Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 88


__ADS_3

Hari telah berlalu, saat ini nahya sudah selesai magang, iya mendapat sertifikat dan nilai yang bagus dari perusahaan BS group, bukan karena nahya adalah kekasih bryan tapi emang kerja nahya yang baik dan tak pernah membuat masalah. Skripsi nahya juga sudah diterima dan juga sudah menghadapi meja hijau, sekarang tinggal menunggu wisuda nya, begitu juga dengan sahabatnya, anggi juga tinggal menunggu wisuda, sekarang mereka berdua lagi merayakan kelulusan yang djraih mereka, mereka berdua merayakan dicafe langganan mereka.


"hari ini aku senang sekali, akhirnya selesai juga kuliah kita dan ternyata kita sudah tua ya, hahahaha, "kata anggi dan tertawa.


"lu aja kali yang tua, aku ga kali,hehehe "jawab nahya cemberut menanggapi ucapan anggi.


"hahahaha, jangan ngambek donk, iya yang masih muda, "ledek anggi.


"Ya haruslah, walau sudah tua, tapi jiwa masih muda, "canda nahya.


"iya juga ya, jadi apa nih yang dilakukan selesai wisuda, "tanya anggi.


"Ya kerjalah dulu, membahagiakan orangtua, "jawab nahya.

__ADS_1


"kalau kamu gi, apa yang akan kamu lakukan setelah wisuda, "tanya nahya.


"kalau aku sih, bantu papaku dikantor, "


Nahya pun menganggukan kepalanya, mereka pun makan dan minum sambil bercerita tentang masa yang akan datang, "oh ya nay, gimana hubunganmu dengan mas bryan, "


"jalani aja, kalau jodoh pasti bersatu, "ucap nahya santai.


"iya juga sih, kalau dipaksa kan tidak akan kekal, "


Setelah selesai mereka pun pulang masing masing, nahya pulang menggunakan ojek, kalau anggi membawa mobil, tadinya anggi ingin mengantar nahya tapi ditolaknya, karena sudah kemalaman karena keasyikan ngobrol.


Setelah pertemuan dicafe bersama anggi, telah berlalu, mereka sekarang lagi bersiap memakai kebaya dan diluarnya adalah baju wisuda, nahya datang ditemani oleh kedua orangtuanya, begitu juga dengan anggi, sedangkan nasya belum selesai magang, nasya sekarang ga magang lagi diperusahaan bryan karena banyaknya staf yang mengeluh tentang nasya, dan nasya dikeluarkan dari perusahaan bryan, sekarang nasya magang nya dikantor kampus, kalau reyhan sudah lama wisuda, sekarang reyhan membantu papanya diperusahaan. Leo juga sudah wisuda dan kembali ke negaranya.

__ADS_1


Nahya mendapatkan nilai yang tinggi daripada teman temannya, banyak perusahaan yang menginginkan nahya bekerja diperusahaan mereka, tapi nahya belum memilih perusahaan mana nantinya yang iya pilih, salah satunya perusahaan bryan.


Anggi juga mendapatkan nilai tertinggi kedua, karena mereka slalu bekerja sama untuk belajar, agar dapat nilai yang bagus. Mereka pun berfoto bersama, dan juga foto dengan keluarga dan para dosen.


Tiba tiba seorang pria tampan datang menghampiri nahya dan kedua orangtuanya, orangtua nahya sedang ngobrol dengan orangtua anggi, nahya yang melihatnya terkejut, karena dari semalam bryan dihubungi ga ada kabar, makanya nahya ga tau kalau bryan akan datang memberikan kejutan pada nahya.


Bryan tersenyum melihat nahya yang begitu cantik dan anggun memakai kebayak putih dan masih memakai toga dikepalanya, sedangkan baju wisuda nya diselipkan ditangannya, karena mereka baru saja selesai berfoto.


"Selamat ya ay, "ucap bryan menghampiri nahya memberikan Seikat bunga mawar putih yang besar dan saat ingin memeluk nahya.


"emh, "Bryan pun berhenti saat ingin memeluk nahya dan melihat siapa yang bersuara, saat melihat pria paruh baya,iya pun memggaruk tengkuknya karena grogi, karena baru pertama bertemu calon mertua.


"Hehe, maaf om, tante, "menyalami orangtua nahya dan orangtua anggi, ayah nahya memasang wajah sangarnya, karena melihat bryan yang tadinya ingin memeluk nahya, sebagai orangtua iya harus tau siapa yang dekat dengan anak anaknya, iya pun melihat ke nahya, nahya pun langsung memperkenalkan bryan pada ayah dan bundanya, juga pada mama nya anggi, kalau anggi dan papanya sudah mengenal bryan.

__ADS_1


"bun, ayah, tante kenali,ini mas bryan bos nahya dikantor tempat magang nahya, "dengan malu malu nahya memperkenalkan nya.


"bos apa bos, "canda anggi dan papa bryan sambil tertawa karena melihat pipi nahya yang sudah memerah karena malu.


__ADS_2