
Nasya dan Rey sudah selesai dengan ribuan mandi nya, sekarang nasya sedang dirimu sama MUA dan Rey hanya mengganti baju nya dengan jas yang sudah disediakan.
Selesai memakai gaun pernikahan dan dirias, kedua pengantin keluar dari kamar, semua keluarga sudah menunggu diluar, mobil mewah yang sudah dihias untuk membawa pengantin tersebut ketempat acara resepsi akan digelar.
Sampainya tempat resepsi, mereka berjalan menuju panggung, jam sudah menunjukan jam 8 malam, banyak tamu undangan yang sudah hadir.
Rey menyambut tamu undangan yang ingin berfoto mau pun mengucapkan selamat kepada nya dan nasya.
Beda dengan nasya yang dari masuk kegedung tak ada senyuman dibibir nya, membuat Rey ga suka.
"sayang, senyum donk sedikit," tapi wajah nasya hanya ditekuk saja tanpa senyum.
Rey pun menghembus kan nafas nya kasar, "ya sudah terserah kamu saja, "bisik Rey ketus.
Nasya seperti merasa ga bersalah, iya hanya diam saja. Biasanya pengantin tersenyum bahagia beda dengan nasya, wanita ini begitu keras kepala, iya ga perduli dengan tamu yang membicarakan dirinya.
Selesai acara Rey membawa nasya menginap ditempat acara digelar, memang sudah tersedia kamar pengantin yang sudah dihias seperti kamar pengantin pada umum nya.
Didalam kamar Rey membuka jas dan dasinya, karena dari tadi Rey merasa gerah, ditambah lelah juga. Nasya juga membuka gaun nya, iya ingin membersihkan badan nya yang lelah juga, nasya tanpa malu membuka gaun nya didepan Rey, pikir nasya toh mereka sudah menikah, apa salah nya membuka bajunya didepan suami nya, walau pun nasya belum yakin dengan hati nya.
__ADS_1
Setelah membuka gaun nya iya langsung masuk kekamar mandi dengan hanya menggunakan cd dan b*a saja tanpa dosa. Rey yang melihat nya membangkitkan sesuatu yang sudah lama tak dikeluarkan nya.
"sayang, kamu menggodaku ya, "ucap Rey yang ingin ikut masuk kedalam kamar mandi.
Sebelum Rey masuk, nasya sudah menutup pintu kamar mandi dan mengunci nya.
"sayang, buka pintu nya, kita mandi bareng saja ya, seperti dulu pernah kita lakukan, "ucap Rey sambil menggedor pintu kamar mandi.
Nasya yang mendengar ucapan Rey mereka pernah melakukan sambil mandi bareng, merasa dejavu, "apa kami pernah melakukan itu, "masih memikirkan ucapan Rey.
Sedangkan ditempat lain, bryan dan nahya setelah mereka menikah belum melakukan malam pertama, bryan belum ingin melakukan nya karena iya tidak ingin nahya lelah, jadi iya menahannya, menunggu pernikahan nasya selesai baru bryan akan mengajak nahya bulan madu, kevilla tempat pertama bryan melamar nahya.
_
_
Nahya malah bengong melihat kelopak mawar yang ditebar dikasih spray warna putih polos tanpa motive tersebut. Sama seperti waktu dihati, cuma disini beda nya bryan menaruh lilin aromaterapi membuat pikiran jernih.
"Apa kamu suka sayang, "bisik bryan sambil memeluk nahya dari belakang.
__ADS_1
"ay suka mas, tapi siapa yang menyiapkan ini semua mas, "
Bryan masih dengan kemesuman nya mencium tengkuk nahya, bryan sudah ga sabar membuka segel dia dan nahya, perjaka dan perawan.
Bryan menjedah sebentar dan tersenyum menatap nahya, "mas hanya menyuruh orang, "
"oo.. Kirain mas yang buat, "
"bukan sayang, apa kita bisa mulai sayang, mas sudah ga tahan, "tanya bryan yang hasrat nya sudah naik dengan suara berat nya.
Nahya membalikan badan nya menghadap bryan dan mengalungkan tangan nya dilihat bryan.
"Apa kita tidak mandi dulu mas, agar segar, "tanya nahya.
Bryan pun tidak membuang kesempatan, "gimana kalau kita mandi sama, "ucap bryan sambil mengangkat badan nahya ala bridal membawa masuk kekamar mandi tanpa ada penolakan.
Nahya langsung mengalungkan tangan nya dileher bryan, agar tidak jatuh.
Apa yang terjadi dimalam pertama bryan dan nahya.. ???
__ADS_1