Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 76


__ADS_3

Belum sampai ditempat tujuan Rahman melihat sebuah mobil yang dikenalinya, mobil itu yang dicarinya, diapun langsung menghentikan laju mobil itu menggunakan motor sewaannya dan dengan cepat pengemudi mobil itupun menghentikan laju mobilnya dengan cara mengerem mendadak.


Mereka terdiam, Rahman yang sudah berdiri didepan mobil tersebutpun menatap kearah mobil tersebut, kedua orang yang ada didalam mobil itu awalnya terkejut tapi setelah dia tahu siapa yang sudah menghentikan laju kendaraaannya itu hanya tersenyum sinis pada Rahman, dan mereka berdua langsung turun dari Mobilnya, Rahman lalu mendekati mereka berdua.


" Apa yang kalian lakukan pada Mamahku Hah!!"


" Dia pantas menerima itu!"


" Cih! Beraninya kamu dengan seorang perempuan! Lagipula perempuan itu sudah tua! Kalian tidak tahu hah kalau sekarang Mamah Aku berada di Rumah Sakit!dalam keadaan kritis!"


" Baguslah! Biar anaknya merasa bagaimana rasanya menyakiti orang lain!! Kamu sadar apa hah! Kamu sudah menyakiti perasaan adik ku! Sekarang dia depresi karena ulah kamu! Kamu campakkan dirinya begitu saja setelah kamu menghianatinya!! Kita memang teman! Tapi tidak seperti itu juga sikap kamu menyakitinya sampai dia sekarang tidak memiliki kepercayaan diri lagi!! kamu tahu kenapa? karena perbuatan kamu padanya, Dia sangat mencintai kamu tapi nyatanya kamu memilih wanita lain, bahkan yang membuat Dia sangat sakit hati dan terpukul, wanita itu adalah sahabatnya sendiri yang sangat akrab dengannya kamu jadikan kekasih tersembunyi, kalian bercinta kasih dibelakangnya!!kalian berdua menghianatinya!! Sekarang kamu tahu di mana adikku berada hah!! adikku berada di rumah sakit jiwa! puas kamu!!!" Ucap salah satu orang tersebut.


" Apa?" Ucap Rahman terkejut, rasa tidak menyangka mendengar apa yang dikatakan lelaki yang ada didepannya itu.


" Jangan merasa terkejut! Karena ini adalah gara-gara kamu!! Dan asal kamu tahu, kami tidak berbuat apa-apa dengan ibu kamu itu, kami hanya menjelaskan dan mengatakan perbuatan kamu di luar itu seperti apa, mungkin saja ibu kamu terkejut dan membuat dirinya sakit dan berada di rumah sakit sekarang ini! semua itu adalah gara-gara kamu!! bukan gara-gara kami, jika seandainya kamu tidak berbuat seperti itu pada kami, terutama adikku, mungkin kejadian ini tidak seperti sekarang ini, kalau kamu sudah tidak cinta lagi dengan adikku, kamu putuskan dia! jangan kau khianati dia dengan sahabatnya!! dasar lelaki tidak tahu diri.!!" ucap salah satu dari mereka dan memberikan bogem mentah di perut Rahman.


Rahman langsung tersungkur dia pun meringis dalam keadaan sakit itu pun dia berusaha berdiri sembari berucap.


" Maafkan aku!itu salahku, tapi seharusnya kamu mencari aku, jangan mengatakan semuanya pada Mamah ku, karena Mamahku memiliki riwayat sakit jantung."

__ADS_1


" Itu adalah salah kamu sendiri! karena dari permasalahan ini adalah kamu yang bersalah! sudah berapa kali aku mencari kamu, bahkan menghubungi kamu, tapi nyatanya panggilanku melalui ponsel pribadimu tidak pernah kamu jawab!! bahkan aku mengirim chat pribadi juga kamu tidak pernah membalasnya!!" ucapnya dengan emosi.


" Maafkan aku Robin, ini adalah salah ku, aku ingin bertemu dengan adikmu sekarang."


" Terlambat!!" ucap laki-laki yang dipanggil Robin, dengan amarahnya Robbin memberikan pukulan kembali pada Rahman, Rahman tidak sama sekali melawan dia juga tidak memberikan balasan pada Robin yang memukulnya, dari kejauhan sebuah mobil dari arah yang berlawanan, dua orang yang ada di dalam mobil itu pun terkejut melihat ada orang yang berkelahi di tengah jalan, Awalnya mereka hanya ingin melewatinya saja, namun setelah mereka berdua perhatikan ternyata laki-laki yang berkelahi itu mereka kenali.


Mereka pun kemudian menghentikan laju kendaraan mobil tersebut mereka keluar dari mobil sembari teriak.


" Hei !!Ada apa itu!! apa yang kalian lakukan dengan laki-laki itu.!!"


Robin dan temannya pun menoleh ke arah suara terlihat dua orang berpakaian perlente mendekati mereka siapa lagi kalau bukan Haris dan Davin. Robin pun langsung memberi isyarat pada rekannya itu untuk segera memasuki mobil dan mengambil langkah seribu meninggalkan Rahman yang sudah tidak berdaya terlihat wajah Rahman sedikit mengeluarkan darah di sudut bibir dan di hidungnya.


Davin kemudian mendekati Rahman Dia membantu Rahman untuk bangun dari tersungkurnya itu.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Davin dianggukan Rahman, Dia kemudian menatap ke arah Davin dia menundukkan kepalanya dalam posisinya duduk di aspal jalanan itu.


Haris menatap ke arah Rahman kemudian dia menatap kembali ke arah motor di samping Rahman itu.


" Sedang apa kamu di sini?Kenapa kamu menggunakan roda dua ke mana roda empatmu?

__ADS_1


Dan siapa mereka, Kenapa mereka memukulimu? Apakah kamu ditagih hutang atau Kamu sudah mempunyai kesalahan yang sangat besar pada mereka?" tanya Haris sembari menatap kearah Rahman dengan tatapannya yang merasa heran itu.


Rahman tidak bisa menjawab pertanyaan Haris.


" Lebih baik kamu segera ke rumah sakit, obati wajahmu yang lebam itu, apakah kamu masih bisa menggunakan kendaraan kamu itu?" tanya Davin, dia merasa kasihan walau bagaimanapun Rahman adalah laki-laki yang memang disayangi oleh almarhum sang papa.


Rahman menganggukkan kepalanya kemudian dia pun berdiri dibantu oleh Davin dan Haris.


Sebelum dia menuju ke arah kendaraan roda duanya, dia menatap ke arah Davin tapi dia menatap tidak dengan tatapan tajamnya melainkan dengan tatapan seakan-akan bersalah pada Davin.


" Terima kasih sudah menolongku." ucapnya.


Davin hanya menganggukkan kepalanya, kemudian Rahman menaiki kendaraan roda duanya dan menuju ke arah di mana dia menghentikan mobilnya tersebut, seiring kepergian Rahman dari hadapan mereka, Davin dan Haris Saling pandang, kemudian mereka melangkah menuju ke arah mobilnya dan melajukan kembali roda empatnya itu menuju ke arah kantornya yang tertunda sejak tadi karena harus memutar tujuan kearah Mall, untuk mencari titipan pesanan Keyra saat dalam perjalanan menuju ke arah kantor setelah bertemu awal dengan Rahman ponselnya berdering Davin menjawab ternyata dari sang anak menginginkan sesuatu yang harus segera dibelinya terpaksa mobil yang dikendarai Haris harus berputar arah setelah mereka mendapatkan pesanan dari Keyra mereka kembali menuju ke arah kantor di tengah perjalanan mereka bertemu dengan Rahman yang sedang berkelahi itu.


Di dalam mobil...


" Aku merasa heran Ada apa sebenarnya dengan Rahman? Kenapa dia berkelahi di tengah jalan seperti itu, lagi pula kenapa dia menggunakan kendaraan roda dua ke mana roda empatnya.?" Ucap Davin


" Itu yang sejak tadi aku tanyakan dengannya, tapi dia tidak menjawab sama sekali, sepertinya ada yang disembunyikan darinya, ya semoga saja masalah yang dihadapi Rahman membuat dia sadar akan perbuatannya selama ini, kamu kan tahu dengan Rahman, dia memiliki emosi yang sangat tinggi, tapi kita melihat dari tadi dia tidak melakukan pembalasan terhadap orang yang telah menghajarnya itu, Ini pasti adalah kesalahan dari Rahman sendiri sehingga orang itu menghajarnya, siapa tahu juga Rahman mengakui kesalahannya jadi dia menerima saja bogem mentah dari orang itu, ya! semoga aja dia menyadari dengan kesalahannya setidaknya mengurangi dosa dia terhadap orang-orang yang sedang dia sakiti, dan untung saja kita melewati jalan ini, kalau tidak lewat sini mungkin saja dia sudah jadi bubur!" ucap Haris sembari tersenyum sesaat menoleh ke arah Davin yang duduk di sampingnya dan Davin mengganggukan kepalanya sembari tersenyum, Mereka pun memasuki halaman kantor dan kembali memarkirkan mobilnya dengan rapi mereka berdua keluar dari mobil dan menuju ke arah lobby untuk langsung menuju ke arah ruangannya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2