
Bryan yang masih mencerna ucapan nasya, merasa ada yang salah dengan ucapan nasya, yang mengatakan nahya memutuskan hubungan nya dan memberikan dirinya dengan kakak kembarnya, apa maksudnya seperti itu, "emang aku barang apa, bisa diberikan bila sudah tidak suka, "pikirnya sambil menaikkan alisnya manatap nahya yang sedang berbicara dengan mama nya.
"mas bryan, "panggil nahya yang melihat bryan menatap nahya dengan mata yang sulit diartikan membuat nasya tersenyum sumringah disamping bryan, nasya emang ingin membuat bryan tidak menyukai nahya dan memutuskan hubungan dan bryan memilihnya untuk menggantikan nahya.
Papa bryan pun menghentikan obrolan nya setelah kedatangan nahya dan bunda nya.
"begini saya datang kesini ingin memberitahukan tentang pernikahan putra kami dan putri kalian, mereka ingin mempercepat pernikahan nya agar makin mempererat hubungan keluarga kita, gimana menurut mas dan mbak, "ucap papa bryan memberitahukan kedatangan.
Bunda dan ayah nahya pun tersenyum bahagia dengan menganggukan kepalanya.
"kalau kami, menyerahkan keputusan pada putri kami, karena yang menjalankan hubungan adalah putri kami, "jawab ayah dengan tegas.
Bryan mendengar ucapan ayah nahya pun tersenyum. Bryan sudah meminta pada nahya untuk mempercepat pernikahan nya dan nahya pun menyetujui nya.
__ADS_1
"gimana sayang, apa kamu mau menerima bryan menjadi suami dalam waktu dekat ini, "tanya mama bryan sambil menggenggam tangan nahya dengan sedikit elusan agar mengurangi kegugupan nahya.
Nasya yang mendengar permintaan orangtua bryan pun merasa tidak tenang, apa lagi melihat nahya bahagia, membuat nasya semakin tidak rela jika dia dilangkahi oleh adiknya sendiri.
Saat nahya akan bicara, nasya langsung memotongnya.
"tunggu, "nasya menghentikan ucapan nahya belum keluar.
Bryan pun menoleh kewanita disebelahnya, karena menghentikan wanitanya untuk bicara, bryan merasa aneh melihat tingkah wanita disebelah nya seperti ada yang ingin dikatakan nya, melihat keseriusan dimata wanita tersebut.
"Apa yang ingin nasya katakan?, kenapa nasya meminta menunggu jawaban dari nay, "tanya mama bryan menatap tidak suka pada wanita yang terus menempel pada putranya walau dengan senyum terpaksa.
"begini nyonya, saya sebagai kakak dari nahya tidak terima jika saya dilangkahi lebih dulu oleh adik saya dan lagian nahya juga mengatakan akan memberikan bryan pada saya, nahya akan memutuskan hubungan nya dengan bryan dan disaksikan oleh kedua orangtua saya, "ucap nasya dengan lantang dan percaya diri, nasya mengucapkan dengan tak tau malu meminta calon suami adik untuk diberikan padanya.
__ADS_1
Semua orang menganga mendengar penuturan nasya seperti gak ada beban sedikit pun saat mengatakan permintaan nya.
"Apa maksudnya ini, "tanya papa bryan yang tidak terima putra nya dipermainkan seperti ini.
Orangtua nahya dan nahya merasa sangat malu pada orangtua calon mantunya dan juga calon mantunya bryan.
Apa lagi bryan yang sangat kecewa, iya mengusap kasar wajahnya, iya seperti bola saja dioper sana sini menatap sayu pada wanita nya.
Nahya yang juga menatap kearah bryan dengan mata yang berkaca kaca, nahya sangat merasa bersalah dengan lelucon yang dibuat kakaknya.
Ayah nahya menghembus kan nafas nya, "saya sebagai orangtua dari putri saya, saya meminta maaf atas kekacauan yang buatnya, jangan salah paham pada putri saya nahya, sebenarnya nasya meminta bryan pada nahya, emang itu sedikit konyol menurut saya sebagai orangtua kedua putri saya, "huft menghirup nafas kembali.
"tapi nahya tidak terima,jadi nahya memberikan solusi apa kakaknya, tau sendiri gimana sifat putri saya nahya yang slalu mengalah pada keluarga mau pun orang lain, sekarang pilihan ada pada nak bryan, mau tetap bersama nahya apa pada nasya, itu lah yang dikatakan nahya pada nasya, kalau nak bryan memilih nasya, nahya akan menerima nya dan nahya tidak akan dendam pada nak bryan, "ucap ayah bryan meluruskan ucapan nasya yang memojokan nahya, biar dianggap nahya tidak menginginkan bryan.
__ADS_1