
Sesampainya didepan rumah Clara, Pras merasa takjub melihat rumah Clara, dia tersenyum dan kemudian dia keluar dari mobilnya dan menggendong tubuh Clara menuju kearah pintu rumah besar tersebut.
Dan beberapa saat dia menunggu pintu terbuka setelah membunyikan Bell rumah itupun Pintu terbuka seorang Art rumah tersebut tersenyum namun tidak terkejut, karena dia sudah biasa dengan Nyonya Mudanya itu yang selalu pulang mabuk bersama lelaki dan pulangnya lelaki tersebut setelah pagi.
" Apakah wanita ini tinggal disini?"
" Iya, dia adalah Nyonya Muda saya, silahkan masuk dan bawalah dia kedalam kamarnya." Ucapnya membuat Pras merasa heran, karena dia langsung dipercaya membawa Clara kedalam kamarnya itu.
" Kenapa dia menyuruh aku langsung membawa wanita ini kedalam kamarnya? Apakah wanita ini sudah terbiasa dengan Nyonyanya ini yang selalu mabuk dan bersama lelaki lain?" Pikir Prasetyo.
Saat diberitahu kamar Nyonyanya itu, Asisten rumah tangga itupun langsung pergi, lagi-lagi Pras merasa heran, dia berdiri didepan pintu sembari menatap kepergian Art tersebut, dia kemudian menggelengkan kepalanya dan melangkah masuk kedalam kamar tersebut dan merebahkan Clara diranjannya itu.
Saat dia hendak turun Clara langsung menarik tangan Pras sembari berkata.
" Jangan tinggalkan aku..." Ucapnya. Membuat Pras terkejut dan serta merta melepaskan tangan Clara, dan langsung saja dia berdiri namun Clara meraih tangannya kembali dan langsung menariknya dengan kuat, Pras hilang keseimbangan dan langsung terjatuh terlentang diranjang Clara tanpa basa basi lagi Clara mengobok-obok Pras, karena Pras adalah lelaki normal dan memiliki sesuatu rasa yang tidak bisa ditahannya akhirnya dia dan Clara menjadi satu diruangan tersebut dengan keadaan Clara yang tidak sadarkan diri kalau dihadapannya itu adalah Pras bukan Davin yang sangat dia harapkan menjadi pasangan seumur hidupnya, sedangkan Pras yang sadar akan apa yang dilakukannya itupun hanya bisa menikmatinya serasa dirinya berada dialam lain yang memberikan kenyamanan yang tiada taranya, sampai akhirnya mereka terkulai dan memejamkan matanya menikmati alam mimpinya tersebut.
*****
Saat pagi hari Fatimah bangun terlebih dahulu dari suaminya, saat dia turun dari tempat tidur dia merasakan seluruh tubuhnya sakit semua, dia berusaha berdiri dan melangkah menuju kearah kamar mandi yang ada di dalam kamar tersebut dia pun kemudian mengguyur tubuhnya, Fatimah merasakan kesegaran setelah dia mandi dia berpakaian dan segera keluar dari kamar tersebut untuk menemui anak tersayangnya.
Davin yang baru saja bangun pun meraba-raba di sampingnya karena istrinya sudah tidak ada lagi tidur di sampingnya tersebut dia langsung bangun dan tersenyum kemudian dia melangkah menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya itu.
Sedangkan di rumah Clara, Clara yang baru tersadar memegang kepalanya karena terasa sakit Dia kemudian memandang seluruh ruangan tersebut dia baru menyadari kalau dia sekarang berada di rumah nya.
Dia mencoba mengingat apa yang terjadi tadi malam namun daya ingatnya sudah tidak mengingat kejadian tersebut saat dia meraba ke samping tangan dia menyentuh wajah seseorang dia pun terkejut dia langsung menoleh ke arah laki-laki yang ada di sampingnya itu.
__ADS_1
Dia langsung meronta sembari berteriak keras membuat Prasetyo terkejut dan mengusap-ngusap kedua matanya.
" Ada apa sih, Kok pagi-pagi kamu teriak.?"
" Siapa kamu? Kenapa kamu ada di dalam kamarku? dan kenapa kamu tidur bersama denganku.?"
" Hei ...! bukankah kamu yang mengajak aku ke sini ?Aku awalnya hendak pulang tapi kamu memaksa aku harus menginap di rumahmu ini."
" Aku?!" ucapnya sembari menunjuk ke arah wajahnya sendiri
" Ya iyalah siapa lagi kalau bukan kamu.!"
Clara kemudian berpikir keras Dia kemudian menarik selimut tersebut dan lagi-lagi dia berteriak karena sudah menyadari apa yang terjadi padanya.
" Kamu apa kan aku hah ?!" ucapnya sembari memukul ke arah Pras, pun langsung bangun dari tidurnya dan duduk.
" Dasar laki-laki kejam! pergi kau dari sini!! jangan pernah lagi kamu kembali di sini!! dan jangan sampai kamu bertemu kembali denganku !!" ucapnya sembari melempari Pras dengan benda yang ada di dalam kamarnya tersebut, Clara mengamuk tidak ada yang bisa menghentikannya, Pras pun kemudian segera berlalu dari ruangan kamar Clara, setelah mengambil pakaiannya dan dia pun setengah berlari turun dari lantai atas rumah Clara, beberapa saat kemudian mobil Pras pun meninggalkan rumah kediaman Clara.
" Apa yang aku lakukan dengannya? Kenapa ini bisa terjadi? Aku benci! dengan diriku sendiri! aku benci !!" ucapnya sambil berteriak-teriak kemudian dia pun terus saja menghambur-hamburkan benda-benda yang ada di dalam kamarnya tersebut, membuat asisten rumah tangganya langsung memasuki kamar tersebut dia pun langsung merangkul Nyonya mudanya itu.
" Ada apa Non? ada apa?"
" Aku benci dengan diriku sendiri Mbak, aku benci!!" ucapnya sembari menangis sejadinya. Mbak Ida asisten rumah tangga Clara itu pun hanya bisa mengelus pelan rambut nyonyanya yang sedang menangis ke sesugukan.
Sedangkan Prasetyo yang sudah sedikit jauh meninggalkan rumah Clara pun lalu dia menghentikan laju kendaraannya di pinggir jalan Dia terdiam sesaat.
__ADS_1
" Astaga!! kenapa aku tinggalkan dia sendirian di kamarnya? aku juga bersalah di sini, Kenapa aku memanfaatkan seseorang yang tidak sadarkan diri walaupun sebenarnya itu bukan kemauanku, aku harus bertanggung jawab dengan ini semua." ucapnya kemudian dia pun hendak berbalik arah namun tiba-tiba dia terpikir akan kedua orang tuanya.
" Bagaimana dengan ayah dan ibu? Sudahlah aku tidak peduli apa kata mereka, karena ini adalah tanggung jawabku, aku yang berbuat aku juga yang harus bertanggung jawab,di sini." ucapnya sembari dengan mantapnya berbalik arah kembali menuju ke arah rumah Clara, sesampai di depan rumah Clara dia pun kemudian turun dan melangkah kembali menaiki anak tangga rumah tersebut menuju ke arah kamar Clara, Dia kemudian berdiri di depan pintu kamar tersebut dia melihat Clara yang menangis kesesugukan dipeluk dengan asisten rumah tangganya yang terlihat menenangkannya, Prasetyo menatap seisi kamar yang berantakan dia pun kemudian mendekati Clara dan memberi isyarat pada asisten rumah tangga tersebut untuk segera menjauh, Mbak Ida mengangguk Dia kemudian melepaskan pelukan Nyonya mudanya itu dan dia melangkah meninggalkan Nyonya mudanya itu bersama dengan Prasetyo.
Prasetyo kemudian duduk di bibir ranjangnya, mereka berdua sama-sama terdiam, Prasetyo menatap ke arah Clara, Clara hanya menundukkan kepalanya, kemudian Prasetyo berdiri dan menuju ke arah almari di mana pakaian Clara tersimpan, dia mengambil salah satunya dan memberikannya pada Clara.
" Pakailah, pakaianmu terlebih dahulu, biar kita bisa bicara dengan leluasa." ucapnya.
Seperti terhipnotis Clara pun mengambil pakaian yang diberikan oleh Prasetyo Dia kemudian memakainya tapi dia tidak bersuara sama sekali antara sedih dan penyesalan yang dihadapinya karena terpancar dari wajahnya rasa yang putus asa.
" Kamu mungkin tidak mengenalku, aku juga tidak mengenal dengan kamu, Tapi saat kamu berada di cafe itu, kamu mengalami mabuk yang sangat berat dua orang lelaki hendak mengganggumu saat itulah aku mengakui kalau aku adalah lelakimu, aku mengajakmu pulang ke rumah kamu ini karena aku tahu alamat rumahmu dari identitas dirimu yang ada di dalam tas kecil yang kamu bawa, saat aku mau pulang kamu tidak memperbolehkan aku, Maafkan aku, aku tidak tahu bisikan dari mana sehingga kita berbuat seperti itu." ucapnya sembari menatap ke arah Clara, Clara yang awalnya menundukkan kepalanya langsung menatap ke arah Pras, dan Pras menatap wajah Clara yang sembab dan kedua matanya terlihat memerah karena air mata yang terus keluar.
" Laki-laki yang di hadapanku ini sepertinya terlihat polos sekali Dia sangat baik sekali mengakui kesalahannya seharusnya dia tidak akan berbalik arah lagi ke rumah ini setelah aku mengusirnya padahal dia bukanlah orang pertama kali bersamaku di saat aku dalam keadaan mabuk." gumamnya dalam hatinya sembari menatap ke arah Prasetyo.
Prasetyo pun menatap ke arah Clara sembari bergumam di dalam hatinya.
" Kenapa aku melihat dia ada rasa di hati ini yang berbeda, Apakah dia merasakan juga perasaan yang sama.?"
Clara terdiam kemudian dia menundukkan kepalanya dia tidak bisa berbicara sama sekali pada Prasetyo, karena dia merasa baru kali ini bertemu dengan laki-laki yang paling baik yang dia rasakan saat ini.
" Kamu jangan khawatir, aku akan mempertanggungjawabkan semuanya kalau kamu memang menginginkan pertanggungjawabanku." Ucap Prasetyo sembari menatap ke arah Clara.
Clara terkejut dengan ucapan Prasetyo, Awalnya dia yang selalu mengingat Davin, Davin, dan Davin itupun sudah tidak diingatnya lagi, yang dia rasa saat ini adalah rasa simpati yang ada di dalam diri lelaki yang ada di hadapannya tersebut.
Prasetyo kemudian mendekati Clara dan langsung memeluknya dengan penuh kasih sayang, Clara merasakan kenyamanan yang belum pernah dirasakannya sebelumnya.
__ADS_1
" Kenapa aku merasa nyaman sekali saat dipeluknya, hati ini merasa damai rasa sakit dan rasa kecewa yang aku rasakan selama ini tidak aku rasakan saat berada bersama dengannya, laki-laki ini berbeda dengan laki-laki yang sering bersama denganku, Apakah aku menyukainya dalam waktu singkat seperti ini?" gumamnya dalam hati sembari mengeratkan pelukann pada Prasetyo.