
Bryan sampai dirumah sakit sejahtera dan menyuruh anak buah nya menanyakan tentang kecelakaan yang terjadi atas nama nasya mahendra.
Tetapi nama yang dicari pun tidak ada, apa lagi korban kecelakaan juga tidak ada masuk ke rumah sakit tersebut.
Drt drt
"gimana, apa sudah terletak cctv dijalan, "
"sudah tuan, taksi yang ditumpangi nona adalah penculik yang disuruh saudari nona bos, mereka menuju ke pelosok diluar kota bos, "
"kerahkan semua anak buah kita untuk menyusuri daerah yang disebut dan juga tangkap penculik nya bawa ke markas juga, "
"baik bos, "
Bryan pun juga turun kedaerah yang dikata kan oleh anak buah nya, bryan dikawal 4 orang bodyguard.
Bryan tak berhenti berdoa untuk keselamatan nahya, iya ga mau terjadi apa apa dengan nahya.
Dimarkas nasya teriak minta dibebaskan, karena ga tahan mendengar jeritan nasya, anak buah bryan pun mendatangi nasya dan menutup mulutnya dengan lakban.
Sedangkan nahya digudang itu hanya menangis, iya tidak menyangka ada orang yang menculik nya. Nahya ga tau siapa orang yang ingin mencelakainya.
Dirumah orangtua nahya, bunda nya merasakan perasaan yang tidak enak, tiba tiba iya memikirkan anak kembarnya, "ya allah perasaan apa ini, lindungilah keluarga hamba dimana pun iya berada, " doa bunda dari dalam hati.
Sementara anak buah bryan telah sampai didaerah tempat dimana nahya berada, setiap gudang kosong ditelusuri oleh anak buah bryan untuk mencari keberadaan nahya.
__ADS_1
Bryan juga tidak tinggal diam, iya juga ikut mencari nahya kedalam gudang yang kosong dan pengap.
"ay, kamu dimana, "teriak bryan.
"nona, nona, nona, "begitu juga anak buah bryan memanggil manggil nahya, tapi juga tidak ada sahutan.
Gimana mau menyahut, mulut nahya kan ditutup pakai lakban.
Bryan memasuki sebuah ruangan ya g ada didalam gudang dengan cara mendobraknya karena pintu ruangan tersebut terkunci.
Bryan merasakan jika nahya berada diruangan tersebut. Karena pintu tersebut terbuat dari besi membuat diri nya susah untuk mendobraknya, iya pun menyuruh anak buah nya untuk membongkar pintu tersebut.
"ay, apa kamu didalam sayang, "ucap bryan sedih dalam hati.
Bryan langsung membuka ikatan pada nahya dan menggendong ya, membawa keluar nahya dari ruangan tersebut, sambil memanggil manggil nama nahya.
"ay sadar, bangun sayang, mas sudah disini, maafin mas yang datang terlambat,"
Bryan membawa nahya kedalam mobil, "kita kerumah sakit sekarang, "ucap bryan pada supir nya.
"sayang, buka mata mu, jangan diam saja,mas akan membalas pada orang yang menyakitimu, "
Nahya pun mengejapkan matanya dan melihat kebryan.
"mas, terima kasih sudah menemukan ay, "
__ADS_1
"shut, jangan bicara seperti itu sayang, itu sudah kewajiban mas untuk melindungimu, mas minta maaf karena mas terlambat menemukan mu sayang, "Bryan pun mencium kening nahya.
"Tuan sudah sampai, "
Supir bryan pun membuka kan pintu untuk tuan nya, bryan keluar dari mobil dengan menggendong nahya membawa kedalam rumah sakit, dokter tolong calon istri ku, "
Bryan pun meletakkan nahya kebrankar dan dokter, suster membawa nahya keruangan ugd, bryan menunggu diluar dengan cemas.
Lalu dokter keluar dari ruangan, "gimana dok dengan calon istri saya, "
"tidak apa apa tuan, nona hanya dehidrasi saja dan agak sedikit trauma, "
Bryan pun mengucap syukur, nahya ga kenapa kenapa.
"Apa saya bisa menemui nya dok, "
"tunggu nona dipindahkan dikamar inap, "
"letakan dikamar vvip dok, "
"baik tuan, kalau begitu saya permisi, kalau ada apa apa, panggil saya, "ucap dokter tersebut.
Nahya keluar dari ruangan ugd dan dibawa keruangan inap, bryan mengikuti nahya sampai kekamar nya. Nahya masih belum sadar karena diberi obat bius.
Bryan mengambil ponsel ya untuk menghubungi anggi, memberi kabar tentang nahya.
__ADS_1