Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 06


__ADS_3

Di rumah Davin...


" Sayang..." Ucap suara yang sangat di kenal Davin, Diapun membuka matanya, Dia terkejut dan merasa tidak percaya sekarang Sherly istrinya sudah berada di sampingnya, Dia tampak cantik dan tidak ada lelah,sendu dan pucat di wajahnya.


Davin langsung duduk di bibir ranjangnya,dan langsung memeluk istri tercinta yang sangat di rindukannya selama tiga tahun ini.


" Apakah ini mimpi sayang? Kamu sudah sadar?" Ucap Davin bahagia melihat sang istri yang ada di sampingnya.


Sherly menggeleng dan tersenyum pada suaminya.


" Sayang, lebih baik kamu dengarkan kata kata Mamah,kamu berhak bahagia sayang, kasihan Anak kita, iklaskan Aku pergi," ucapnya seraya meraba pipi suaminya.


Davin terkejut dengan kata-kata istrinya, dia langsung menggenggam tangan istrinya itu.


" Apakah kamu sudah tidak sayang lagi dengan ku, apakah kamu membiarkan Anak kita besar tampa dirimu?" Ucap Davin seraya berlinang air matanya.


Sherly dengan senyuman manisnya menghapus air mata suaminya itu.


" Aku sayang,sangat sayang dengan kalian berdua,tapi apalah dayaku, Aku sudah tidak bisa lagi bersama dengan mu sayang, ku harap kamu bisa iklaskan Aku selamanya" ucapnya lagi.


Dengan kasar Davin melepaskan tangan istrinya, Dia berdiri dan menatap kearah jendela.


Sherly tersenyum, Dia berdiri dan memeluk suaminya dari belakang.


" Maafkan Aku sayang, Aku bukan nya tidak sayang dan tidak mencintai kalian berdua tapi karena kita sudah tidak bisa di takdirkan lagi untuk bersama,masih ada yang lebih sayang dan lebih mencintai kamu dan Keyra, Aku iklas kamu mempunyai istri lagi" ucap Sherly.


Davin langsung membalikkan badannya kearah Sherly,dan Dia menatap Sherly dengan penuh tanda tanya.


" Kamu sekarang sudah sadar dan kamu berdiri di hadapan ku,tapi kenapa kamu mengatakan seperti itu,kamu tidak tahu berapa lama Aku menantikan kamu sadar sayang? Selama itu juga Aku menutup hati ku ini untuk perempuan lain, hati ini hanya milik mu! hanya milik mu! " Ucap Davin penuh penekanan.


" Kamu bukan milik ku lagi sayang, kamu akan di miliki oleh orang lain selain Aku, yang benar-benar sayang padamu dan


Anak kita" ucapnya tersenyum.


" Aku tidak bisa menduakan kamu Sherly,Aku sangat mencintaimu, Aku mohon tetaplah bersama ku untuk selamanya" ucap Davin.


" Kamu harus rela dan iklas melepasku" ucapnya.


Tiba tiba Davin terbangun karena mendengar suara ponselnya berbunyi, Dia terbangun dan Dia mengusap wajahnya.


" Astaghfirullahaladzim, ternyata itu hanya mimpi" ucapnya mengambil ponselnya yang berada di atas meja kecil dekat tempat tidurnya,dia melihat siapa memanggilnya malam malam seperti ini.


" Dari rumah sakit," ucapnya.


Langsung saja Dia menelpon balik pihak rumah sakit.

__ADS_1


" Hallo,ada apa Sus?" Tanyanya.


" Pak Ibu,jantungnya sangat lemah sekali, cepatlah Bapak kesini"


Langsung saja Dia bangkit dari duduknya di atas kasur dan tanpa pikir panjang lagi Dia keluar kamar menuju mobilnya tanpa menghiraukan teguran Bu Santi pada nya.


" Ada apa dengan Anak itu" ucap Bu Santi.


Mobil Davin melaju menuju arah rumah sakit.


Beberapa saat kemudian Dia sampai di rumah sakit, Dia bergegas langsung menuju keruangan dimana Sherly sedang di rawat,di ruangan tersebut beberapa Dokter sudah berada di samping Sherly dan mencoba membantu Sherly agar bisa normal kembali.


Davin berdiri di ranjang samping istrinya.


"Sherly sayang, kamu harus kuat bertahanlah demi Aku dan Anak kita, Keyra sangat membutuhkan kamu sayang"


kemudian Dokter tersebut memberhentikan alat pacu jantung untuk Sherly, mereka menggelengkan kepalanya.


Melihat reaksi kedua Dokter tersebut Davin langsung berteriak sekerasnya.


" Ulangi sekali lagi! Aku mohon " ucapnya kepada kedua Dokter itu.


" Maaf Pak, sepertinya Ibu Sherly sudah tidak dapat ditolong lagi " ucap salah satu Dokter yang menangani istrinya.


" Tidak mungkin, Sherly masih hidup! tolonglah bantu Sherly untuk bisa normal kembali, Aku mohon " ucapnya sambil menangkupkan tangannya kepada kedua Dokter yang ada di hadapannya.


" Ayolah Sherly, bangunlah Aku mohon. bukalah matamu " ucap Davin.


Kemudian kedua Dokter itu


melakukan kembali dengan alat pemacu jantung 1 kali tidak ada respon,2 kali juga tidak ada respon, saat ketiga kali mulai ada respon dan alat pemacu jantung itupun berhasil mengembalikan detak jantung Sherly walaupun dalam keadaan lemah, melihat itu Davin langsung bersimpuh di lantai keramik ruangan itu, dia bersyukur karena Sherly masih mampu bertahan setelah dokter merapikan semuanya dan dokter pun langsung keluar dari ruangan tersebut.


Davin mendekati Sherly, Dia menggenggam tangan Sherly.


" Sayang Aku tidak bisa hidup tanpa kamu, bertahanlah demi Aku dan Anakmu, dengarkanlah suaraku,dengarkanlah Aku ! lihatlah Aku,selama ini selalu menunggumu, bertahanlah sayang!" ucapnya.


Suster yang mendengar itu hanya bisa berdiam diri, karena Dia sebenarnya merasakan kasihan kepada Davin.


" Kau selalu berjuang beberapa tahun ini untuk sang istri mu pak, semoga istrimu cepat sadar kembali" gumamnya.


Setelah keadaan stabil Davin memegang tangan istrinya Dia pun meneteskan air matanya,Davin membelai rambut sang istri Sherly tetap menutup matanya dengan rapat tapi Davin selalu melihat senyum manis yang tersungging di wajahnya.


Kemudian dia memandang Sherly dengan penuh harapan suatu saat Sherly akan sadar.


" Kenapa mimpiku itu seperti seakan-akan Sherly sudah sadar dan menemui Aku dengan begitu hangatnya, Dia mengatakan seperti itu apakah selama ini Dia mengetahui atau Dia merasakan kesedihanku selama ini " ucapnya pelan dengan masih menatap wajah sang istri.

__ADS_1


Davin terkejut dengan getaran ponselnya dia melihat layar ponsel yang ternyata dari Bu Santi Mamahnya, Dia pun segera menjawab telepon dari Mamanya itu.


" Halo Mah"


" Kamu di mana sih Davin?"


" Davin di rumah sakit Mah,"


" Emang ada apa dengan Sherly?"


" Sherly drop lagi Mah, keadaannya tidak stabil tadi "


" Astaghfirullahaladzim..." Hanya itu yang bisa di ucapkan Bu Santi.


" Sekarang sudah di tangani Mah, Alhamdulillah sudah teratasi.


" Davin Mama sudah bilang, kamu itu sama aja menyakiti Sherly Nak, kasihan dia "


" Tapi Mah,sudah Davin bilang kalau Sherly masih ada harapan, bagi Davin, cobalah Mah mengerti Davin,sudahlah Mah jangan bertengkar dengan Davin,Davin malas bertengkar sekarang" ucapnya.


Bu Santi hanya menarik napasnya dengan pelan.


" Ya udah kalau gitu, kalau sudah selesai dan keadaan sudah stabil tolong kamu cepat pulang Keyra nangis nyariin kamu,Kamu kan tahu setiap pagi Keyra tidak bisa tanpa kamu "


" Ya Mah, Davin juga mau pulang, karena keadaan Sherly sudah mulai stabil,tidak drop lagi"


" Ya udah cepat pulang, Mama nggak mau lihat Keyra menangis terus "


" Iya Mah " kemudian telepon terputus, Davin memasukkan ponselnya ke saku celananya.


" Suster saya titip istri saya ya "


" Iya Pak "


" Kalau ada apa-apa, tolong kabarkan sama saya "


" Iya Pak "


Kemudian Davin meninggalkan ruangan Sherly, dan dia pun langsung menuju ke arah parkiran yang ada di rumah sakit tersebut.dia memasuki mobilnya perlahan-lahan mobil menjauh dari rumah sakit dan menuju ke arah rumahnya kembali.


Di dalam mobil ...


Davin merasa bingung...


" Apa yang harus Aku lakukan? Sherly kenapa kamu berbicara seperti itu melalui mimpiku, tapi Aku merasa senang bisa memelukmu, tolong kembalilah Aku tidak sanggup tanpa kamu " gumamnya.

__ADS_1


Kemudian Dia terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena saat itu jalanan agak sepi.


Mobil terus melaju menuju kearah rumahnya,dimana sang anak sedang menunggunya.


__ADS_2