Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 40


__ADS_3

Fatimah sesaat terdiam dan diapun menundukkan kepalanya dia tidak mampu untuk berkata-kata beberapa saat, hanya batinnyalah yang berbicara.


" Menjadi istri tuan Davin? Tapi bagaimana dengan nyonya muda? Ya Tuhan apakah ini bukan memanfaatkan keadaan? Disaat nyonya muda terbaring koma Aku menempati posisinya yang seharusnya dia berada, ya Tuhan jika seandainya ini adalah rencana Mu in sya Allah Aku bisa menjalaninya, Maafkan Aku Nyonya Muda, karena sudah lancang menikah dengan suamimu." Ucapnya berbicara dalam hati, dengan pikiran yang berkecamuk antara kata iya dan kata menolak.


" Ibu mau kamu menerima lamaran ibu sebelum ibu berbicara dengan keluarga kamu, ibu berharap banget kamu jadi Mamahnya Keyra, karena ibu sangat yakin kalau kamu sangat menyayangi Keyra, dan ibu inginkan kamu menikah dengan Davin, bagaiman Fatimah?" Tanya Bu Santi, sedangkan Fatimah masih terdiam.


" Ya Tuhan...Apa yang harus Aku jawab untuk semua ini? Apakah dengan cara ini Aku bisa membalas semua kebaikan kelurga Bu Santi?" Gumamnya dalam hati yang penuh bergejolak rasa yang tidak menentu.


" Apakah Fatimah tidak ingin menikah denganku?" Gumam Davin dalam hatinya, dia menatap Fatimah dengan lekat.


" Maaf Bu kalau saya menikah dengan Tuan Davin bagaimana dengan Nyonya Muda yang sedang sakit Bu?"


Davin terkejut dengan ucapan Fatimah diapun langsung mengubah posisi duduknya dengan menopangkan tangannya dikedua pahanya sembari menangkupkan kedua tangannya diwajahnya, Bu Santi menatap sesaat Fatimah dan kemudian beralih pada Davin lalu dia tersenyum.


" Kamu nggak usah kgawatir, Sherly pasti senang dengan adanya kamu sebagai istri keduanya Davin, jangan salah sangka terlebih dahulu ya Nak dengan apa yang ibu inginkan dari kamu, bukan hendak memanfaatkan kamu, tapi karena ini semua demi Keyra yang sangat dan sangat menyayangi kamu, selain itu juga ibu sudah merasa cocok bersama dengan kamu." Ucapnya sembari tersenyum, lagi-lagi Fatimah terdiam.


" Inilah yang Aku takutkan untuk mencari seorang pendamping lagi, karena tidak mudah bagi seorang wanita mau menerima seorang pria yang istrinya masih ada, bahkan dalam keadaan sakit sekarang ini, Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan sekarang ini, Apakah wanita dihadapanku sekarang ini mau menerima aku sebagai calon suaminya, dan bagaiman reaksi keluarganya kalau mengetahui Aku sudah beristri dan mengalami sakit selama ini, aku tidak ingin dikatakan sebagai lelaki yang ingin menyenangkan kesepian ku selama ini." Ucap Batinnya sembari menatap Fatimah yang masih terdiam.


" Bismillah..." Ucap Fatimah dalam hati.


" Baiklah Bu Fatimah mau menikah dengan tuan Davin." Ucapnya, membuat Bu Santi tersenyum dan merasa bahagia sekali.

__ADS_1


" Terimakasih Fatimah, terimakasih...nanti kalau kamu pulang setelah jam makan siang ibu dan Davin akan menemui langsung keluargamu.". Ucap Bu Santi sembari memeluk Fatimah karena impiannya terwujud menginginkan Fatimah menjadi menantunya, jauh sebelum dia tahu masalah yang menimpa Laura dia sudah mengharapkan Fatimah menjadi istri Davin.


" Terimakasih Ya Tuhan, Fatimah mau menikah dengan ku." Ucap batinnya sembari tersenyum bahagia, begitu juga dengan Laura, baru kali ini dia merasa sebahagia ini, setelah dia mengucapkan kata maaf pada Fatimah.


" Maaf Bu saya permisi dulu, saya mau melihat Keyra, takutnya dia bangun." Ucapnya, tanpa dia menoleh kearah Davin.


" Iya Fatimah..." Ucap Bu Santi sembari memandangi langkah Fatimah meninggalkan ruang tamu tersebut, kemudian Davin menyusul langkah Fatimah, Bu Santi hanya tersenyum.


Sebelum Fatimah memasuki kamar Anaknya, Davin langsung meraih tangan Fatimah dan menutup kembali pintu kamar Keyra.


" Fatimah...Aku mau bicara denganmu!" Ucapnya langsung mengajak Fatimah bicara disofa yang ada didepan kamar Keyra.


" Iya Tuan Muda,. Mau bicara apa?" Ucap Fatimah sembari menatap sesaat kearah Davin.


Fatimah terkejut dengan ucapan Davin, dia langsung berucap.


" Tidak, tidak Tuan, saya tidak ada keraguan dalam hati saya, saya mengatakan itu semua didepan Bu Santi dan Tuan sendiri didasari dari hati saya sendiri." Ucapnya.


" Tapi kenapa kamu terlihat sedih Fatimah?"


" Tidak Tuan, saya merasa sedih bukan karena saya mau menikah dengan tuan, tapi saya sedih karena hari bahagia saya ibu saya masih dirumah sakit." Ucapnya berbohong pada Davin, padahal dia sedih karena mengingat Sherly yang sedang sakit dan dia akan menikah dengan suaminya, itulah yang dipikirkan Fatimah sejak tadi.

__ADS_1


Davin menatap kearah Fatimah.


" Fatimah, kalau nanti Aku diterima dikeluarga kamu, Aku inginkan pernikahan kita nanti hanya pihak keluarga saja yang tahu." Ucap Davin spontan membuat Fatimah terkejut dan menatap kearah Davin.


" Kamu jangan salah sangka dulu ya Fatimah, bukan maksud ku untuk mempermainkan pernikahan kita, tapi karena Clara, Aku tidak ingin pernikahan ini diketahui dia, karena ada satu hal yang tak bisa aku katakan padamu." Ucapnya


" Baiklah Tuan, saya akan mengikuti apa yang tuan inginkan." Ucapnya pengiyakan, padahal Dia berpikir keras kenapa sampai pernikahan mereka nanti harus disembunyikan.


" Ada apa sebenarnya? Apakah Tuan Davin sebenarnya tidak ingin menikah dengan ku? Apakah hanya karena Keyra? Atau sebenarnya dia malu punya istri seprti aku yang berbeda jauh dengan Nyonya muda." Pikirnya sembari dia menunduk.


Davin melihat wajah Fatimah penuh pertanyaan tentang ini semua, tapi Davin belum bisa mengatakan sebab dan akibatnya sehingga dia harus menyembunyikan pernikahannya nanti.


" Maafkan Aku Fatimah, karena Aku belum bisa mengatakan semuanya, perlahan-lahan juga nanti aku akan mengatakan semuanya tentang masalah Laura dan Clara." Ucapnya sembari menarik nafasnya dengan pelan.


" Maaf Tuan, saya masuk dulu ya..." Ucapnya sembari melangkah menuju kedalam kamar Keyra.


Terdengar helaan nafas Davin dan kemudian dia menyandarkan tubuhnya disandaran sofa.


Didalam kamar Keyra...


Antara bahagia dan sedih berkecamuk dalam hati dan pikiran Fatimah, bahagia karena dia bisa bersama-sama dengan Keyra, dan bisa bersama dengan lelaki yang selalu membuat debaran dijantungnya dan dia juga merasakan gerakan reflek yang diberikan Davin padanya disaat dia memegang tangannya beberapa kali, sedih karena dia merasa sangat menyakiti hati Sherly Nyonya Mudanya yang sedang terbaring koma, pikiran itulah yang selalu menghantuinya setelah mendengar keinginan sang majikan untuk menjadikan dia menantunya.

__ADS_1


Dia menatap wajah polos Keyra yang masih terlelap tidur, Fatimah membelai pipi mungil itu, diapun mencium kening Keyra dengan penuh kasih sayang.


" Mamah sayang banget sama kamu Nak, semenjak pertama kali kamu bilang Mamah kala itu, rasa sayang ini sudah penuh untuk mu dan tak akan pernah habis termakan waktu." Ucapnya pelan, dan dia tidak menyadari kalau Davin berdiri didepan pintu kamar sang Anak sambil bersendekap tangan dan menyenderkan tubuhnya kesamping dan terus menatap kearah Fatimah yang duduk dibibir ranjang Anaknya tersebut.


__ADS_2