
Dikediaman nahya
Bryan memberi keputusan pada nasya dan nahya, sebelum memilih bryan bertanya pada nahya wanitanya sebelum menjatuhkan pilihan.
"sayang, mas mau tanya, "
Nahya pun mengangkat kepalanya dengan air mata yang sudah membasahi pipinya karena merasa sedih, calon suami nya dijadikan rebutan sama kakak kembarnya sendiri, kenapa kakak kembarnya tidak ingin melihat dirinya bahagia, slalu saja mengambil apa yang dimilikinya. Syukur nya iya dikelilingi orang orang yang menyayangi dan mendukung nya.
Bryan yang melihat wanita nya menangis, mendekat pada wanitanya, memegang dagu nahya dan menghapus air mata diwajah nahya.
Semua orang disana merasa terharu melihat perhatian bryan pada nahya. Kecuali nasya yang malas melihat perhatian bryan pada nahya dengan memutar bola matanya.
Bryan menatap mata nahya begitu juga dengan nahya yang menatap mata bryan, mereka berdua merasa getaran aneh dalam hati mereka berdua.
"sayang mas ga apa, kamu ga usah merasa bersalah, mas tau siapa yang terbaik untuk mas, yang terpenting kamu percaya pada mas, "
Nahya hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum. Bryan pun membalas senyuman nya, saat ingin mengecup kening nahya.
"ehm, ehm,"papa bryan dan ayah nahya menyadarkan bryan.
__ADS_1
"belum halal, "ucap mama bryan dan bunda nahya serentak menggagalkan ciuman bryan.
Bryan yang mendengar menjadi salah tingkah dan balik kekursinya.
"ehm, "Bryan menetralkan kegugupan nya karena dilihat semua orang.
Semua yang diruangan itu melihat kebryan kembali, mereka ingin mendengar, apa yang akan diucapkan bryan.
"sayang, apa kamu juga mencintai dan menyanyangiku, sebagai seorang pria,"tanya bryan.
"iya mas, ay mencintai dan menyayangimu, "jawab nahya. Bryan pun tersenyum puas mendengar ucapan cinta dari wanita nya.
"Apa maksud mu bryan, menanyakan itu pada nay, "tanya kesal nasya.
Bryan menoleh ke nasya yang ada disebelah nya, "nasya, aku minta maaf, aku tidak mencintaimu, cinta tidak bisa dipaksa kan, aku mencintai adik kembarmu nahya, kami sudah kenal sebelum aku mengenalmu,memang dulu ada kesalah pahaman yang aku buat, yang aku kira kamu adalah wanitaku yaitu nahya, "Bryan terdiam sebentar, lalu iya menghembuskan nafasnya, "nasya, kamu bukan mencintaiku, tapi kamu hanya terobsesi dengan ku, kamu ingin memiliki aku hanya ingin merasa menang dari saudarimu sendiri, dan aku mohon restuilah kami, agar kami bahagia, "
Nasya yang merasa ditolak oleh bryan sangat kesal dan emosi.
"Apa maksud mas bryan, mengatakan aku hanya terobsesi denganmu,"tanya nasya dengan wajah ga suka nya mendengar ucapan bryan.
__ADS_1
"Huuft, " bryan merasa nasya nih sangat tidak malu," apa dia nih peka atau ga ngerti dengan ucapanku atau otaknya sudah koslet gara gara obat yang diberikan profesor,"pikir bryan.
"nasya, kalau kamu tidak terobsesi padaku, kalau kamu mencintaiku, kamu pasti bahagia melihat aku bahagia, bukan dengan cara kamu memisahkan aku dan nahya, "jawab bryan dengan lembut tidak ada emosi agar nasya mengerti dengan ucapan nya.
Nasya terdiam. Iya masih mencerna ucapan bryan. Baru akan menjawab terdengar suara mobil didepan rumah, bahwasanya ada tamu yang datang.
"jeng sepertinya ada tamu, "ucap mama bryan.
"iya jeng, coba saya lihat siapa yang datang, setau saya tidak ada yang mau datang, "jawab bunda nahya dan berdiri berjalan keluar pintu melihat siapa yang datang.
Bunda nahya berdiri didepan pintu, melihat pria tampan turun dari mobil, bunda pun mengenal siapa pria yang turun dari mobil dan berjalan kearah bunda setelah menutup pintu mobilnya dengan tersenyum tulus.
"bunda apa kabar, "sambil mencium tangan bunda.
"alhamdulillah baik nak Rey, "jawab bunda dengan tersenyum dan mengajak Rey masuk.
"bun, seperti nya ada tamu, jadi ga enak, Rey datang diwaktu yang tidak tepat, "ucap Rey sungkan.
"Ga Rey, malah bunda senang Rey datang, agar bisa menenangkan nasya, tamunya calon suami nay dan orangtua nya, "jawab bunda yang tersenyum senang akan kedatangan Rey, yang bunda tau Rey adalah pacarnya nasya.
__ADS_1
"Assalamualaikum, "ucap salam Rey dan melihat kenasya yang duduk disebelah bryan, membuat ada kecemburuan dihati Rey.