Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu

Cinta Pertamaku, Kedua Bagimu
BAB 14


__ADS_3

" Nggak usah terkejut gitu dong Bu, santai aja.." ucap pak Somat cuek-cuek aja terhadap Istrinya.


" Gimana nggak terkejut Yah, ibu kan sudah bilang jangan sampai si Pras tahu tentang keadaan keluarganya Fatimah, karena ibu nggak mau kalau Pras mengetahuinya dan merasa simpati pada mereka, dan ibu juga tidak mau merestui kalau seandainya Pras menjalin hubungan dengan Fatimah.!" Ucap Bu Rere sedikit emosi.


" Iya bu, Ayah juga nggak sudi punya menanti dari keluarga mereka, karena yang bapak takutkan nanti kalau seandainya Pras dan Fatimah menikah ujung-ujungnya Pras dijadikan sapi peras sama keluarganya Fatimah, kemarenkan si Ari datang ketempat kita ingin minta pinjaman uang Ayah nggak kasih, jangankan uang dalam jumlah besar, dengan jumlah sedikit aja Ayah nggak akan kasih." Ucapnya lagi santai, membuat ukiran senyuman diwajah Revi mengembang.


" Lebih baik Pras kita nikahkan dengan Revi, kalau Revi yang menjadi menantu kita, Ayah akan setuju sekali dan mendukung mereka berdua." Ucapnya lagi sembari menoleh kearah Revi dan tersenyum, Revi membalas senyum pak Somat.


" Kalau itu Ibu juga setuju, setuju banget..." Ucap bu Rere sangat senang dan dia pun langsung mengusap tangan Revi, Revi terlihat bahagia diperlakukan bak seorang putri yang sangat disayang.


" Syukur deh kedua orang tua Mas Pras tidak suka dengan Fatimah, akhirnya aku juga yang jadi pemenangnya dihati kedua orang tua Mas Pras.!" Ucapnya didalam hati.


" Ya udah Ayah beristirahat dulu, cape semua badan Ayah..." Ucapnya berlalu dari hadapan mereka berdua, dan dianggukkan sang istri.


" Gimana sekarang perasaan kamu Rev? Legakan, kamu dengar sendirikan kalau Ayahnya Pras juga tidak suka dengan keluarga Fatimah."


" Iya Bu, Revi merasa senang banget dengernya." Ucap Revi terkekeh penuh kemenangan.


" Ya udah, Ayo kita istirahat dulu, menghilangkan penat." Ajak bu Rere pada Revi, dan mereka pun melangkah menuju kamar yang sudah memang dipersiapkan buat tamu yang datang kerumah Pras yang ada dikota jika menginap.


Terlihat didepan pintu kamarnya Pras mendengarkan pembicaraan sang Ayah dan Ibunya itu,membuat gores luka diperasaannya.


" Begitu teganya orang tua ku mengatakan itu semua yang tidak menyukai Fatimah, apa salah Fatimah?dan begitu tega Ayah tidak membantu paman Ari saat membutuhkan pertolongan saat itu, tega sekali, ya Allah Ampunilah kegala kesalahan kedua orang tuaku ya Allah..." Ucapnya sembari membuka pintu kamarnya kembali dan memasuki kamarnya untuk beristirahat.


*****


Dikantor DSW Group tepatnya diruangan kerja Davin dia berkutat dengan setumpuk pekerjaan, sesekali dia menghela nafasnya dengan pelan dan menghentikan pekerjaannya sejenak, dia pun menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya dan menengadahkan kepalanya sembari menatap langit-langit ruang kerjanya tersebut.

__ADS_1


" Tok-Tok.."


Suara ketukan dipintu ruang kerjanya tersebut membuyarkan lamunannya.


" Masuk..." Ucapnya sambil mengusap wajahnya dengan pelan dan membenarkan duduknya.


Pintu terbuka dan terlihat wajah tampan si Haris tersenyum sambil berjalan menuju kearah Davin.


" Aku kira tadi siapa yang ngetuk pintu, ternyata kamu, ada apa?" Tanya Davin menghela nafasnya seraya menatap Haris.


" Ada yang ingin aku bicarakan padamu..."


" Soal apa?"


" Si Rahman..."


" Si Rahman? Memang kenapa dengan dia? Bikin ulah apa lagi Dia?" Ucap Davin mendengus dengan kesal.


" Dimana kamu ketemu dia?"


" Adik ku ternyata berteman baik dengannya, terus dia mengatakan pada adikku kalau dia mempunyai Andil dalam perusahaan kamu ini, aku terkejut sih saat adikku bercerita waktu itu "


" Hhmmmm... Biarkan saja dia bicara seperti itu, aku tidak ambil pusing karena masih banyak yang aku urus."


" Maksud kamu? Urusan apa? Kan urusan kantor aku sudah handle jadi urusan apa lagi? Bilang dong dengan ku biar aku bisa bantu kamu, kitakan teman Vin, bukan satu dua hari kita berteman tapi lama berhari-hari,berminggu, berbulan bahkan bertahun-tahun, sampai sekarang pun dimana ada Davin disitu ada Haris heheheh..." Ucapnya sembari menggoda sahabat sekaligus bosnya itu, Davin hanya tersenyum menanggapi ocehan Haris, Diapun berdiri dan melangkah kearah sofa dan menghentakkan tubuhnya disofa yang empuk tersebut diikuti Haris dibelakangnya.


" Ada apa Vin?"

__ADS_1


" Masalah Laura..."


" Kenapa dengan Laura."


" Selama lima bulan terakhir dia ternyata berada di indonesia tapi dia tidak menghubungi ku sama sekali."


" Emang apa salahnya dia tidak menghubungi mu."


" Masalahnya Laura melakukan kesalahan yang sangat fatal tabrak lari dan dia tidak bertanggung jawab dengan semua itu."


" Apa?!" Ucap Haris terkejut mendengar ucapan Davin, dan Davin hanya mengangguk...


Kemudian Davin pun menceritakan semuanya pada sang sahabat dari awal sampai akhir,terdengar helaan nafas Davin, dan Haris terdiam.


" Itulah yang jadi urusan ku sekarang, karena bingung mencarinya kemana si korban, apakah masih hidup atau udah tiada." Ucapnya sembari menundukkan kepalanya dengan kedua telapak tangannya berada dibelakang kepalanya.


" Aku akan membantu kamu Vin, aku akan berusaha mencari tahu siapa yang jadi korban tersebut, in sya Allah ada jalannya, percayalah pada-NYA karena tidak ada yang tidak mungkin dihadapannya." Ucap Haris tersenyum pada sahabatnya itu.


" Terimakah Ris..."


" Sama-sama Vin,...tapi ngomong-ngomong kelihatannya wajah mu ada rona-rona bimbang, galau, dan sebagainyalah...ada apa sih, nggak mungkinkan masalah Laura atau ada yang lain?" Tebak Haris terkekeh.


" Nggak ada yang lain, tapi pengasuh Keyra sudah aktif mulai hari ini."


" Bagus dong, jadi kamu nggak jadi pembalap profesional lagi dong kalau ada panggilan darurat dari kanjeng tante hehehe..."


Davin hanya tersenyum.

__ADS_1


" Kapan-kapan aku kerumah kamu mau lihat seperti apa sih pengasuh anak kamu itu, sampai-sampi Keyra sangat jatuh hati padanya, jangan-jangan bukan Keyra aja yang jatuh hati tapi papahnya juga hahahaha..." Goda Haris.


Davin hanya terkekeh pelan mendengar celotehan sang sahabat.


__ADS_2