
Semua karyawan sudah berkumpul dan yang menghina nahya tadi pada menunduk takut, melihat siapa orang yang ada disebelah bos nya. "Helen, berta angkat wajahmu jangan menunduk, "ucap nanci tegas pada karyawannya walaupun iya lelaki gemulai kalau menyangkut pekerjaan iya seorang yang disiplin, itu yang disukai oleh bryan pada nanci yang bertanggung jawab.
Helen dan berta pun mengangkat wajahnya merasa takut. Bryan memandang dua wanita itu yang membantu nahya tadi dengan geram karena telah merendahkan calon istrinya.
"Kamu berdua, apa yang aku bilang tadi apa ga cukup jelas, "tanya bryan pada dua pelayan tersebut.
"jelas tuan, "jawab mereka berdua.
"kalau jelas, kenapa malah merendahkan calon istriku, "ucap bryan dengan intonasi tinggi.
Nanci yang mendengar dua karyawannya merendahkan calon istri bos nya merasa dilema, bisa bisa nya merekrut karyawan yang sombong dan tak beretika. Karena merasa cantik jadi nanci menerimanya tanpa melihat kelakuan kedua karyawannya yang baru masuk selama seminggu.
"Maaf tuan bukannya saya merendahkan nona itu, tapi nona itu yang merendahkan dirinya sendiri, masa gaun disini disana kan dengan gaun dipasar, "ucap Helen pelayan tersebut dengan sombong mengucapkan itu tanpa merasa bersalah.
"Jadi karena masalah itu, kamu bisa merendahkan calon istriku, "ucap bryan dengan geramnya melihat kedua wanita itu dengan sombongnya menatap bryan.
"Ya iyalah, kalau ga sanggup beli gaun dibutik ini ngapain pula datang kesini, "ucap berta tak kalah sombongnya.
__ADS_1
Melihat itu nanci merasa sangat bersalah karena sudah salah menilai orang dari luarnya saja, karena merasa sesak nanci pun menampar kedua wanita itu.
Plak. Plak
"Nona, kenapa menampar kami, kan kami bicara dengan benar, kalau ga ada uang ngapain belanja disini, "ucap helen masih dengan nada sombongnya.
Nahya yang melihat adegan ini merasa geram dan juga kasihan, tapi melihat kelakuan wanita pelayan itu begitu sombong membuat nahya menjadi tega.
"Kamu, apa kalian semua ya bukan kamu berdua saja, lihat baik baik siapa pria yang ada dihadapan mu saat ini, "ucap nanci dengan bibir bergetar menahan amarah kepada karyawannya.
"Halah, hanya supir saja sombong, "gumam helen dan berta tapi masih didengar oleh semua orang yang ada dibutik itu.
"Apa?, supir loe bilang, "ucap nanci sangat marah.
"Kamu dengar baik baik dan buka telinga kalian semua, iya adalah bryan Alexander pengusaha terkenal,"ucap nanci dan membuat semua orang membelalakan matanya hampir keluar mendengar pengakuan nanci termasuk kedua wanita tersebut dan langsung beringsut kelantai dan memohon maaf telah menghina calon istri dari pengusaha terkenal.
"Hai " semua orang membuka mulutnya lebar lebar.
__ADS_1
"Nanci, mulai sekarang aku mau kamu penat wanita ini dan usia dari kota ini, saya ga mau melihat kedua wanita ini masih berkeliaran dikata ini, "ucap bryan tegas dan meninggalkan butik tersebut dengan menggandeng nahya membawanya kemobil.
Sesampainya dimobil bryan menghirup nafas dalam dalam "huft".
Nahya mengelus tangan bryan dengan lembut menyalurkan energi positif pada bryan, "sabar sayang, "ucap nahya.
Bryan menatap nahya yang ada disebelah nya dan langsung menarik nahya masuk kedalam pelukan ya, "maafkan aku ya ay, karena aku kamu jadi dibina disana, "ucap bryan tulus pada nahya.
"Iya ga apa apa, itu bukan salah kamu kok say, "jawab nahya dan tersenyum manis pada bryan.
"Ya sudah kita berangkat saja sekarang,"ucap bryan pada nahya, "tanpa harus mengganti pakaian yang bagus, "pikir bryan.
"Bismillah, semoga berjalan dengan lancar, "doa bryan dalam hati.
Bryan pun melajukan mobilnya keperumahan elite.
Kemana sebenarnya bryan mengajar nahya ya??
__ADS_1
Tak bosan bosan mengingatkan buat para pembaca setia author beri like, vote dan komen agar author semangat meng upnya setiap hari.
Makasih 🤣🤣🤣🤣