
Bryan memperhatii nasya, sampai tidak tau kalau tuan edgar sudah menunggu diruangan vvip, surya pun memberitahukan Bryan bahwasanya tuan edgar sudah menunggu.
"Tuan tuan, "panggil bryan.
Tapi karena Bryan tidak ada respon, surya pun menyenggol Bryan,.
"Hem.. ada apa sur, "tanya bryan.
"Kenapa tuan melamun, "ucap surya.
Sambil melihat kearah mana mata tuan nya melihat.
" loh itu kan nona nahya?, kenapa nona nahya ada disini?, tapi kenapa baju yang dipakai berbeda, apa nona nahya pura pura polos didepan tuan atau ada motif lain?, kenapa aku jadi curiga ya, "Dalam hati surya mengerutkan dahinya.
"Kamu yang melamun gitu, "ucap bryan.
"Apa tuan satu pikiran dengan saya, "tanya surya.
"Ya sepertinya begitu, "ucap bryan.
"Lebih baik kita menemui tuan edgar sudah menunggu lama, "ucap surya.
"kita langsung keruangannya saja, " ucap bryan.
Akhirnya mereka berdua pun melangkah keruangan yang sudah dipesan sekretaris bryan.
Nasya yang ditatap bryan pun menjadi salah tingkah, dikiranya bryan terpesona padanya.
Padahal Bryan pikir nasya tuh nahya.. Jangan geer nasya 😀.
Nasya pun sampai menatap kepergian bryan, ga sadar kalau nasya ga sendirian, tapi dengan pacarnya, reyhan.
Reyhan menatap nasya yang sepertinya lagi memperhatikan seseorang, karena penasaran Reyhan bertanya pada nasya.
"Kamu lihat apa sayang," tanya Rey.
"Kenapa senyum senyum gitu nasya, apa nasya kesurupan, "batin Rey.
"Ah.. Ga ada Rey, cuma melihat ternyata rame juga ya restoran ini, "ucap nasya bohong.
"Ooo kirain kamu kerasukan, "jawab Reyhan.
"Aneh kau Rey, mana ada kerasukan siang bolong, "ucap nasya.
"Tapi bukan menatap pria lain kan, "tanya Reyhan curiga.
__ADS_1
Nasya menatap Rey jengah.
"Ga usah curiga gitu Rey, kalau kamu tetap curiga, lebih baik kita putus aja, "ucap nasya marah.
"Kenapa kamu nasya, tiap kita bertengkar pasti kamu minta putus, apa mungkin kamu sudah bosan atau ada yang lain, "bentuk Reyhan marah.
Semua orang yang ada direstoran pada melihat kearah nasya dan Rey.
"Apaan sih kamu Rey, bikin malu aja, ga kamu lihat semua orang menatap ke kita, "ucap nasya malu.
Nasya pun mengambil tas dan melangkah keluar dari restoran, Rey pun ga tinggal diam, Rey langsung mengikuti nasya keluar dan menarik tangan nasya.
"Kenapa sih kamu sayang, kurang apa aku coba nas sama kamu, apa pun aku lakuin untuk kamu, tapi kenapa kamu egois tidak pernah mikirin perasaan aku, "kata rey
"Bodoh amat, "jawab nasya ketus.
Rey pun menarik nasya masuk kedalam mobil.
"Ya sudah, biar aku antar pulang, " kata Rey.
Setelah masuk mobil, Rey pun memasang sabuk pengaman kepinggang nasya.
"Ga usah lebay Rey, biar aku pasang sendiri, "ucap nasya.
"Bukan lebay nasya, karena aku perhatian kekamu, "jawab Rey.
Rey pun melajukan mobilnya mengantarkan nasya pulang kerumah nasya.
Direstoran Bryan masih miting dengan tuan edgar, tapi Bryan tidak fokus karena memikirkan nay yang sangat berbeda, karena setiap jumpa nay memakai pakaian yang agak kebesaran beda dengan nasya yang suka memakai pakaian yang kurang bahan yang menampakkan bentuk tubuhnya yang ****, padahal body nay lebih **** dari nasya, karena nay tidak mau menampakkan body nya.
Apalagi tadi nay bersama laki laki, apa itu pacarnya, pikir bryan.
"aaarrt kenapa mikirin bocah itu sih, emang siapa dia sampe mikirin tuh bocah, "Batin bryan.
"Tuan Bryan.. Tuan Bryan.., "panggil asisten edgar.
"Gimana tuan penjelasannya, apa sudah jelas, "tanya tuan edgar.
"Ah ya maaf tuan, saya kurang fokus,"ucap bryan.
"saya serahkan keputusannya oleh asisten saya surya, "kata bryan lagi.
"Gimana pendapat tuan surya, "tanya tuan edgar.
Surya pun bingung, "ga biasanya tuan Bryan meminta pendapat saya, "batin surya.
__ADS_1
"Hm... menurut saya sih bagus tuan, karena kita akan mendapatkan keuntungan yang besar kalau proyek kita ini berjalan mulus, "kata surya.
"Ya sudah kalau memang begitu kita terima kerjasama ini, "ucap bryan.
Akhirnya dua perusahaan itu pun bekerjasama, bryan pun menandatangani dokumen kerjasama yang diberikan oleh edgar dari perusahaan EDC group.
Setelah selesai menandatangani dokumen, mereka pun makan siang bersama. Selesai makan edgar kembali kehotel sedang kan bryan pun kembali kekantor.
Sesampainya dikantor semua karyawan menyapa Bryan.
"Selamat siang tuan,"sapa karyawan.
Bryan hanya diam tanpa menjawab karena emang begitulah sikap Bryan yang dingin dan cuek.
Para karyawan pada menggibah presdir nya, wah ganteng ya tuan Bryan, aku maulah jadi istrinya, kalau ga jadi simpanan ya pun aku mau, asal dekat sama tuan Bryan, gitu lah gibahan karyawan cewek yang melihat Bryan,
"cih... emang tuan Bryan mau sama pada lu semua, mimpi lu semua, "kata karyawan cewek yang suka sama Bryan yang bernama bella.
"Sirik aja lu, "kata karyawan yang lain,
"kalau tuan ga mau sama kami jadi mau nya lu, kalau mimpi jangan terlalu tinggi entar jatuh lu ha hawa, "kata karyawan yang lain menertawai bela.
"Kita lihat saja nanti, "kata bella sambil mengepal tangannya sampai kuku ya memutih dan berlalu pergi.
"Hei sudah selesai gosipnya , apa mau dipecat bukannya kerja malah ngobrol yang ga penting," bentak surya.
Sambil berlarian karyawan pada sibuk masuk keruangan masing masing.
Sesampainya didepan ruangan Bryan langsung menyuruh sekretarisnya untuk membuat kopi.
"Loli tolong buatkan saya kopi, tapi jangan pakai gula, "pinta bryan
"Baik tuan, ada lagi yang lain tuan"kata sekretaris tersebut.
"Enggak, sudah itu aja dan bawa keruangan saya,"Kata bryan
"Siap tuan, saya permisi ,"kata loli sekretaris bryan.
"Hm.., "Kata bryan.
"Irit kali bicara ya, tapi ganteng sih, "batin loli.
Sesampainya diruangan Bryan langsung duduk dikursi kebesarannya, sambil menandatangani berkas yang ada di meja.
Tolong dukung saya dan tinggalkan jejak dengan cara like, vote n komen.
__ADS_1
Terimakasih.
Bersambung.