Cinta Segitiga Sang Ceo

Cinta Segitiga Sang Ceo
Eps 46


__ADS_3

Bryan pun merasa sangat jengkel karena baru saja ingin menyentuh bibir nahya malah ada yang mengganggu sedangkan nahya merasa senang karena terlepas dari bos nya.


Clek... "Permisi tuan, maaf mengganggu ?, nyonya besar tadi menghubungi saya, karena nomor tuan tidak aktif.


Nahya yang merasa malu karena bryan tidak melepaskan tangan nya dari dinding dimana nahya berada, apa lagi terlihat oleh asisten nya membuat nahya makin malu dibuatnya, nahya mendorong pelan dada bryan agar terlepas, bukan nya terlepas tetapi makin mepet ketubuh nahya membuat nahya ga bisa bergerak sedikit pun.


"Hem"


Bryan pun mengusir surya dengan gerakan tangan, surya pun mengerti iya pun permisi keluar. Setelah surya keluar bryan menatap nahya yang malu karena nya, tapi tidak diperdulikan dengan bryan. Nahya pingin sekali kabur dari rengkuhan bryan tapi ga bisa, nahya berusaha mendorong bryan makin kuat, saat nahya mau kabur saat rengkuhan terlepas sedikit tiba tiba bryan menarik nahya dan terbentur dada bidang nya. Bryan sampai merasakan jantung nahya yang berdebar kuat, sehingga membuat bryan ingin menggoda nya.


"Kenapa dengan jantungmu, "menggoda nahya.


"Ga apa2 tuan, "jawab nahya yang tersipu malu membuat pipinya yang merah makin merah.


"Hahahaha "tawa bryan melihat rona pipi nahya.


"Kamu suka ya peluk saya sampai ga mau lepas, "bryan makin menggoda nahya.


Nahya sadar sedang memeluk bryan dan bersandar didada nya, nahya pun cepat cepat melepas pelukan nya dari bryan, tapi bryan makin mengeratkan pelukannya hingga tak bisa nahya lepaskan.


"Tuan jangan begini, "ucap nahya malu.


"Apa, "ucap bryan pura pura ga tau.


"Ini tuan lepaskan tangan tuan dari pinggang saya, "jawab nahya makin terpesona melihat bos nya menatap nya.

__ADS_1


Dalam hati nahya, "tampan sekali bos ku ini, tapi sayang sudah punya calon istri, apa lagi sama derajatnya, sedangkan aku hanya upik abu, bila dibandingkan dengan para pemuja nya" huuuuft nahya menarik nafas dalam dalam entah apa yang dipikirkanya.


"Kamu kenapa?, memandangku seperti mau keluar tuh mata, "goda bryan yang melihat nahya tak berkedip menatapnya.


Nahya menyentuh mata nya, apakah benar mau keluar.


"Hahahaha "tawa bryan melihat nahya polos.


"Kenapa tuan tertawa, lagian mana ada mata saya yang mau keluar, "ucap nahya sambil cemberut.


"Hahahaha "tawa bryan gemas.


Bryan pun menarik nahya duduk disofa ruangannya dan bryan mengambil kotak obat.


Nahya yang melihat perhatian bos nya pada nya membuat iya ga enak, takut disangka iya menggoda bos nya.


"Maaf tuan biar saya saja yang mengobati pipi saya, "ucap nahya gugup takutnya bos nya marah.


"Sudah kamu diam saja, biar saya obati, "perintah bryan.


Nahya pun diam sambil menatap bryan, "seandainya saja kamu jodohku, sungguh bahagianya diriku, "monolog nahya dalam hati yang tersungging senyum tipis diwajahnya.


Bryan yang masih mengobati nahya pun melihat senyum diwajah nahya, walau pun sedikit, "cantik juga gadis ini, dengan make up yang natural, wajahnya yang halus, apa aku sudah menyukai nya?, kenapa aku perhatian sekali padanya, apa lagi tiap melihatnya dada ku pun berdebar, , apakah ini cinta?"monolog bryan dalam hati.


Nahya yang melihat bos nya yang sudah berhenti mengoles salep dipipinya memanggil manggil bos nya.

__ADS_1


"Tuan.. tuan, "panggil nahya dan menepuk paha bryan agar sadar.


Masih mau memanggil lagi, bryan dengan cepat mengecup bibir nahya, nahya yang diam saja pun membuat bryan semakin menarik tengkuk nahya untuk memperdalam ciuman nya, tapi ga ada balasan karena ini adalah ciuman keduanya dengan orang yang sama, karena dilihatnya nahya sudah mau kehabisan nafas bryan melepaskan ciumannya, nahya mengambil nafas dalam dalam.


"Apa tuan mau membunuh saya, "ucap nahya marah bercampur malu dengan perbuatan bos nya.


"Hahahaha "tawa bryan menatap nahya yang malu.


"Apa ini ciuman pertamamu, "tanya bryan.


"Ga ini yang kedua, "jawab nahya malu malu.


"Emang yang pertama siapa?, tanya bryan merasa marah karena ciuman kedua.


"Huuu pura pura lupa, bukan nya yang mengambilnya waktu diapartemen, walau pun ga sengaja, "gumam nahya tapi masih terdengar oleh bryan.


"Hahahaha "tawa bryan makin pecah saat mendengar gumam an nahya.


Nahya menatap bryan yang menertawai nya semakin malu dibuatnya, melihat ada kesempatan nahya untuk kabur, nahya pun mencari kesempatan itu. Bryan yang melihat nahya kabur.


"Hei nona, jangan kabur kamu, "jerit bryan.


Nahya yang sudah didepan pintu hendak keluar melihat ke bos nya yang sedang berteriak memanggil nya, tapi ga direspon nya, iya ingin keluar sebelum terjadi sesuatu.


Bersambung 🙏🙏🙏😄😄😄

__ADS_1


__ADS_2