Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 36


__ADS_3

" Mau kemana kalian?" Tanya Bu Santi melihat Davin menggendong Keyra mendekatinya.


" Keyra mau ngajakin jalan-jalan Mah, pas kebetulan Davin juga nggak masuk kantor jadi bisa nemenin Keyra jalan-jalan dan bermain, Davin juga mau menghabiskan waktu hari ini bersama Keyra, oh ya Mah sekalian hari ini juga Davin mau ngajakin Keyra menemui Sherly. Ucapnya sambil menurunkan Keyra dari gendongannya.


" Baiklah kalau gitu bersenang-senanglah kalian hari ini, oh ya Fatimah, ibu mau jenguk ibu kamu di rumah sakit." Ucap Ibu Santi sembari menyentuh pundak Fatimah.


Fatimah mengangguk tersenyum.


Kemudian mereka berpamitan dengan Bu Santi, dengan langkah beriringan Fatimah dan Davin melangkah menuju kearah mobil pribadinya.


Beberapa saat kemudian mobil tersebut melaju meninggalkan rumah kediaman pribadinya Davin, dengan dihantarkan pandangan Bu Santi yang sangat bahagia sekali melihat Davin, Keyra dan Fatimah dalam satu Mobil.


" Alangkah bahagianya aku jika melihat Keyra bisa mempunyai seorang Mamah yang selalu menemaninya disepanjang harinya." Ucapnya sembari berbicara sendiri dan saat dia hendak masuk kedalam rumahnya dia mendengar suara sebuah mobil memasuki halaman rumahnya dia menoleh langsung dan dia terkejut karena melihat si pengemudi mobil itu.


" Rahman?!" Ucap Bu Santi pelan, lelaki yang bernama Rahman itupun melangkah mendekatinya dan tersenyum, dan hanya dia yang tahu arti dari senyumannya itu, bu Santi mengurungkan niatnya untuk masuk dan dia memilih duduk diteras di ikuti oleh Rahman.


" Apa kabar Mamah Santi?"


" Ada apa kamu kesini?" Ucap Bu Santi seraya menatap kearah Rahman.


" Jangan sewot Mamah Santi, Aku datang kesini hanya ingin mengambil hak ku yang pernah dijanjikan Almarhum Papah." Ucapnya sembari mengangkat salah satu kakinya dan menopangkannya tersenyum sinis pada Bu Santi


" Hah? Hak kamu? Hak kamu darimana??! Jangan ngimpi kamu! Pagi-pagi sudah ngimpi!! Tidak puas ya dengan apa yang kamu dan ibumu dapatkan dari mantan suamiku dulu!! Sudah banyak yang kamu dapatkan sekarang kamu ingin menagih hak kamu yang sebenarnya tidak ada lagi dikeluargaku!! " Ucap Bu Santi sembari menggeprak meja membuat Rahman terkejut.


" Santai Mah...jangan sewot berlebihan, ntar darah tinggi kamu kambuh lagi." Ucapnya tersenyum mengejek, terlihat Mobil Laura datang, Laura menatap kearah Mamah dan Tamunya itu.


" Siapa dia?" Ucap Laura sembari melangkah menuju kearah sang Mamah yang terlihat wajahnya Marah.

__ADS_1


" Ada apa ini Mah?siapa dia?" Tanyanya,memang Bu Santi dan Davin tidak memberitahukan pada Laura siapa Rahman.


" Oh...ini ya adik kecil ku, akhirnya sudah dewasa juga kamu, cantik juga nih adik tiri hahahah..." Ucapnya sembari menatap Laura sambil tertawa.


" Adik tiri? Apa ini maksudnya Mah? Kenapa dia bilang aku adik tirinya?" Tanya Laura.


Bu Santi tetdiam dan hanya menghela nafasnya dengan dalam.


" Siapa kamu?" Tanya Laura.


" Oh...rupanya Mamah Santi dan Davin tidak memberitahukan siapa aku padamu!" Ucapnya sembari terkekeh,yang membuat Bu Santi jengkel dibuatnya.


" Laura, nanti Mamah ceritakan." Ucapnya sembari menarik Laura kesampingnya.


" Mamah Santi, aku tidak mau tahu kalian harus menyerahkan padaku setengah dari perusahaan yang sekarang dijalankan Davin, kalau kalian tidak menyerahkannya aku akan membeberkan semuanya pada khayalak ramai, dimedia sosial dan siaran televisi, kalau anak gadis kamu itu sudah melakukan tabrak lari! " Ucapnya sembari menunjuk Laura sambil tersenyum sinis dan menatap sekilas pada Laura, Bu Santi dan Laura terkejut dengan apa yang dikatakan Rahman.


" Mamah! " Ucap Laura sembari duduk disamping sang Mamah.


" Maafkan Laura Mah, karena kejadian itu membuat Mamah dan kak Davin jadi mempunyai masalah." Ucapnya.


" Memangnya dia siapa Mah?"


Bu Santi menoleh kearah Laura, dia menghela nafasnya dengan pelan.


" Dia adalah Anak tirinya Alm papah kamu, Papah kamu menikahi ibunya waktu itu membawa seorang anak lelaki yaitu dia, dan papah kamu juga sangat memanjakan dia, semua harta yang dimiliki papah kamu sampai aset perusahaan waktu itu dibuatnya atas nama dia, sedangkan kakak kamu tidak dapat sepeser pun, sampai akhirnya perusahaan yang sekarang ini adalah rintisan Mamah, saat papah Kamu melihat dan menyaksikan sendiri keberhasilan Mamah tanpa dia, papah kamu datang dan ingin minta bagiannya dengan alasan kalau semua uang yang pernah dia berikan pada Mamah waktu masih bersama dibuat Mamah usaha, padahal sepeser rupiah pun Papah Kamu tidak memberikan Mamah uang dan meninggalkan Mamah begitu saja dengan kakak mu dan saat itu kamu masih kecil belum tahu apa-apa, sekarang dia datang lagi dan menuntut haknya yang sebenarnya tidak ada haknya sama sekali diperusahaan kakak kamu itu." Terang bu Santi pada Laura.


Laura terdiam, dia tidak menyangka derita yang dialami sang Mamah sangat berat.

__ADS_1


" Ya Tuhan, apa yang aku lakukan sekarang, aku sudah menambah derita Mamah dan Kak Davin, aku harus bagaimana? Seharusnya aku tidak melawan kak Davin dan Mamah, ya Tuhan...maafkan aku yang sudah bersalah dengan orang tua tunggalku dan saudara kandungku satu-satunya." Gumamnya sembari menghela nafasnya dengan pelan. Sedangkan Bu Santi terdiam dia menyandarkan tubuhnya dikursi teras tersebut.


" Mah...Ayo kita masuk, kita hubungi kak Davin dan kita katakan yang terjadi barusan."


" Jangan Laura, biarkan kakak kamu bersenang-senang hari ini bersama Keyra."


" Dan juga kak Fatimah?" Ucapnya.


Bu Santi hanya menganggukkan kepalanya.


" Kenapa kamu terkejut seperti itu, sudahlah Laura, jangan sakiti Fatimah, dia tidak bersalah padamu, kalau kamu tahu nantinya kamu yang sangat bersalah padanya." Ucap Bu Santi berdiri dan berjalan meninggalkan Laura seorang diri diteras depan.


" Aku yang bersalah? Maksudnya apa ini? Tadi pagi kak Davin bilang begitu juga denganku, sekarang Mamah,Ada apa sih sebenarnya?" Ucapnya berpikir keras, dan dia pun langsung berdiri dan menyusul sang mamah masuk kedalam.


" Mamah!..." Panggilnya, bu Santi menoleh sesaat dan teus saja melangkah menuju kearah kamarnya Laura mengikuti langkah Bu Santi sampai kekamarnya.


" Mah...katakan apa maksud semua ini? Kenapa Mamah berbicara seperti itu? Perkataan Mamah sama dengan perkataan kak Davin tadi pagi, ada apa Mah?"


Bu Santi menatap kearah anaknya dengan lekat.


" Kalau kamu ingin tahu apa maksud dari perkataan Mamah dan Kakakmu, ikutlah dengan Mamah sekarang." Ucap Bu Santi sembari melangkah keluar kamar setelah dia mengambil tasnya dan menuju kearah luar diikuti Laura dengan tanda tanya besar dikepalanya.


" Kemana Mamah membawaku?" Ucapnya tapi tetap saja dia mengikuti langkah sang Mamah memasuki Mobil pribadinya.


" Mang...kita kerumah sakit Ssekarang.!" Ucap Bu Santi pada Mang Cecep dan sekali anggukkan Mang Cecep melajukan mobil Nyonya Besarnya itu.


" Rumah sakit? Perasaan dari kemaren rumah sakit mulu yang dibicarakan, jadi Aneh deh akunya." Gumam Laura seraya menatap sesaat sang Mamah yang hanya terdiam, Mobil terus melaju menuju arah rumah sakit dimana ibunya Fatimah dirawat sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2