Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 132


__ADS_3

Dikediaman bryan..


Mansion yang dibeli bryan sebelum pernikahan nya, bryan menyiapkan semua nya untuk masa depan nya. Setelah seminggu menikah bryan langsung membawa nahya ke mansion bukan ke apartemen yang biasa iya tempati sebelum menikah.


Sebulan pernikahan nahya dinyatakan hamil, bryan dan keluarga besar sangat senang menyambut keluarga baru, terutama orang tua bryan sangat antusias, akan mempunyai cucu dari putra semata wayang nya, dulu papa bryan pingin mempunyai anak banyak, karena suatu insiden mama bryan tidak dapat memiliki anak lagi.


Semenjak nahya hamil, mama bryan tinggal dimansion bryan, untuk menjaga nahya walau pun disana ada pelayan tapi mama bryan ingin cucu pertama nya terjaga nutrisi nya, sampai mama bryan melupakan kalau iya masih mempunyai suami, tapi syukur ya papa bryan mengerti istrinya yang merasa bersalah karena masa lalu nya dan hanya bisa melahirkan seorang anak saja, mama bryan tidak mau menantunya merasa kan seperti dirinya, jadi mama bryan lebih protektif pada nahya.


Setelah diperiksa nahya diketahui hamil anak kembar, membuat mama bryan sangat senang karena dimasa tua nya iya tidak sendirian, iya mempunyai cucu yang menemaninya. Begitu juga dengan orangtua nahya juga sangat senang akan memiliki cucu, apa lagi diprediksi anak nahya cowok.


Delapan bulan lebih kehamilan nahya sekarang, tinggal nunggu lahiran, anehnya slama hamil bryan dan nahya sama sama merasakan ngidam, bila nahya mual bryan juga mual, jika nahya pingin sesuatu, bryan juga begitu, membuat dokter merasa aneh melihat suami istri yang beda sendiri.


Siang ini nahya tak bisa tidur karena perut nya merasa mulas, begitu juga dengan bryan yang saat ini lagi berada dikantor. Nahya bolak balik kekamar mandi setelah makan siang bersama mama bryan. Nahya kembali kekamar nya, sedangkan mama bryan duduk diruang tamu sambil membaca majalah. Mama bryan tidak tau kalau nahya mulas dan bolak balik kamar mandi.


"duh kenapa perut ku mulas, apa aku mau melahirkan, "nahya mengelus perutnya yang mulas dan berbicara pada anak dalam perutnya.

__ADS_1


"anak anak umi, apa kalian sudah tidak sabar ya ingin keluar, "nahya mengatur nafas nya yang terengah engah karena perut nya makin mules, "apa aku salah makan, makanya mules, seperti nya enggak deh, makan nya ga ada yang pedas, kalau mau lahiran prediksi dokter dua minggu lagi, "huft "nahya menarik nafas kembali. "Apa aku tidur saja ya, biar mengurangi rasa mules, "nahya pun merebahkan badan nya ditempat tidur, tapi mulesnya masih tetap sama.


Begitu juga dengan bryan, dikantor bryan merasa perutnya mules sampai keluar keringat merasakan mules. Sampai surya merasa heran melihat bryan yang bolak balik kekamar mandi.


Saat ini surya berada diruangan bryan untuk membahas produk yang akan diluncurkan, bryan slalu melibatkan surya, dalam mengambil keputusan.


Dan saat ini surya bisa melihat bos dan juga sahabatnya saat ini tidak seperti biasanya. Apa lagi melihat wajah bryan yang banyak keluar keringat.


"Apa tuan sakit, "tanya surya.


"entahlah Sur, perutku rasa nya mulas, kayak mau boker, tapi pas masuk kamar mandi, diduduki, ga keluar juga tuh ta*k, tapi perutku masih mulas juga, "


"Ma... Mama..., "panggil nahya ke mama mertua nya karena nahya merasa lemas, sampai berdiri pun iya susah karena besarnya perut.


Mama bryan yang berada diruang tamu, terkejut mendengar panggilan dari nahya dengan suara keras.

__ADS_1


Mama bryan bangkit dan berlari kekamar nahya, yang sekarang berada dikamar tamu, yang biasanya kamar bryan berada diatas. Mama bryan membuka pintu kamar.


Clek... Mama bryan melihat kesekeliling kamar dan jatuh mata mama bryan ketempat tidur, melihat nahya yang susah payah untuk bangkit, apalagi melihat tempat tidurnya basah.


"Ma.. Tolong ay Ma, perut ay mules, mau bangkit ga bisa Ma, "


Mama bryan pun membantu nahya untuk duduk.


"Apa ay ngompol, "tanya mama bryan.


"enggak Ma, kalau ngompol pasti terasa Ma keluar, tapi ini enggak Ma, "


"Apa mungkin!, kamu!, "


Mama bryan pun merangkul nahya dan membawa keluar kamar, "mang sutris, cepat siapkan mobil, seperti nya anak saya mau melahirkan, "

__ADS_1


Supir yang disediakan oleh bryan untuk nahya jika terjadi sesuatu bila iya tidak ada dirumah.


Mang sutris pun cepat menyiapkan mobil dan tidak lupa mama bryan juga berpesan pada bik siti pembantu yang dibawa mama bryan dari mansion nya untuk membantu menantu nya berbenah mansion agar menghubungi bryan dan sekalian datang membawa perlengkapan Baby yang memang sudah disusun didalam tas, apabila nahya mendadak melahirkan jadi ga repot mencari nya.


__ADS_2