Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 45


__ADS_3

Surya pun kembali keruangan nya, sedangkan bryan kembali memeriksa berkas berkas yang ada dimeja dan juga menandatangani nya. Tapi entah kenapa iya ingin sekali melihat nahya, "apa iya mendengar tentang si ular bilang itu mengatakan kalau iya calon istriku, "monolog bryan dalam hati.


Lalu iya pun mengambil repot yang dilaci untuk membuka tirai untuk menutupi ruangan surya, iya ingin sekali melihat nahya karena sudah beberapa hari ini iya sibuk mengurusi proyek nya. Iya pun menekan tombol agar tirai terbuka, saat tirai terbuka iya pun langsung menatap dimana nahya berada, iya melihat nahya yang sedang menatap kemarahan komputer yang ada diatas meja nya. Lalu bryan melihat wajah nahya yang merah dan bengkak, karena merasa cemas iya pun mengambil ponselnya.


"Sur, suruh anak magang yang ada diruanganmu keruangan ku sekarang, "perintah bryan.


"Baik tuan, "


Surya pun melangkah kemeja nahya, nahya yang melihat bos nya pun bingung, nahya langsung bangkit dari kursi ya.


"Ada yang bisa saya bantu tuan, "tanya nahya.


"Ya nona disuruh menghadap presdir sekarang"perintah surya.


"Ada apa ya tuan, "tanya nahya yang merasa cemas,takut calon istri nya mengadu dan iya dikeluarkan dari kantor tempat nya magang.


"Saya ga tau, cepat sekarang nona menghadap tuan, jangan sampai tuan marah, "ucap surya.


Nahya pun segera keluar dari ruangan nya menuju ruangan bryan sebelum nya iya permisi pada surya. Sampai nya didepan pintu iya dihentikan sekretaris bryan loli.


"Nona ada apa keruangan presdir?, "tanya loli sekretaris bryan.


"Saya disuruh tuan surya menghadap presdir nona, "jawab nahya gugup.


Sekretaris bryan hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, "apa karena masalah tadi dengan calon istri tuan, kasihan sekali nasibnya, "monolog loli dalam hatinya. Melihat sekretaris bryan diam nahya pun meninggalkan sekretaris itu dan mengetuk pintu ruangan bryan.

__ADS_1


Clek.. Nahya melangkah masuk keruangan bryan dengan perasaan pasrah apabila iya harus dikeluarkan dari tempat magangnya.


"Permisi tuan, apa tuan memanggil saya?, "tanya nahya gugup.


Bryan yang sedang meriksa berkas mengangkat kepalanya.


"Hem " sambil menatap kearah nahya.


Nahya menunduk karena melihat bryan yang menatap dengan tajam. Bryan bangkit dari kursi kebesaran nya melangkah kearah nahya.


"Kalau berbicara lihat lawan bicara nya jangan menunduk, "ucap surya dengan nada sedikit tinggi.


Nahya pun mengangkat kepalanya dan melihat kebryan yang sudah ada didepan nya. Nahya pun memberanikan diri bertanya.


"Kenapa saya dipanggil tuan?, "tanya nahya.


"Kenapa pipi kamu, "tanya bryan masih menatap ke nahya.


Reflek nahya memegang pipi nya yang sedikit nyeri.


"Ga apa2 tuan, hanya terbentur, "jawab nahya gugup.


"Terbentur apa sampai seperti itu, "ucap bryan yang ingin menyentuh pipi nahya, nahya yang melihat bryan yang ingin menyentuh pipi nya langsung melangkah mundur.


Bryan mengerutkan dahi nya. "Kenapa, "

__ADS_1


"Ga apa tuan, "ucap nahya karena ga enak dengan bryan.


"Kamu jangan bohongi saya nona, pipi kamu bukan terbentur tapi seperti ditampar, "ucap bryan yang membentak nahya membuat nahya makin takut.


"Kenapa dengan tuan perhatian sekali, apa perasaanku aja, "bathin nahya sambil menunduk.


"Tidak tuan hanya terbentur, "ucap nahya bohong.


"Oh ya, coba saya lihat, "ucap bryan.


Nahya yang ga enak melihat bryan yang ingin menyentuh pipi nya pun melangkah mundur kebelakang.


"Kenapa kamu mundur, saya hanya ingin melihat pipi mu saja, jangan berpikiran macam macam, apa kamu mau lebih, "ucap bryan menggoda nahya.


"Ga tuan, "ucap nahya malu dengan ucapan bryan.


Bryan terus melangkah mendekat nahya, nahya terus mundur hingga terpentok kedinding membuat nahya ga bisa bergerak kembali, melihat nahya yang diam ga bisa bergerak kembali menjadi kesempatan bryan mengangkat wajah nahya dan melihat pipi nahya yang sedikit bengkak.


"Apa ini ga sakit, "ucap bryan yang menyentuh pipi nahya yang bengkak.


"Ga tuan, "jawab nahya menahan perih karena sentuhan bryan dan juga malu.


Melihat nahya yang malu karena disentuh nya, apalagi melihat bibir nahya yang merah membuat bryan ingin menyentuhnya. Saat bryan ingin menyentuh bibir nahya tiba tiba ada yang mengetuk pintu.


🙏 up nya lama jangan lupa tetap dukung author dengan cara like, vote dan komen.

__ADS_1


Terimakasih.


Bersambung.


__ADS_2