Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 9


__ADS_3

Setelah dari kantor Davin langsung melajukan mobil sport merahnya menuju kearah rumah sakit untuk mengunjungi Sherly sang istri tercinta.


Sesampainya di rumah sakit Dia langsung memarkirkan mobilnya dan Dia pun bergegas menuju ruangan Sherly istrinya.


" Sore pak..." ucap suster Lidya menyapa Davin.


" Sore sus, terimaksih ya sus, karena selama ini suster sudah mau menolong saya menjaga kan istri saya " ucap Davin pada suster Lidya.


" Sama sama pak, kalau begitu saya permisi dulu ya pak, nanti kalau bapak perlu saya silahkan bapak panggil saya lagi " ucapnya kemudian berlalu dari hadapan davin dan melangkah keluar ruangan dimana Sherly di rawat.


Davin hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju kursi di samping ranjang sherly.


Dia pun duduk di kursi tersebut dan menggenggam tangan sang istri dan menciumnya, tangannya pun membelai lembut kepala Sherly.


" Sayang...sampai kapan kamu seperti ini berdiam seribu bahasa Aku sangat merindukan senyuman kamu yang selalu menghiasi wajahmu sayang, apakah kamu tidak merindukan buah hati kita yang sudah mulai besar, Aku tidak ingin Keyra memanggil orang lain selain kamu dengan sebutan ' Mamah ' Aku tidak sanggup sayang gadis mungil mu sudah menanti akan kehadiran mu sayang, kamu adalah mamahnya bukan wanita lain. " ucapnya pelan dan dia melihat buliran bening keluar dari sudut mata Sherly, Davin pun langsung mengusap buliran bening tersebut, Dia pun tak kuasa menahan air matanya yang lolos dari kedua bola matanya tersebut.


" Kamu menangis sayang ? " ucap nya tersenyum simpul dan Dia mencium kening istrinya.


" Kamu pasti merasakan apa yang Aku rasakan saat ini, sayang Aku mohon padamu sadarlah sayang, bangunlah sayang..." ucapnya seraya merebahkan kepalanya di samping kepala Sherly,dan tangan nya masih menggenggam tangan Sherly.


Davin larut dalam kenangannya dengan Sherly di saat mereka merenda hari-hari indah bersama, sebelum kelahiran Keyra sang buah hati, dan akhirnya Dia pun tertidur di samping Sherly.


" Sayang,,," panggil seseorang yang sangat di kenal Davin yaitu suara istrinya.


Davin membuka matanya dan menggosok-gosokkan tangannya di matanya,dan Dia melihat di sampingnya seorang wanita cantik duduk tersenyum diatas kasur dan mengelus kepala Davin.


" Sherly...sayang..." ucapnya Dia pun menciumi wajah istrinya bertubi-tubi, rasa rindu yang tak terbendung lagi bagi Davin yang sangat merindukan istrinya itu, Davin memeluk erat sang istri.


" Sayang kamu sudah sadar? " ucapnya senang.


Sherly tersenyum dan mengusap wajah sang suami.


" Sayang ku, suamiku yang tertampan, Aku disini mau memperkenalkan seseorang pada kamu" ucapnya.


Davin langsung menatap lekat kewajah Sherly.


" Memperkenalkan seseorang padaku ? apa maksudmu sayang, Aku tidak mengerti.?" ucap Davin seraya mengusap wajahnya dengan kasar.


Lagi-lagi Sherly tersenyum, dan Dia pun berjalan keluar beberapa saat Dia membawa seorang wanita muda, namun wajah nya tidak terlalu jelas di lihat Davin, karena terlalu silau akan terangnya lampu yang ada di ruangan tersebut, dan Dia hanya melihat warna dan pakaian yang di kenakan oleh sang wanita yang diajak Sherly masuk kedalam ruangan itu.


" Sayang...siapa Dia? dan untuk apa kamu membawa Dia masuk kesini ? " tanya Davin pada sang istri.


Terlihat jelas Sherly tersenyum lebar...

__ADS_1


" Sayang, Aku akan memperkenalkan wanita ini padamu sebagai pengganti diriku dan sebagai Ibu dari buah cinta kita Keyra..." ucapnya tersenyum bahagia.


Mendengar ucapan sang istri Davin langsung berdiri dan terkejut, Dia tidak menyangka kalau istrinya mencarikan ganti dirinya untuknya dan menjadi Ibu untuk Keyra, Marah dan kesal Davin rasakan sekarang ini,dengan kasar Dia mengusap rambutnya dan mengusap wajahnya.


" Apa apaan kamu ini sayang..? buat apa mencari ganti kamu, toh kamu sudah sadar dan kita bisa membina keluarga kita lagi, Keyra pasti akan senang jika kamu sudah sadar seperti ini, Aku ini suami kamu, bukan kekasih atau selingkuhan kamu, yang semudah itu kamu carikan gantinya, apakah kamu sudah bosan dengan ku?!!" ucap Davin dengan nada tinggi.


Namun lagi-lagi Sherly hanya tersenyum melihat dan mendengar suaminya berbicara dengan nada tinggi kepadanya.


" Sayang...." panggil Sherly penuh kelembutan.


Namun Davin tidak menggubris panggilan sang istri,Sherly mendekati suaminya yang sedang duduk di kursi dekat tempat tidur rawat inap dirinya.


" Sayang ku... maafkan Aku, bukan maksudku seperti ini, wanita yang Aku kenalkan padamu itu sangat baik dan sangat di sukai oleh Keyra, kamu harus mengiklaskan Aku, tolonglah mengerti Aku sayang, kita sudah tidak bisa bersama-sama lagi seperti dulu. " ucap Sherly seraya menggenggam tangan Davin.


" Kamu ngomong apa ? jelas-jelas sekarang kamu sudah sadar dan sekarang kamu ada di sampingku, kita pasti akan berkumpul lagi seperti semula, apakah kamu tidak sayang pada Keyra ? Keyra sangat membutuhkan dirimu, bukan wanita itu yang membuat Keyra bahagia, Dia bukan Ibu kandungnya! Keyra akan bahagia bersama kamu dan Aku," ucap Davin penuh penekanan dalam nada bicaranya.


" Sayang ku...bukalah matamu, iklaslah dalam menerima cobaan ini dan iklaskan Aku, terimalah wanita ini sebagai pengganti diriku nanti. " ucap Sherly seraya tersenyum.


" Sudah Aku bilang TIDAK jangan kamu memaksakan kehendak mu, karena Aku yakin kita akan bersama selamanya " ucapnya dengan nada keras.


" Pak!...pak Davin ! " suster Lidya membangunkan Davin yang sedari tadi berteriak.


Davin terkejut dan langsung membuka matanya.


" Maaf pak, saya membangunkan bapak dari tidur bapak karena saya mendengar bapak sedang berteriak, kebetulan saya berada di ruangan sebelah. " ucapnya.


Davin menoleh kearah istrinya, yang masih saja tertutup matanya.


" Astagfirullahhalazim...rupanya aku bermimpi, tapi siapa wanita yang di dalam mimpiku itu, yang di bawa Sherly dan di perkenalkan nya padaku " ucapnya.


" Ya udah suster, saya permisi dulu,saya titip istri saya ya..." ucapnya seraya mencium kening sang istri.


" Iya pak..." jawab suster Lidya.


Davin melangkah keluar ruangan, pikirannya pun berkecamuk di dalam kepalanya,dia bingung siapa sebenarnya wanita itu?Yang ada


dipikiran Davin sekarang ini dia hanya membayangkan keajaiban datang pada istrinya tersebut yang sudah mengalami koma selama tiga tahun lamanya.


Dia melangkah menuju mobilnya dan perlahan lahan mobil Davin meninggalkan rumah sakit itu.


Di dalam mobil...


" Sayang kapankah kamu akan berkumpul kembali dengan aku dan anak kita, aku sangat merindukan dirimu, hadir ditengah tengah aku dan anak mu sayang,,,aku tidak ingin kehadiran wanita lain selain dirimu sayang..." ucapnya seraya menatap kearah depan.

__ADS_1


Mobil terus melaju di jalan menuju kearah rumahnya dan saat dia melintas di jalan yang sering dia lewati, tiba tiba matanya menatap seseorang yang sangat di kenalnya dia adalah adik semata wayangnya, Dia pun langsung menghentikan mobilnya dipinggir jalan menatap kearah gadis yang ada di seberang jalan dan berada di hotel bintang lima yang ada di kotanya itu.


" Apa aku salah lihat ya bukankah itu Laura?Ngapain dia di hotel itu, sebaiknya aku turun dan langsung menanyakan padanya kenapa dia sudah pulang ke tanah air tapi belum juga pulang kerumah, ada apa dengan anak itu " ucap Davin seraya berjalan menyeberangi jalan menuju kearah hotel dimana dia melihat sang adik berada.


Setelah sampai didepan hotel permata dia mencari sosok adiknya tersebut, matanya pun menyapu ke sekeliling depan hotel permata namun dia tidak menemukan sosok Laura.


Dia mengambil gawainya dan menghubungi adiknya tersebut, namun nomernya sudah tidak aktif.


" Ada apa ini sebenarnya, kenapa Laura menginap di hotel ini ? padahal dia memiliki aku, mamah dan Keyra. " gumamnya berdiri di depan hotel itu.


Saat dia hendak berlalu dari depan hotel tersebut terdengar seseorang memanggilnya.


" Davin...!! " ucap suara tersebut.


Davin menoleh dan dia mengenali suara itu, yang memanggilnya adalah Clara wibisono teman kuliah Davin di luar Negeri.


" Hai Vin..ngapain kamu berdiri disini? kenapa nggak masuk aja, ini hotel papah ku, ayo masuk kita bicara di lobby hotel." ucap Clara.


Clara gadis cantik dan mempunyai tubuh **** dambaan semua wanita yang menginginkannya, dan semua para lelaki pun banyak yang tergoda padanya, dari dia berada di luar Negeri menjalani kuliah dan selama itu juga banyak laki laki yang antri ingin mendapatkan cintanya, entah itu apakah karena ingin menikmati tubuh **** nya atau memang benar benar terpesona dengan wajah cantiknya. Tapi tidak dengan davin dia hanya menganggap Clara teman sekampus dan tidak lebih, karena bagi Davin hanya Sherly yang bertahta di hatinya karena saat itu Davin dan Sherly menjalani cinta jarak jauh.


Davin mengangguk, dan mengikuti langkah Clara masuk kedalam hotel permata yang ternyata milik keluarga Clara.Setelah sampai di Lobby hotel mata Davin tetap saja mencari sosok adiknya, walaupun Clara berbicara tapi Davin tidak menggubrisnya.


" Hai....kenapa diam? ada apa? kamu cari siapa?" tegur Clara membuyarkan pandangan Davin.


Davin tersenyum dan menoleh kearah Clara...


" Nggak...aku tadi mengagumi hotel keluarga kamu ini, arsitekturnya bagus banget, aku tidak menyangka hotel mewah ini milik keluarga kamu " ucapnya berbohong pada clara, padahal dia mencari sosok adiknya.


" Kamu bohong Davin kamu pasti mencari adikmu Laura kan? " ucap Clara langsung mengena pada Davin.


Davin terperangah, dia tidak menyangka Clara mengatakan itu padanya.


" Apa? kamu tahu adik ku dari mana? " tanya Davin pada nya.


" Aku tahu kalau Laura adalah adikmu, ntar aku ceritakan Laura ada di salah satu kamar hotel ini, mari ikut aku " ajaknya pada Davin.


Davin mengikuti langkah Clara menyusuri lorong koridor hotel yang tak jauh dari lobby di lantai bawah.


" Sebenarnya ada apa ini ? ada apa dengan Laura, kenapa dia jadi ketemu dengan Clara bukan langsung menghubungi aku kakaknya, dan sejak kapan Laura mengenal Clara? " gumamnya.


Dibenak Davin sekarang penuh tanda tanya besar, berbagai pertanyaan muncul tentang adik semata wayangnya itu, dia pun hanya mampu bertanya tanya.


Langkah Clara berhenti di depan pintu kamar hotel nomer 40 dan Clara mengetuk perlahan pintu kamar tersebut.

__ADS_1


" Tok...Tok...Tok..." beberapa saat mereka menunggu akhirnya pintu kamar tersebut terbuka dan terlihatlah wajah seorang gadis cantik dan nampak wajahnya terkejut karena dia melihat Davin sang kakak ada di hadapannya.


__ADS_2