Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 63


__ADS_3

Nahya bingung dengan dirinya sendiri saat menatap mata bryan ada getaran yang aneh, tapi iya pun mengingkari hati nya kalau iya menyukai bryan. "ga mungkin aku menyukai nya, "pikirnya.


Begitu juga dengan bryan yang sudah mentok hatinya untuk nahya dan ga bisa berpaling lagi, saat mata mereka bertemu bryan memberanikan diri mengungkapkan cinta nya pada nahya. Bryan berdiri dari duduk nya dan berlulut disamping tempat duduk nahya sambil memegang tangan nahya, nahya yang melihat bryan berlutut disampingnya merasa heran, "kenapa tuan bryan berlulut, "tanya nahya dan melihat para pelayan dan kedua paruh baya itu membuat dirinya malu.


"Ay, aku bukan pujangga yang pandai merangkai kata, pada hari ini aku ingin mengatakan padamu, nahya mahendra maukah kamu menjadi istriku dan Ibu dari anak anak ku, "ucap bryan yang merasa gugup karena baru kali ini iya berlutut dan mengungkapkan perasaannya, biasanya wanita wanita itu yang mengejar, mengungkapkan perasaan mereka padanya. Nahya mendengar kata kata bryan mengedipkan matanya dan menutup mulutnya ga percaya dengan apa yang didengar ya, "apa iya ga salah dengan bos sekaligus tuan nya melamarnya, apa ini mimpi, kalau mimpi jangan bangunan aku Tuhan, "bathin nahya.


"Ay kenapa kamu diam, aku capek nih berlulut, mau ga, "ucap bryan kembali arogan nya keluar.


"Ha... Apa tuan melamarku, "tanya nahya.


Bryan pun bangkit dari berlutut, karena kakinya keram."ya iyalah, masa melamar bik murni, "ucap bryan malas dengan ucapan nahya.


"Oh, "jawab nahya.


"Oh apa, "tanya bryan bingung dengan jawaban nahya yang hanya oh aja.


"Tuan lagi melamar bik murni ya, "jawab nahya polos.


Bryan yang mendengar ucapan nahya sampai menepuk jidat ya sendiri mendengar penuturan nahya.


"Ay, aku melamar kamu loh, "kata bryan.


"Apa, "teriak nahya karena kaget.


"Kenapa teriak, aku ga budek ay, "kata bryan.

__ADS_1


"hehehe, maaf, aku cuma kaget tuan, dengan ucapan tuan yang bilang melamar aku, itu kan ga mungkin, Tuan kan sudah punya calon istri, "ucap nahya sambil nyengir.


"Aku serius nahya mahendra, ga main main dengan ucapanku, "kata bryan.


"Ah jangan bercanda segitunya tuan, ga enak didengar mereka semua, nanti aku dibilang pelakor lagi, "ucap nahya sambil memanyunkan bibirnya.


"Bener ay, aku suka dan cinta kamu, aku tidak tau sejak kapan aku menyukai mu, "kata bryan pada nahya.


Nahya hanya menatap mata bryan melihat kesungguhan bryan dari matanya.


"Mana mungkin tuan menyukaiku, aku hanya wanita sederhana yang tak selevel dengan tuan, "ucap nahya dengan wajah sedih.


"Ga ay, kamu wanita yang berbeda, aku hanya ingin kamu menjawab, iya atau mau, "ucap bryan yang ga mau ditolak dengan nahya.


"sama aja itu, "ucap nahya cemberut.


"Kenapa tuan tertawa, emang ada yang lucu, "tanya nahya memutar matanya malas.


"iya iya, jangan ngambek donk, "ucap bryan dan menarik nahya dan memeluknya.


"Apaan sih tuan, main peluk peluk aja, aku kan belum menerimanya, "tolak nahya pelan melepaskan pelukan nya.


"Ya sudah, sekarang kamu calon istriku mau ga mau, ya harus mau, "ucap bryan maksa.


"apaan itu, "Gerutu nahya.

__ADS_1


"hahahaha, ya sudah siapkan makanan, calon istriku sudah lapar, "ucap bryan tanpa malu mengungkapkan kalau nahya adalah calon istrinya.


"Iya tuan dan selamat untuk tuan dan nona, "ucap para pelayan dan kedua paruh baya.


Mereka pun menyajikan makanan untuk bryan dan juga nahya, mereka pun makan setelah makanan tersaji.


"Tuan, apa tuan serius dengan ucapan tuan tadi, "tanya nahya yang masih belum yakin.


"Kenapa ?, apa kamu belum yakin, "ucap bryan.


"bukan begitu tuan, aku ga enak aja sama calon istri tuan dan para karyawan dikantor, "ucap nahya menundukan wajahnya.


"Siapa calon istriku,calon istriku cuma kamu, "kata bryan menggoda nahya yang malu malu.


"Tuan jangan gitu, nona angel kan calon istri tuan, dikantor semua karyawan tau, "kata nahya ga enak.


"Ga, dia bohong, aku akan buktikan, "kata bryan sungguh sungguh.


"Tapi tuan, aku mau kita Rahasia kan dulu hubungan kita, aku ga mau terlalu berharap, kalau emang kita jodoh pasti bersatu, "ucap nahya menatap prianya yang begitu tampan, rasa hatinya berbunga bunga, tapi apa daya.


"Baiklah kalau itu mau mu, tapi aku ga mau ay menghindari aku, "ucap bryan dan menggenggam tangan nahya dan menciumnya membuat nahya malu. Nahya hanya menganggukan kepala tanda setuju.


"oh ya tuan, apa hubungan tuan dengan kakak saya nasya, kalau boleh tau tuan, aku ga mau merebut tuan dari kakak aku, "ucap nahya karena sudah lama iya penasaran dengan hubungan bryan dan nasya.


Author mengingatkan kembali jangan lupa tinggalkan like, vote dan like.

__ADS_1


Terimakasih.


__ADS_2