
"Astagfirullah, "ucap nahya sambil menutup matanya dengan telapak tangannya. "Apa yang kalian lakukan dirumah ini, "bentak nahya gak senang dengan kelakuan kakak kembarnya.
Nasya yang mendengar ucapan adik kembarnya hanya cuek aja seperti ga terjadi apa-apa. "Halah biasa aja napa ga usah sok suci loh, "cibir nasya pada nahya.
"Kak, aku bukan sok suci, tapi lihatlah perbuatan kakak ini, ini rumah kita bukan untuk dikotori dengan hal seperti itu, "ucap nahya menasihati kakaknya.
"Udah ga usah kau nasihat aku, aku tau mana yang baik untuk diriku, cam kan itu, "bentak nasya ga suka dengan ucapan nahya yang sok menasihati ya.
Sedangkan reyhan menjadi malu sendiri dengan perbuatan nya yang dilakukan diruang tamu rumah nasya. "syukur belum sampai jadi melakukan nya, "pikir nya.
Nasya dan nahya masih berdebat tak ada yang mau mengalah, hampir saja nasya mau menampar nahya, karena ga terima dengan ucapan nahya yang sok suci malah memojokannya. Saat nasya ingin menampar nahya, tangan nasya ditangkap tangan nasya dengan reyhan.
"Yank sudah cukup, kita yang salah, "pintar reyhan.
"Apa maksudmu Rey!, kenapa kamu bela dia rey?, "bentak nasya pada reyhan ga terima kalau reyhan malah membela adiknya.
"Bukan aku bela dia yank, tapi kita yang salah, tidak seharusnya berbuat disini apa lagi dia adik kami yank, "ucap reyhan menenangkan sambil memeluk nasya.
"Ya sudah kita pergi saja dari sini Rey, "pintar nasya.
__ADS_1
Nasya pun menarik reyhan dan menatap nahya dengan sorot mata kebencian, "dasar sok suci,cih.. "cibir nasya sambil melangkah pergi meninggalkan rumah dan berlalu.
Nahya yang melihat kakaknya menatap dirinya merasa sedih karena semakin jauh dengan kakaknya, apalagi melihat kebencian dimata kakaknya. Nahya masuk kedalam rumah setelah kepergian kakaknya, tidak terasa air mata nya menetes dipipinya. Nahya melihat sekeliling rumah tapi tidak ada seorang pun dirumah, "kenapa sepi dirumah, "ucapnya sendiri.
Diambil hp nya didalam tas untuk menghubungi bundanya.
Tut
"Assalamualaikum bunda, bunda dimana?, "ucap nahya.
"Waalaikum salam, bunda lagi dirumah tante retno sama Ayah " jawab bunda.
"Apa bunda masih lama, "tanya nahya.
"..... "nahya terdiam sesaat.
"Nay apa masih disana?, "tanya bunda.
"Oh iya bun, tadi nahya melamun, "kata nahya.
__ADS_1
"Kamu dimana sekarang nay, apa sudah pulang, "tanya bunda.
"Nahya sudah dirumah bun, kalau begitu ntar pulang hati hati ya bun, titip salam pada tante retno dan keluarga, "ucap nahya.
"Iya, ntar bunda sampaikan salam ya, kalau begitu bunda tutup dulu ya, assalamualaikum, "ucap bunda.
"Waalaikum salam " jawab nahya dan mematikan sambungan telponnya.
Setelah itu Nahya masuk kedalam kamar dan meletakkan tas dan hp nya, lalu iya merebahkan tubuhnya ditempat tidur karena merasa lelah pikiran dan tubuhnya tanpa mengganti pakaiannya. Nahya tertidur sampai pagi, iya sampai lupa memasang alarm dihp nya, sampai sampai iya telat, iya buru buru mandi dan pakaian, sampai ga sempat sarapan, syukur ya bunda menyediakan bekal untuknya.
"Tuh kan dari tadi bunda bangunkan, ga bangun bangun, sekarang telat kan, "cicit bunda pada nahya yang sedang tergesah gesah memakai sepatunya.
"Hehehe, "nyengir nahya.
Bunda hanya gelang kepala ja lihat tingkah nahya dan tersenyum.
Sampainya diperusahaan nahya langsung masuk keruangannya dan mengerjakan apa yang biasa iya lakukan setiap hari, emang itu tugasnya yang diberikan oleh staf agar nahya cepat belajar.
Tetap dukung author ya dengan cara like, vote dan komen, kalau banyak yang vote dan komenkan author jadi semakin semangat.
__ADS_1
Terimakasih.
Bersambung 🙏🙏🙏😘😘😘