
Nasya keluar lebih dulu dari nahya, karena nasya sangat penasaran dengan tamu yang datang kerumah nya.
Nasya keluar dari kamar dan berjalan,melihat ada beberapa orang pria bertubuh kelar yang sedang menyusun makanan dan minuman, disana juga ada bunda yang membantu mengeluarkan makanan dan minuman menempatkan kedalam wadah, begitu banyak nya makanan dan minuman yang beraneka rasa.
Nasya mendekat ke bunda nya, melihat begitu banyak makanan dan minuman yang diletakkan dimeja makan.
"bun, kenapa begitu banyak sekali makanan yang enak dan mahal begitu juga dengan minuman nya, "tanya nasya yang merasa heran.
"oh, ini semua disiapkan oleh tamu sendiri, mereka tidak ingin merepotkan tuan rumah, "jawab bunda sambil memindahkan makanan kedalam wadah.
"emang siapa yang datang bun, "tanya nasya yang penasaran jadi banyak ya g ditanya pada bunda nya.
Bunda mengerutkan alisnya, "apa kakak belum keruang tamu untuk menyapa tamu nya, "
"belum bunda, "sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya sudah, kakak sekarang kesana dan salam pada tamu kita, "
"Ya sudah kakak kesana dulu, untuk menyapa tamu kita bun, "nasya pun berjalan menuju ruang tamu.
Nasya terdiam menghentikan langkahnya melihat tamu yang datang, nasya begitu gugup dan juga senang, melihat pria yang disukai nya juga kedua orangtua nya, "sepertinya aku harus mengambil hati orangtua pria yang aku sukai, baru saja tadi diminta sama nay, pria nya sudah datang, kalau emang jodoh tak kemana, "ucap nay dalam hati sambil senyum sendiri melihat kearah pria yang disukai nya.
Bunda yang ingin keluar menghampiri sang besan, menghentikan langkahnya, melihat nasya yang terdiam menatap ke bryan sambil tersenyum sendiri.
Bunda pun menepuk bahu nasya yang terdiam.ditempatnya, "kenapa malah melamun disini bukan nya bukan nya menghampiri tamu nya, "tanya bunda yang membuyarkan Lamunan nasya.
Tak sengaja nasya melihat nahya yang sudah duduk disana bersama orangtua bryan, membuat nasya sangat kesal karena yang dilihatnya waktu menuju keruang tamu hanya bryan jadi nasya tidak melihat yang lain nya.
Nasya pun mendekat pada orangtua bryan dan mencium tangan kedua orangtua bryan, sedangkan melihat kedatangan nasya wajah bryan yang tadi sumringah menjadi datar kembali.
Setelah mencium tangan kedua orangtua bryan, nasya mengambil duduk disebelah bryan, melihat nasya ya g mendekat untuk duduk disampingnya membuat bryan risih didekat nasya.
__ADS_1
"sudah lama mas datangnya, "tanya nasya membuka pembicaraan dengan suara dibuat lembut dan sopan memanggil bryan dengan sebutan mas seperti nahya adiknya.
Bryan yang terkejut mendengar nasya yang memanggil dengan sebutan mas, merasa heran yang biasanya nasya hanya memanggil dengan nama saja.
"mas bryan kenapa diam?, ga menjawab?, apa mas bryan dan orangtua mas sudah lama datang nya, "tanya nasya kembali dengan suara yang lebih lembut dan sedikit manja.
Bryan yang melihat tingkah nasya yang berubah ada sedikit senang dan juga waspada, bryan takut nasya akan membuat masalah antara dirinya dan nahya.
Bryan tidak ingin terjebak dalam situasi saat ini, bryan melihat nasya penuh dengan kepalsuan, entah apa yang akan dilakukan wanita ini, berbicara begitu sopan padanya.
"mas, kenapa diam, "sambil menepuk pundak bryan.
Bryan yang disentuh dengan memegang pundak nya merasa sangat marah, karena ada orangtua dan orangtua nahya, diredamnya amarahnya.
"tolong kamu jaga sikapmu, jangan sampai saya berbuat sesuatu yang akan melukai mu, "ucap bryan dengan menekan bicara nya.
__ADS_1
Nasya merasa kesal, melihat bryan yang seperti mengabaikan keberadaan nya. Tetapi nasya memasang wajah tersenyum walau pun sudah diabaikan oleh bryan. Nasya tak ingin terlihat kesal pada bryan, nasya juga ga mau orangtua bryan tidak respon padanya.