
Nahya sudah bisa keluar dari rumah sakit, membuat bryan sangat senang.
"sayang, gimana kalau kita percepat pernikahan kita, "tanya bryan sambil memeluk nahya saat didalam mobil.
"ehm, ingat masih ada orang disini, "ucap anggi yang duduk didepan.
"hahahaha, kirain ga orang, "ledek bryan.
"emang dihutan ga ada orang, "cibir anggi.
Supir bryan hanya tersenyum melihat anggi yang cemberut dan bahagia melihat tuan sudah mendapatkan kebahagian nya.
"Hem, iya iya nona anggi, makanya cepat resmi kan hubungan nya dengan si ono, "ucap bryan ambigu.
Kedua wanita itu pun menarik alis nya, mendengar ucapan bryan.
"siapa ono mas, "tanya nahya polos.
"hahahaha, tanya aja tuh sama nona anggi, "
Nahya melihat kedepan dimana anggi berada, anggi hanya mengangkat bahu nya juga ga tau.
"hahahaha, jangan sampai menyesal ya, kalau si ono mencari yang lain, "
"ih mas, jangan buat ay penasaran, siapa si ono, "
Anggi yang baru sadar yang disebut si ono sama bryan adalah si asisten surya hanya menggaruk kepala nya sambil nyengir.
"sudah ingat, "tanya bryan yang kekeh lihat sahabat nahya yang agak lemot.
"cih, siapa yang lupa ingatan, si ono aja belum mengungkap kan, masa ane yang duluan, "cibir anggi mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
"haha, udah ada lampu hijau nih, "
Anggi dan nahya ga tau bryan sedang terhubung dengan surya, surya mendengar semua ucapan anggi.
Surya didalam ruangan merasa senang,sampai tanpa sadar iya jingkrak jingkrak.
"yes.. yes... yes, lala lala, "
Padahal ponsel bryan dan surya masih terhubung, bryan mendengar teriakan bryan dan senandung surya.
Bryan juga merasa senang melihat sahabat dan juga asisten nya bahagia.
"mas, kenapa senyum senyum sendiri, jangan bikin ay takut, mas ga kesurupan kan, "
"apaan sih sayang, "masih memeluk nahya yang bersandar dibahu bryan.
Mereka pun sampai dicafe SNA, bryan pun turun duluan dan kemudian nahya, setelah diluar bryan langsung menggandeng nahya masuk kedalam Cafe.
Anggi sudah duluan masuk kedalam Cafe, karena malas melihat keromantisan sahabatnya, walau pun iya juga bahagia melihat sahabat nya bahagia.
Bryan ga tau ada mata yang memandang ga suka. Melihat kemesraan dua sejoli ini.
Pelayan datang membawa buku menu, diberikan pada nahya dan bryan.
"Selamat datang mbak, Tuan, maaf ya mbak kami ga bisa datang jenguk mbak saat dirumah sakit, "
"Ga apa apa lastri, ga usah merasa bersalah gitu, mbak udah ga apa apa kok, "
"jangan panggil tuan, panggil mas saja, "pinta bryan.
Setelah memesan makanan dan minuman, anggi pun datang kemeja nahya setelah iya keruangan terlebih dahulu, untuk menyelesaikan kerjaan nya.
__ADS_1
Sedangkan anak buah dan supir duduk dimeja yang berbeda dengan bryan.
"ay, mas, sudah pesan, "
"sudah, lu dari mana gi, "tanya nahya.
"dari ruangan, ada kerjaan sedikit yang belum selesai, "
"oh, lu udah pesan gi, "
"udah, tadi sebelum kesini gue pesan, "
"hem,ay mas mau tanya, "
"tanya apa mas, "
"tapi jangan sampai ay kepikiran ya, "
"emang apa yang mas ingin tanyakan, sampai ay kepikiran, "
Anggi hanya menjadi pendengar yang baik sambil memegang ponsel ya, anggi lagi chat an dengan surya.
"Hem, apa ay ga marah pada saudari ay, yang membuat ay seperti ini, "
Nahya terdiam sambil menatap bryan, dan menggelengkan kepalanya.
"ay ga tau mas, kak nasya bisa senekat itu pada ay, "ucap nahya sedih.
"emang dia nya aja yang ga ada hati, saudari nya sendiri pun mau dicelakai nya, "ucap ceplos dan kesal anggi.
Bryan pun menyetujui ucapan anggi dan menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"jadi sekarang, apa yang mau ay lakukan, apa ay mau nasya dipenjara, "
Nahya pun menggelengkan kepalanya, nahya ga ingin orangtua kecewa.