayu seraya menatap kearah Fatimah.


Beberapa saat Fatimah keluar dari ruang rawat inap Ibunya dan menuju kearah Ibu Ayu yang sedang berdiri, Mereka pun berjalan beriringan keluar rumah sakit.


Fatimah tidak peduli apakah Ibu Ayu benar benar membawa Dirinya kerumah temannya atau tidak,padahal Dia baru ketemu dengannya dan dia langsung menawarkan pekerjaan ini,yang ada di dalam otak Fatimah sekarang ini adalah bagaiman caranya menghasilkan uang demi kesembuhan Ibunya


Fatimah dan bu Ayu memasuki sebuah mobil mewah,bagi Fatimah mobil yang Dia tumpangi ini sangatlah mewah,karena bagi Fatimah seorang wanita dari kampung dan berasal dari keluarga miskin baru kali ini naik dan duduk di dalam mobil mewah dan hampir tidak pernah naik mobil semewah ini dan hanya angkot lah yang biasa Dia naiki.


Fatimah hanya diam dan Ibu Ayu lah yang banyak bicara pada sopirnya.


" Din ketempat jeng Santi ya" ucap Bu Ayu pada sopir pribadinya.


" Iya nyonya " ucapnya.


Fatimah pun merapatka jaket yang Dia pakai karena di dalam mobil Bu Ayu sangat lah dingin sekali,tapi Bu Ayu biasa aja dengan suhu udara dingin sekali itu.


Mungkin sudah terbiasa baginya secara dia sepertinya Ibu-Ibu sosialita.


Fatimah melihat Ibu Ayu tersenyum padanya dan menegurnya.


" Kamu kenapa? Dingin ya?" Tanyanya pada Fatimah karena melihat Fatimah sedari tadi merapatkan jaket yang Fatimah kenakan.


Fatimah hanya tersenyum dan mengangguk, karena benar-benar dingin berada dalam mobil mewah Bu Ayu.


Dia pun tersenyum,dan menekan sebuah tombol yang ada di dekat Fatimah duduk, entah tombol apa, yang dia rasa setelah tombol yang ditekan Bu Ayu udara di dekat Fatimah duduk itu sudah beringsut sedikit hangat dan tidak terlalu dingin lagi.


Beberapa saat kemudian mereka memasuki halaman sebuah rumah mewah bak istana seorang raja terkaya,sepertinya Ibu Ayu sering kesini terlihat jelas penjaga rumah itu yang mereka temui di depan pintu gerbang rumah ini memberi hormat pada Ibu Ayu dengan menundukkan kepalanya,dan sangat mengenali Ibu Ayu dan dia juga memberikan senyuman pada Ibu Ayu, Fatimah pun di ajak Ibu Ayu turun dari mobil dan mereka pun melangkah beriringan menuju pintu utama rumah tersebut.


Ibu Ayu memencet bel yang ada di dirumah itu,dan beberapa saat pintu terbuka,dan seorang Art rumah besar ini memberi hormat dan sama persis seperti penjaga pintu gerbang tadi.


" Silahkan masuk Nyonya, Nyonya besar sudah menunggu " ucapnya.


Ibu Ayu tersenyum dan langsung melangkah dan meraih tangan Fatimah agar mengikutinya.


" Selamat siang jeng Santi" ucap Ibu Ayu pada seorang Ibu yang sama usianya seperti Ibu Ayu,tapi terlihat sangat cantik.


" Selamat siang jeng Ayu" ucapnya. Mereka berdua saling memberikan sapaan dan cipika cipiki, Fatimah hanya bisa menatap dua Ibu yang ada di hadapannya ini.


" Silahkan duduk" ucap Bu Santi.


Dia menatap kearah Fatimah dan tersenyum, Dia juga langsung meraih tangan Fatimah agar Fatimah segera duduk.


Sebelum Bu Ayu menjelaskan keinginan Dia membawa Fatimah kesini, tiba-tiba ada seorang Anak perempuan kecil cantik,imut dan lucu serta menggemaskan keluar dari sebuah ruangan bersama seorang wanita paruh baya,mungkin saja itu penjaganya,anak perempuan itu langsung menatap Fatimah tanpa kedip dan langsung saja berlari pelan mendekatinya seraya berkata...

__ADS_1


" Mamah..." Ucapnya dengan suara imutnya khas Anak kecil usia tiga tahun lebih.


Dia pun langsung memeluk dan merebahkan kepalanya di pangkuan Fatimah,Fatimah pun langsung mengangkat tubuh mungilnya kepangkuannya dan Dia langsung memeluk Fatimah dengan erat, Fatimah sempat menatap kearah kedua Ibu tersebut yang sedang melihat kearah Fatimah, Bu Ayu dan Bu Santi terperangah karena Anak kecil itu memanggil Fatimah dengan sebutan Mamah,dan di sudut sebuah ruangan pun seorang lelaki tampan sedang menatap Fatimah,matanya dan mata Fatimah sempat beradu pandang tapi Fatimah tidak mampu untuk menatapnya karena baginya Dia terlalu tampan,Fatimah merasa itu adalah Ayah dari Anak kecil yang sekarang ada dalam pelukannya ini,dan Dia datang kesini hanya untuk mencari pekerjaan dan tidak lebih karena pikirannya saat ini adalah kesadaran Ibunya dan kesehatannya.


__ADS_2