Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 55


__ADS_3

Bryan memeriksa berkas keuangan diatas meja ruangannya dengan tidak semangat karena berjumpa dengan wanita itu, karena beberapa kali berjumpa dan wanita itu sudah punya kekasih tetapi masih saja mengejarnya, entah apa maksud wanita itu untuk mendekati nya.


Flasback on


"Bryan tunggu, apa kamu masih ingat denganku, "tanya wanita itu dengan memasang wajah seimut mungkin untuk membuat bryan tertarik.


Bryan menatap wanita itu dengan malas, karena iya ingin cepat cepat memeriksa berkas keuangan restoran, agar bisa cepat ketemu dengan nahya. Malah dihentikan dengan wanita itu.


"Maaf nona, apa anda mengenal saya, "tanya bryan yang malas menanggapi wanita itu, apalagi ada saudara kembarnya disini, bryan ga mau ada masalah nantinya dengan nahya, karena dari penyelidikan anak buahnya nahya dan nasya ga akur. Nasya sangat membenci nahya.


Nasya merasa malu karena bryan ga mengingatnya sama sekali, "Itu loh kita yang jumpa direstoran ini juga, "jawab nasya menceritakan pertemuannya dan masalah dikantor juga diceritakan nya.


Bryan hanya menganggukan kepala aja, pura pura baru tau, "emang gue pikirin, "dalam hati bryan kesal.


"Sudah ingatkan bryan, "ucap nahya.


Dalam hati bryan, "nih cewek sok akrab banget, manggil nama doank, "


"Ya emang jadi kenapa nona memanggil saya, sya lagi sibuk, banyak kerjaan, "ucap bryan kesal karena ditahan nasya.


"Maaf, apa saya mengganggu bryan, "tanya nasya dengan menatap bryan dengan kagum.

__ADS_1


"Sangat mengganggu, "ucap bryan dan balik melangkah keruangan nya yang ada dilantai dua.


Nasya yang melihat bryan acuh, menjadi kesal, "sombong sekali mentang mentang kaya, tampan, gagah, "gerutu nasya dan memanggil bryan yang melangkah pergi tapi tak dihiraukan.


Flasback off


Selesai memeriksa berkas walau pun kesal, bryan tetap semangat, karena ingin secepatnya kembali keruangan nahya, sebab nahya sudah lama ditinggalkan nya sendiri.


Sedangkan nasya pun kembali kemeja nya bersama reyhan, reyhan heran melihat nasya yang cemberut, karena nasya pamit katanya mau ketoilet, kembali kenapa wajah masam.


"Sayang, kamu kenapa?, apa perut kamu sakit?, "tanya reyhan karena merasa khawatir pada kekasihnya.


"Ga, aku ga apa apa, "jawab nasya dengan wajah kesal nya mengingat bryan yang tidak mengingatnya.


Reyhan pun bangkit dari kursi dan berjalan keluar sambil menggandeng tangan nasya setelah membayar makanannya.


Sementara bryan melihat ke meja nasya, karena iya ingin kembali keruangan yang ditempati nahya, dilihat nya nasya sudah keluar bryan pun melangkah keruangannya.


Clek, "maaf ya lama menunggu, "ucap bryan pada nahya.


Nahya yang mendengar pintu terbuka dan menampilkan tuan nya masuk sambil mengucapkan kata maaf sedikit heran, "biasanya nih cowok aneh, mana mau minta maaf, "bathin nahya bengong sambil memegang ponsel nya karena iya lagi chat sama anggi.

__ADS_1


Bryan menarik kursinya dan duduk disamping nahya.


"Apa kamu bosan, "tanya bryan.


"Ga, biasa aja, "jawab nahya


"Apa kamu sudah selesai, "tanya nahya kembali.


"Sudah, apa kamu mau pulang atau mau pergi kesuatu tempat, kalau iya biar saya antar, "ucap bryan menatap nahya yang sedang membalas pesan entah dari siapa membuat bryan kesal, bryan pun langsung mengambil ponsel yang dipegang nahya.


"Eh, apaan nih tuan, kenapa ponsel saya diambil, "tanya nahya marah dan menatap bryan tidak suka.


"Kamu sih, kalau ada yang ngomong tuh dilihat jangan main ponsel aja, "bentak bryan kesal karena diacuhi nahya.


"Hem, maaf tuan, saya lagi chatan sama teman saya, apa bisa kembalikan ponselnya, "tanya nahya memelas dengan wajah ga enak karena menyueki tuan nya.


Bryan yang melihat wajah nahya seperti itu membuatnya gemes, pingin sekali iya mencubit pipi nahya. Akhirnya bryan pun hanya mengacak rambut nahya dan menarik tangan nya mengajak nahya keluar dari restoran, bryan ingin mengajak nahya jalan jalan selagi libur karena akhir pekan. Nahya yang ditarik memekik "aw, jangan main tarik aja tuan, "jerit nahya kesal.


Bryan ga peduli dengan ocehan nahya, iya pun membawa nahya masuk kedalam mobilnya dan memasangkan sabuk untuk nahya, iya pun menutup pintu mobil memutar masuk kembali kekursi kemudi. Nahya yang melihat perhatian bryan membuat pipi nya merona, karena baru pertama kali diperhatiin seperti ini, tapi juga merasa bingung mau dibawa kemana iya sama tuan nya.


Terimakasih, jangan lupa tinggalkan jejak dengan cara like, vote dan komen.

__ADS_1


Jika ada kata yang salah dan penulisan yang perlu diperbaiki komen ya, biar saya tau dimana kesalahan saya, karena ini adalah karya pertama saya.


Bersambung 🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2