Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 117


__ADS_3

Bryan dan orangtua nya berada didalam mobil masing masing menuju kerumah nahya, bryan merasa gugup, karena ingin bertemu keluarga nahya walaupun ini bukan yang pertama pertemuan nya, tetapi bryan masih merasa gugup.


Sesampainya didepan rumah nahya, orang tua bryan keluar lebih dulu dari mobil nya, setelah orangtua nya melangkah masuk, barulah bryan keluar dari mobil, "kenapa aku gugup begini ya, "pikirnya, bryan pun menarik nafas dan melangkah mengikuti orangtua nya.


Saat didepan pintu bryan menarik nafas kembali, papa William melihat kegugupan putra nya hanya menggelengkan kepalanya, lalu papa nya mendekati bryan, menepuk bahu putranya memberi semangat.


"Assalamualaikum, "ucap salam mama bryan.saat didepan pintu rumah nahya.


"waalaikum salam,"jawab bunda dan ayah nahya yang sedang santai diruang tamu.


Bunda nahya langsung bangkit hendak muka pintu, "siapa ya bun yang datang, "tanya ayah saat bunda mau melangkah membuka pintu.


Bunda hanya mengangkat bahu tanda ga tau siapa yang datang.


Clek


"eh jeng, kenapa ga bilang kalau mau datang, kan bisa saya masaki, "kata bunda sambil memeluk dan mencium pipi kiri dan kanan.


"Ga usah repot jeng, semua sudah saya pesan makanan dan minuman dari restoran, "jawab mama bryan.


"duh merepotkan saja jadinya jeng, silahkan masuk jeng, mas, eh ada nak bryan juga, "sapa bunda dan menyuruh mereka masuk.


Ayah yang melihat tamu nya ternyata calon besan langsung berdiri dan melangkah kearah papa bryan.


"Apa kabar mas, selamat datang di istana kami yang sederhana ini, "ucap ayah nahya.

__ADS_1


"hahahaha, bisa aja ayah nahya ini bercanda nya, "


"haha, silahkan masuk, silahkan duduk dulu, mas dan nak bryan anggap ja rumah sendiri.,"


Bryan dan orangtua nya pun duduk disofa ruang tamu.


Ayah dan bunda pun ikut gabung, karena dikata mama bryan jangan repot repot karena sudah dipesan semua nya dan sebentar lagi datang.


"dalam rangka apa nih jeng, mas dan nak bryan, "tanya ayah nahya membuka pembicaraan.


"hahahaha, langsung to the point saja nih ceritanya ya, "


"hahahaha iya biar enak aja ada ya g dibicarakan, "jawab ayah nahya.


"hehehe, sampe lupa saya jeng memanggil anak anak saya, sebentar ya jeng saya panggil kan anak anak, "


Lalu bunda nahya pun bangkit menuju kamar nahya lebih dulu lalu kekamar nasya.


"nay ada tamu, keluar ya nak, "panggil bunda sambil mengetuk pintu.


Clek, "ya bun, siapa yang datang, "tanya nahya


"adalah, ya sudah keluar tapi yang rapi dan cantik ya kalau mau keluar jangan gitu aja pake baju rumahan, "jawab bunda.


"Hem, baiklah bun, nay ganti baju dulu, "

__ADS_1


Lalu bunda juga memangil nasya, agar bisa memastikan siapa yang dipilih bryan nanti, seperti permintaan nasya, walaupun bunda tau pilihan bryan pasti nahya bukan nasya, biar nasya bisa menyerah pada bryan.


Sebelum memangil nasya bunda menarik nafas karena putri nya yang ini lain sendiri sifatnya.


"nasya, ada tamu, keluar ya nak, "panggil bunda juga sambil mengetuk pintu kamar nasya.


Clek, "apa sih bun, nasya masih ngantuk, "


"keluar ya dandan yang cantik ada tamu diluar, "


"Hem, "hanya itu saja jawaban dari mulut nasya.


Huft bunda pun menarik nafas menggelengkan kepala melihat tingkah putrinya.


Bunda nahya pun kembali bergabung diruang tamu.


Mama bryan yang sudah ga sabar jumpa dengan nahya pun, bertanya pada bunda nahya.


"mana calon mantul saya jeng, "tanya mama bryan.


"lagi ganti baju, sebentar lagi juga keluar, "jawab bunda.


Saat sedang ngobrol santai datanglah pesanan makanan dan minuman yang dipesan oleh mama bryan.


Mama bryan juga meminta tolong pada anak buah bryan yang menyusun makanan dan minuman di meja makan untuk mengeluarkan antaran untuk calon mantunya.

__ADS_1


__ADS_2