
Sedangkan dikediaman sikembar Nasya mahendra dan Nahya Mahendra. Nasya marah besar baru mengetahui adik nya nahya magang diperusahaan besar BS group meradang kesal, iya mendengar dosen pembimbing nya sewaktu iya ingin menanyakan perihal magang nya. Padahal dosen pembimbing nya sudah memasukkan surat permohonan magang diperusahaan tersebut, apalagi nasya merupakan mahasiswa yang pintar, iya juga mendapatkan beasiswa. Iya langsung pulang setelah mengetahui hal itu membuat emosi nya naik, sampai sampai kekasihnya menyapa pun tak dihiraukan lagi, iya menyetop taksi didepan kampus nya ingin segera sampai dirumah.
Sampai dirumah iya pun tanpa salam masuk kedalam rumah.
"Hei adek laknat, keluar kamu, "jerit nasya didalam rumah.
Bunda nya yang mendengar suara orang teriak pun cepat cepat keluar dari kamar.
"Ada apa ini nasya, kenapa kakak masuk dengan teriak teriak, "tanya bunda.
"Bunda ga usah ikut campur, mana adek laknat yang telah menutupi kalau iya magang diperusahaan BS group, "bentak nasya yang lagi emosi tanpa peduli siapa yang didepan nya.
"Emang kenapa kalau adek mu magang disana, "tanya bunda yang ga tau apa apa.
"Ya salah lah bunda!, mungkin iya yang menghasut orang orang disana untuk tidak menerima ku disana, "sahut nasya yang sudah berpikiran buruk pada adek nya nahya.
"Apa maksudmu nasya?, bunda ga ngerti dengan jalan pikiranmu, "ucap bunda sisi juga terikut emosi yang tak terima saudara kembar bisa berpikir buruk pada saudaranya.
"Bunda tanya saja pada adek laknat tuh apa yang diperbuatnya, "ucap lantang nasya.
"Tapi adekmu belum pulang, "sahut bunda.
"Makanya kita tunggu bun, biar bunda bisa tau, "ucap nasya dan duduk disofa menunggu nahya.
Bunda sisi begitu shok melihat anak kembar nya yang ga ada kompak nya lagi, semenjak kejadian itu mereka menjadi dua saudara yang dingin dan ga ada kekompakan seperti 9 tahun yang lalu. Nahya dan ayah sudah meminta maaf atas kesalah pahaman itu, tapi nasya sudah menutup pintu hatinya, hanya karena masalah sepele.
__ADS_1
Flash back on
"Kakak kamu sedang apa, "tanya nahya kecil yang melihat kakaknya sedang menggambar pemandangan.
"Kakak sedang menggambar, "jawab nasya.
"Boleh aku adek lihat kak, "tanya nahya.
"Kan sudah kamu lihat dek, "jawab nasya.
Nahya pun melihat gambar yang dibuat kakaknya.
"Wah cantik sekali gambarnya kak, "ucap nahya merasa takjub melihat gambar kakaknya nasya.
"Iyalah siapa dulu yang menggambarnya, "jawab nasya bangga.
"Ga ah, belajar saja sendiri, "ucap nasya menolak.
"Hiks hiks hiks"tangis nahya karena nasya ga mau mengajarinya.
Nasya yang melihat nahya menangis ga di gubris sama sekali oleh nasya,
"Dasar cengeng, "ucap nasya meledek bukan nya disuruh diam.
Tiba tiba ayah pulang dari kerja dan melihat nahya menangis. Ayah melihat nasya yang ga peduli dengan tangisan adek nya iya malah asyik menggambar tanpa peduli.
__ADS_1
"Kakak, kenapa adekmu nangis, kamu apain ?, tanya ayah yang sedikit keras nada suaranya.
Nasya ketakutan saat mendengar suara ayah nya yang sedikit keras padanya. Nasya tidak menjawab pertanyaan ayah nya.
"Kamu kenapa nangis dek, "tanya ayah sambil mengelus rambut nahya.
"Hiks hiks hiks, ayah kakak ga mau ngajarin adek menggambar, "ucap nahya kecil mengadu pada ayahnya.
Ayah melirik nasya, "kenapa kakak ga mau mengajari adekmu, "tanya ayah pelan.
"Kakak ga mau ayah, ayah jahat bentak kakak, kakak benci ayah dan adek, "ucap nasya marah dan berlari kekamar membanting pintu kamar.
Gubrak
Flash back of
"Assalamualaikum, "ucap salam nahya dan masuk kerumah mencium tangan bundanya.
"Walaikumsalam, "ucap bunda yang disalam nahya.
Nahya yang melihat wajah kakak nya yang seperti sedang emosi menatap tajam pada nahya, membuat nahya sedikit takut.
Wah apa yang terjadi selanjutnya kita tunggu ya kelanjutannya???
Jangan lupa donk beri like, vote dan komen selesai baca.
__ADS_1
Terimakasih
Bersambung 🙏🙏😄😄