Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 130


__ADS_3

Harap bijak menanggapi... Rate 18 +


_


_


Nahya sangat malu saat bryan menurunkan nahya kelantai kamar mandi, bryan langsung membuka pakaian nahya yang menyisahkan hanya Segitiga bermuda nya dan kaca mata kuda nahya. Bryan juga langsung membuka baju nya sendiri dan juga menyisahkan cd nya.


Bryan langsung menyalakan shower, mereka mandi bersama sambil gosok gosok badan tanpa melakukan apa pun.


Selesai mandi bryan mengelap badan nahya dengan handuk begitu juga dengan bryan, setelah kering, bryan mengangkat nahya dan membawanya keranjang pengantin mereka, "sayang, apa kau sudah siap, "


Nahya hanya menganggukan kepalanya karena malu.


Bryan memulai aksinya, sedangkan nahya memegang jantung nya yang berdebar kencang. Nahya terhanyut dengan permainan Ryan, bryan mengabsen setiap rongga didalam bibir nahya, menyesap dan membelit seperti sudah berpengalaman. Setelah terlihat nahya kehabisan nafas bryan melepaskan ciuman nya dan turun melihat gunung kembar yang sangat padat.


Bryan kembali menciumi leher dan telinga nahya. Setelah terlepas Ryan sangat terpukau dengan gunung kembar milik nahya, iya mulai menyentuh dan mengemut permen coklat yang tidak ada habisnya secara bergantian dan juga memberi beberapa tanda disemua badan nahya. Membuat nahya semakin melayang dengan sentuhan bryan yang lembut.


Sengaja Ryan menyiapkan semuanya dengan sedemikian rupa. Ia ingin menciptakan karya seni nya sendiri. Besok pagi, pokoknya seperti itu harus keluar dari kamar dengan kondisi yang tidak sama.


Dada nahya naik turun, jantung ya pu berdegup lebih dari biasanya. Begitu juga dengan bryan. Dia memang terlihat tenang dan sangat profesional. Tapi tahukah nahya, bahwa ini juga kali pertama bagi bryan. Jelas iya juga berdebar tidak karuan. Hanya saja iya lebih pandai menyembunyikan rasa itu. Hingga terlihat yakin dan per aya diri. Semua itu hanya kamuflase belaka. Karena bryan juga gugup.

__ADS_1


"Rileks, "tiba tiba bryan berseri ketika melihat wajah nahya yang gelisah. Padahal iya juga sama tegang nya.


Nahya hanya melihat bibir, kemudian menggigit bibirnya. Wanita itu lalu mengangguk pelan.


"kita pelan pelan, jangan khawatir!"


Mendengar pria yang sekarang suaminya berkata begitu, nahya makin kepikiran. Aduh... Belum lihat aja iya sudah takut. Ya ampun.. Otak... Kenapa otaknya !! Sudah terbang ke mana mana. Nahya jadi geli sendiri.


Stretttt


Nahya semakin gelisah tak kalah bryan sudah melempar handuk yang sejak tadi jadi perisai terakhir suaminya.


Nahya mati kutu! Bryan mengecupnya singkat. Suasana menjadi hening, hanya terdengar hembusan nafas dari kedua nya.


Kemudian iya mengecupnya lagi. Namun, ditempat yang lain. Bukan pada bibir tapi bagian yang lain. Semakin turun semakin kebawa. Seperti ular, nahya tidak dapat menahan rasa geli yang langsung menyerang tiba tiba.


Semakin nahya menggeliat semakin bryan bersemangat. Jantung ya terpadu, seakan aliran darah nya mengalir lebih deras. Darahnya semakin terasa mendidih, tidak tahan, bryan langsung saja membuka paksa handuk kimono yang masih dipakai nahya.


"eh"


Nahya merasa sangat malu, karena tu uh nya polos tanpa sehelai pun kain yang menutupi, nahya pun menutup ya dengan kedua tangan nya.

__ADS_1


"Is apa yang kamu lakukan, jangan ditutupi sayang, mas suka liatnya dan mengemut nya seperti permen," Bryan pun memegang tangan nahya dan memindahkan keleher.


"tunggu! Tunggu! Tunggu, ay malu!" akunya dengan lirih.


Bryan tersenyum menatap nahya dan mengelus pipi nya, "jangan malu sayang, kamu rasakan sensasi nya, "


Bryan pun memulai kembali aksinya, nahya merasakan paha nya seperti ada yang menusuk nusuk, menyuruh bryan berhenti. "mas berhenti, seperti ada yang nusuk nusuk paha ay, "ucap nahya polos.


Bryan berhenti dan menahan tawanya mendengar ucapan nahya yang polos.


Bryan memperlihatkan tongkat sakti yang menusuk paha nahya. Nahya melihat nya terkejut, lihat tongkat sakti yang panjang, membuat nya bergidik, "apa itu muat mas masuk kedalam, "


"kita coba ya sayang, "Bryan pun memulai kembali yang terhenti karena iklan polos istri nya.


Bryan menjelajahi seluruh benua yang ada dituduh istrinya, sampai gunung dan gua termasuk didalam nya.


Akhirnya sampai dimulut goa bryan ingin langsung memasukkan tongkat sakti nya yang mandra guna. Sekali tusuk belum juga masuk, dua kali, yang ketiga kali baru bisa masuk kedalam goa setelah memberikan sentuhan yang membangkitkan andrenalin istrinya sampai mengeluarkan lelehan selai, bryan mendiamkan sebentar agar beradab tasi. Setelah itu bryan menaik turunkan pinggulnya.


Sampai lahar dari tongkat sakti nya keluar, mereka melakukan sampai nahya kelelahan baru bryan berhenti.


Bryan membantu nahya membersihkan sisa penjelajahan nya, diakhiri dengan mereka melakukan sholat subuh bersama, setelah itu mereka pun tidur dengan saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2